LukaSenja : Chapter 5

Lukasenja466 Dilihat

Chapter 5 : Bioskop

BAB 5

Bioskop

Mobil sedan berwarna putih milik keluarga Anulika sampai di depan Mall Kirandana. Tiga siswa itu satu persatu keluar dari mobil dan berjalan berdampingan masuk ke dalam Mall. Mereka terdiam, tidak mengeluarkan kata-kata sedikit pun, fokus ke jalan mereka menuju lantai 2, tempat bioskop berada.

Usai menaiki tangga ke lantai 2, mereka bertiga sampai di depan bioskop yang akan mereka tempati nanti. Sayangnya, mereka harus mengantre untuk membeli tiket karna film yang akan mereka tonton cukup terkenal dan digemari banyak orang.

Tiba-tiba ponsel Senja berdering, setelah pemiliknya mengambil ponsel itu dari sakunya, layar beranda menampilkan ikon panggilan hijau yang bergerak-gerak dengan kontak bernama Mama di atasnya. Sontak, Senja langsung menerima panggilan itu.

“Halo, Ma.”

“Halo, Senja. Mama sama papa malam ini nggak akan pulang ke rumah, sayang. Karna masih ada urusan di kantor, apalagi perusahaan mama sama papa mau kerja sama dengan satu perusahaan yang sama. Dan mungkin nggak cuman malam ini, bisa jadi 2 sampai 3 hari. Maafin papa mama ya, sayang?”

“Ya, Ma. It’s okay. Senja bakal tidur di rumah Kaila aja. Lagian Senja juga ada janji sama Kaila buat ngerjain tugas bareng sampai malem. Jadi tenang aja, Ma.”

“Syukurlah kalau begitu. Jangan lupa makan, Senja. Mama udah pesenin beberapa makan malam buat Kaila sekeluarga, titip salam buat Kaila, sayang. Bye ….”

“Bye, Ma.” Senja kemudian menutup panggilannya lebih dahulu, lantas memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku.

“Kenapa, Se?” tanya Kaila penasaran.

“Seperti biasa, mama papa gue sibuk kerja jadi nggak bisa pulang selama dua sampai tiga hari ke depan. Jadi gue tidur di rumah lo aja, Kai,” jawab Senja sembari duduk di kursi panjang dekat Kaila dan Ensel.

“Oke, berarti nanti kita bisa nobar film lagi.”

“Eits, tapi setelah kita belajar. Karna gue tadi udah bilang kalau gue mau ngerjain tugas sama lo.”

Kaila mengacungkan kedua jempolnya. “Oke.”

Beberapa detik kemudian, antrean mulai sedikit dan dengan segera Ensel mengambil tempat berbaris dengan pengunjung bioskop yang lain untuk memesan tiket, sedangkan Kaila dan Senja akan memesan popcorn untuk camilan waktu menonton.

Kaila dan Senja pergi ke lantai atas yaitu lantai 3 setelah memesan popcorn di dekat bioskop tadi. Di lantai empat, mereka berkeliling ke food store untuk mencari bahan memasak nanti malam. Karna rencananya, mereka akan memasak di rooftop milik Kaila dan tidur di sana sambil melihat bintang-bintang bertebaran.

Mereka akhirnya sampai di food store dan langsung mengambil keranjang belanja masing-masing satu, lantas berpencar ke seluruh sudut untuk mencari bahan yang mereka perlukan. Kaila pergi menuju rak saus untuk mencari saus barbeque yang enak dan beberapa bahan yang lain untuk makanannya. Sedangkan Senja, pergi menuju rak pudding untuk mencari bahan membuat pudding dan bahan lain untuk minumannya.

Usai menghabiskan waktu selama 15 menit di food store, Kaila dan Senja keluar dari sana sambil membawa 3 kantong plastik besar berisikan belanjaan mereka. Keduanya kemudian menuruni tangga menuju lantai 2 untuk memeriksa apakah Ensel sudah mendapatkan tiketnya atau belum.

Sebelum masuk ke wilayah bioskop, Senja dan Kaila menitipkan 3 kantong belanjaan mereka di tempat penitipan, lalu mengedarkan pandangan ke sekitar untuk mencari batang hidung Ensel.

Dari kejauhan, netra Senja menangkap sosok lelaki yang merupakan Ensel tengah duduk terhimpit oleh 2 perempuan asing di bangku panjang bioskop sambil melambai-lambaikan tangan ke arahnya. Seketika Senja segera meraih lengan Kaila yang mulai menjauh darinya dan menariknya menuju ke tempat Ensel berada.

“Kalian ke mana aja, sih. Setelah ini kita bakal masuk,” ujar Ensel sedikit kesal.

“Sorry, kita itu tadi belanja beberapa bahan masak buat nanti malam,” jawab Kaila sembari duduk di bangku kosong dekat Ensel, jarak mereka cukup jauh dan terhalang perempuan asing tepat di samping Ensel.

Karna bangkunya sudah penuh, Senja memutuskan untuk berdiri sembari menunggu ruang teater dibuka. Sedangkan dua temannya menggodanya karna mereka sudah duduk dengan nyaman di bangku.

“Pintu Teater 2 telah dibuka. Diharapkan para penonton untuk segera menyerahkan tiket dan masuk ke dalam ruangan teater.” Tak lama kemudian, suara itu bergema di area bioskop. Semua orang berebut tempat di depan pintu teater 2 untuk mengantre masuk.

Senja melihat hal tersebut, sehingga ia langsung berlari untuk mengantre di depan, sedangkan Ensel dan Kaila terlambat menyadarinya, akhirnya mereka berdua berada di urutan belakang.

Tak lama kemudian, ketiganya sampai di tempat duduk mereka dengan Senja terlebih dahulu baru Ensel dan Kaila.

“Lama banget kalian,” cibir Senja sembari mengganti posisi tas di punggungnya menjadi di depannya.

“Lo, sih. Antre nggak bilang-bilang,” ujar Ensel tidak terima, duduk di samping kanan Senja.

“Salah siapa, godain gue pas kalian dapet tempat duduk tadi.”

“Udah, diem kalian berdua. Gue mau nonton filmnya dengan tenang,” sahut Kaila melerai pertengkaran Senja dengan Ensel yang bak karakter tom and jerry di kehidupan nyata.

“Lo jangan sampai lupa tugas lo, Kai.” Senja menepuk punggung sahabatnya itu.

“Ini loh! Gue udah buka tas mau ambil buku. Lo nggak usah mukul-mukul napa,” seru Kaila kesal, sedangkan si pelaku hanya terkekeh dengan wajah tanpa dosa.

Beberapa saat kemudian, lampu-lampu di setiap sudut ruangan dimatikan, layar besar di depan mereka menyala dengan sangat terang, menampilkan beberapa video intro yang biasanya terdapat larangan dan peraturan selama film berlangsung.

Baca Juga : Cara Membuat Cerpen yang Baik dan Benar, Cocok buat Penulis Pemula

Baca Juga : LukaSenja : Chapter 4