Geografi adalah ilmu yang mempelajari hubungan kausal berbagai gejala dan peristiwa yang terjadi di muka bumi, baik fisik maupun yang menyangkut makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan, ekologi, dan regional. Hasil kajian geografi diarahkan untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan pembangunan. Dalam mendeskripsikan, memahami, mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi masalah pembangunan, geografi dibantu oleh sejumlah teknologi seperti penginderaan jauh, peta, dan Sistem Informasi Geografis (SIG).

Rasional

Geografi merupakan ilmu yang dapat menunjang kehidupan sepanjang hayat dan mendorong  peningkatan kehidupan yang lebih baik dan berkelanjutan. Bidang kajian geografi yang meliputi aspek dan proses bumi, hubungan kausal antara faktor spasial, manusia dan lingkungannya diarahkan secara fungsional untuk dapat berkontribusi dalam pembangunan baik pada skala lokal, regional, maupun global. Oleh karena itu, ilmu geografi perlu dikembangkan melalui proses pendidikan. Pada tingkat pendidikan dasar, mata pelajaran Geografi diberikan sebagai bagian integral dari Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), sedangkan pada tingkat pendidikan menengah diberikan sebagai mata pelajaran tersendiri.

Dalam kurikulum 2013 mata pelajaran geografi dikelompokkan pada rumpun Mata Pelajaran Peminatan Ilmu-ilmu Sosial sehingga kajiannya lebih diarahkan pada sudut pandang keberadaan dan aktivitas manusia yang dipengaruhi oleh dinamika alam fisik. Sebagai kurikulum yang berbasis kompetensi, mata pelajaran Geografi ditetapkan memiliki empat buah Kompetensi Inti (KI) yaitu kompetensi aspek menghayati dan mengamalkan ajaran agama, kompetensi aspek afektif, kompetensi aspek kognitif, dan kompetensi aspek psikomotor. Pada aspek kognitif dan psikomotor, mata pelajaran geografi akan membekali peserta didik untuk mampu menganalisis keterkaitan antara dua atau lebih faktor atau variabel, menentukan underlying concept/theory geografi, mengevaluasi, dan mencipta  gagasan yang bersifat original terkait dengan objek kajian geografi. Pada aspek afektif diharapkan dapat membangun kemampuan peserta didik untuk bersikap, bertindak cerdas, arif, dan bertanggungjawab dalam menghadapi masalah sosial, ekonomi, ekologis, dan kebencanaan. Selanjutnya setelah keseluruhan proses pembelajaran dilalui, peserta didik diharapkan mampu mencapai Kompetensi Inti menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

Selain itu, dalam rangka mengenalkan wilayah dan potensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kajian materi geografi pada Kurikulum 2013 akan dilengkapi dengan contoh dan kasus yang terjadi di tanah air. Dengan cara demikian, Geografi diharapkan dapat menjadi bagian dalam memupuk sikap dan perilaku cinta tanah air, menanamkan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, dan bertanggung jawab terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945.

Tujuan

Mata pelajaran Geografi bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan:

  1. memahami pola spasial, lingkungan dan kewilayahan, serta proses yang berkaitan dengan gejala geosfera dalam konteks nasional dan global.
  2. menguasai keterampilan dasar dalam memperoleh data dan informasi, menerapkan pengetahuan geografi dalam kehidupan sehari-hari, dan mengomunikasikannya untuk kepentingan kemajuan bangsa Indonesia.  
  3. menampilkan perilaku peduli terhadap lingkungan hidup dan memanfaatkan sumber daya alam secara arif serta memiliki toleransi terhadap keragaman budaya bangsa.
  4. menampilkan perilaku cinta tanah air, bangga sebagai bangsa Indonesia, dan bertanggung jawab terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945.

Ruang Lingkup Materi

Ruang lingkup mata pelajaran Geografi meliputi aspek-aspek sebagai berikut.

  1. pengetahuan dasar geografi dan langkah-langkah penelitian geografi terhadap fenomena geosfera.
  2. Hubungan antara manusia dengan lingkungan sebagai akibat dari dinamika  geosfera.
  3. Kondisi geografis Indonesia untuk ketahanan pangan nasional, penyediaan bahan industri, dan energi alternatif.
  4. sebaran  barang tambang di Indonesia berdasarkan nilai strategisnya.
  5. mitigasi dan adaptasi bencana alam dengan kajian geografi.
  6. dinamika dan masalah kependudukan serta sumber daya manusia di Indonesia untuk pembangunan.
  7. keragaman budaya bangsa sebagai identitas nasional dalam konteks interaksi global.
  8. kearifan lokal dalam pemanfaatan sumber daya alam bidang pertanian, pertambangan, industri, dan pariwisata.
  9. Pelestarian lingkungan hidup kaitannya dengan pembangunan yang berkelanjutan.
  10. Pengetahuan dan pemanfaatan citra penginderaan jauh, peta, Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk kajian pembangunan.
  11. Pola persebaran, interaksi spasial, dan pewilayahan dalam perencanaan pembangunan.
  12. Kajian kondisi geografis negara maju dan negara berkembang untuk terjalinnya hubungan yang saling menguntungkan.

Prinsip-prinsip Belajar, Pembelajaran, dan Penilaian

Belajar merupakan proses psikologis yang hanya dapat diamati dari adanya perubahan tingkah laku peserta didik yang disebabkan oleh berkembang skema dan struktur kognitif, penambahan pengalaman, efektivitas interaksi dengan lingkungannya, dan adanya masalah yang dihadapi oleh peserta didik. Dengan asumsi bahwa konsep belajar merupakan kontinum dari berbagai teori belajar, prinsip belajar geografi dilandasi oleh semua teori belajar yang berorientasi pada aktivitas peserta didik. Peranan pendidik dalam prinsip belajar geografi bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator. Keterlibatan siswa di dalam belajar tidak hanya keterlibatan kognitif semata tetapi juga keterlibatan emosional sehingga terjadi penghayatan dan internalisasi nilai-nilai. Untuk terciptanya kondisi belajar di atas, prinsip-prinsip belajar yang perlu diperhatikan oleh peserta didik dan pendidik adalah prinsip kesiapan belajar, motivasi, perhatian, persepsi positif, dan konstruktivistik baik dalam mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap, maupun nilai-nilai geografi.

Dengan landasan prinsip belajar di atas, langkah pembelajaran geografi yang tepat adalah dengan pendekatan belajar proses sains yang terdiri dari lima langkah yaitu:

  1. Mengamati yaitu kegiatan belajar dari lingkungannya melalui indera penglihat, pembau, pendengar, pengecap dan peraba pada waktu mengamati suatu objek. Alternatif kegiatan mengamati antara lain observasi lingkungan, mengamati gambar, video, tabel dan grafik data, menganalisis peta, membaca buku, mendengar, menyimak, dan mencari berbagai informasi yang tersedia di media masa dan jejaring internet.
  2. Menanya yaitu kegiatan peserta didik untuk mengungkapkan apa yang ingin diketahuinya baik yang berkenaan dengan suatu objek, peristiwa, suatu proses tertentu. Dalam kegiatan menanya, peserta didik mengajukan pertanyaan kepada guru, nara sumber, atau kepada peserta didik lainnya. Pertanyaan dapat diajukan secara lisan dan tulisan  serta dapat membangkitkan motivasi peserta didik untuk tetap aktif  dan menyenangkan. Bentuknya dapat berupa kalimat pertanyaan dan kalimat hipotesis.
  3. Mengeksperimen, yaitu kegiatan mengumpulkan datamelalui kegiatan uji coba, mengeksplorasi lebih mendalam, dan mengumpulkan data sehingga data yang telah diperoleh dapat dianalisis dan disimpulkan. Kegiatan mengumpulkan dapat dilakukan dengan cara membaca buku, mengumpulkan data sekunder, observasi lapangan, uji coba (eksperimen), wawancara, menyebarkan kuesioner, dan lain-lain.
  4. Mengasosiasi yaitu kegiatan peserta didik untuk membandingkan antara data yang telah diolahnya dengan teori yang ada sehingga dapat ditarik kesimpulan dan atau ditemukannya prinsip dan konsep penting. Kegiatan mengasosiasi dapat berupa kegiatan menganalisis, membuat kategori, menentukan hubungan antar data/kategori, menyimpulkan dari hasil analisis data. Penemuan prinsip dan konsep  penting diharapkan dapat menambah skema kognitif peserta didik, memperluas pengalaman dan wawasan pengetahuannya.
  5. Mengomunikasikan yaitu kegiatan peserta didik dalam mendiskripkan dan menyampaikan hasil temuannya dari kegiatan mengamati, menanya, uji coba, dan mengasosiasi. Kegiatan mengomunikasikan ditujukan kepada kepada orang lain baik secara lisan maupun tulisan dan dibantu dengan perangkat teknologi baik konvensional maupun Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Dengan langkah pembelajaran yang berorientasi kepada peserta didik di atas, prinsip penilaian yang digunakan adalah penilaian berbasis kelas. Penilaian dilakukan oleh guru untuk mengambil keputusan setelah melalui langkah perencanaan, penyusunan alat penilaian, pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar siswa, pengolahan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa. Penilaian kelas dilaksanakan melalui berbagai teknik/cara, seperti penilaian unjuk kerja (performance), penilaian sikap, penilaian tertulis (paper and pencil test), penilaian proyek, penilaian produk, penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya siswa (portfolio), dan penilaian diri. Aspek peserta didik yang dinilai adalah aspek kognitif, psikomotor, afektif, dan pengalaman nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lengkap nya bisa di download di bawah ini

Download Kompetensi Dasar Geografi Kurikulum 2013