Pengaruh Pandemi Covid-19 Terhadap Budaya Masyarakat Dan Perkembangan Kebudayaan Di Indonesia

Essay Geografi512 Dilihat

Seperti yang kita ketahui Indonesia memiliki banyak ragam budaya. Kebudayaan Indonesia tentunya datang dari berbagai daerah yang sampai sekarang masih tetap dilestarikan oleh masyaraat di daerah tersebut. Budaya terbentuk dari berbagai unsur diantaranya yaitu bahasa, pengetahuan, politik, adat istiadat, kesenian, religi/kepercayaan, dan teknologi. Seiring dengan berjalannya waktu, budaya-budaya yang ada di Indonesia mengalami beberapa perubahan ataupun perkembangan.

Kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini tidak menyurutkan budaya untuk mengalami perubahan dan telah membawa pengaruh besar bagi masyarakat terutama pada aspek budaya. Pengaruh pandemi ini tentu saja dirasakan oleh semua pihak dan kalangan. Salah satu faktanya yaitu pandemi Covid-19 membatasi ruang kita dalam bersosialisasi dengan orang lain. Sebelum adanya pandemi ini, kita bebas bertemu dengan orang-orang di sekitar kita tanpa menggunakan masker atau memperhatikan protokol kesehatan lainnya.

Pandemi covid-19 masuk di Indonesia pada awal bulan Maret 2020 lalu, yang mana pandemi ini berpengaruh pada budaya masyarakat Indonesia. Demi menghindari penyebaran virus covid-19 yang semakin luas, pemerintah menerapkan beberapa kebijakan atau peraturan agar tidak tertular dengan virus ini. Diantaranya yaitu, dengan memakai masker, rajin mencuci tangan menggunaan sabun, dan menjaga jarak minimal 1 meter. Peraturan ini tentu saja berdampak pada kebiasaan-kebiasaan masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah kebiasaan masyarakat Indonesia ketika perayaan-perayaan hari besar. Misalnya, ketika hari raya Idul Fitri, biasanya masyarakat berkunjung ke rumah kerabat, teman, atau tetangga di sekitar.

Pemerintah sudah menetapan dengan jelas agar kita menjaga jarak minimal 1 meter sehingga tidak dapat menjalin kontak fisik dengan orang-orang disekitar kita. Sedangkan kebiasaan kita adalah bersalam-salaman pada hari raya dan ini sudah mengubah kebiasaan masyarakat Indonesia. Hal ini menjadikan kita tidak bisa menjalin silaturahmi yang lebih hangat atau lebih akrab dengan orang-orang di sekeliling kita. Kita harus membatasi diri untuk tidak berdekatan atau menjalin kontak fisik demi melindungi diri kita sendiri dan orang lain agar virus ini tidak semakin meluas. Sekarang saja, kita hanya bisa menjalin hubungan melalui teknologi, seperti melalui handphone, laptop atau sebagainya kita jadi membatasi diri dari bertemu secara langsung yang tentu saja berhubungan melalui teknologi itu tidak semenyenangkan berhubungan secara langsung. Karena tentu masih terbatas jika menggunakan teknologi. Bertemu dan bercengkerama secara langsung lebih menambah keakraban diantara sesama daripada menggunakan teknologi.

Baca juga :

Di Terjang Pandemi, Peran Masyarakat Semakin Dinanti

Pengaruh Covid-19 Terhadap Kebudayaan Di Bali

Materi Mitigasi Bencana | Pengertian Bencana

Pada tahun 2020 lalu, angka penduduk yang terkena virus covid-19 cukup tinggi. Sehingga pemerintah melaksanakan kebijakan baru yang disebut dengan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar. Kebijakan ini juga telah mempengaruhi satu budaya masyarakat Indonesia yaitu, budaya masyarakat Indonesia yang mudik ketika menjelang hari raya Idul Fitri. Masyarakat yang merantau di luar kota seringkali melakukan mudik ke kampung halaman ketika menjelang hari raya idul Fitri yang menyebaban jalanan ataupun angkutan umum sangat ramai dan penuh. Dan peraturan yang dibuat untuk mencegah penyebaran covid-19 mengubah atau mempengaruhi budaya mudik tersebut salah satu peraturan pemerintah adalah dengan menghindari kerumunan dan menjaga jarak 1 meter dengan orang lain. Akhirnya pemerintah membatasi kapasitas pemudik di dalam angkutan umum serta memberikan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh para pemudik. Diantaranya yaitu dengan memakai masker, menjaga jarak minimal 1 meter, mencuci tangan dengan sabun, dan yang lebih penting adalah telah memiliki surat atau sertifikat vaksinasi dari lembaga kesehatan. Ketika angka penduduk yang terjangkit virus covid-19 ini semakin tinggi, bahkan pemerintah pernah melarang adanya mudik bagi masyarakat terjadi pro dan kontra di kalangan masyarakat tentang kebijakan pemerintah ini.

Selain itu, pandemi Covid-19 juga berpengaruh pada kesenian. Setiap daerah pasti memiliki kesenian dan keunikannya masing-masing. Perkembangan seni pada masa sekarang ini terutama generasi muda kurang memperhatikan kesenian dari nenek moyangnya. Karena generasi muda sekarang ini kurang tertarik dengan kesenian yang ada di Indonesia. Mereka lebih banyak main gadget atau bermain game dan kurangnya bersosialisasi. Apalagi kondisi pandemi seperti saat ini yang menjadikan berkurangnya pertunjukan atau acara-acara yang melibatkan kesenian karena kita tidak diperbolehkan untuk keluar rumah dan juga untuk menghindari kerumunan. Untuk mengatasi masalah tersebut, cara melestarikan budaya saat ini yaitu dengan memperkenalkannya lewat media sosial seperti instagram, facebook, twitter, website, maupun media lainnya karena media sosial dapat diakses oleh siapapun, kapanpun, dan dimanapun.

Salah satu contohnya yaitu pada akun instagram @banyuwangi_kab, dimana akun tersebut berisi tentang segala hal mengenai kota Banyuwangi. Mulai dari berita-berita terbaru, wisata, kuliner, upacara adat, kesenian, dan lain-lain. Dengan penggunaan media sosial yang begitu marak di era digital ini, membantu segala hal yang ada di dunia dapat diketahui dengan mudah. Dengan perkembangannya yang begitu pesat, kepedulian masyarakat pun diuji untuk tetap mencintai dan melestarikan segala kekayaan adat budaya suku bangsa yang dimiliki oleh Indonesia dengan tanggung jawab besar demi Indonesia yang maju di mata dunia. Meskipun sekarang kita hidup berdampingan dengan Covid-19, tidak berarti kita mengabaikan budaya begitu saja. Masih terdapat banyak cara untuk melestarikan budaya-budaya di Indonesia ini. Pandemi ini tidak menjadi penghalang untuk melestarikan budaya kita