Geovolcan.com – hai sahabat geovolcan kita akan belajar tentang materi geografi dinamika penduduk, coba perhatikan gambar di atas! gambar di atas merupakan permukiman yang padat penduduk. Kepadatan penduduk disuatu wilayah disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah urbanisasi.

Urbanisasi merupakan perpindahan masyarakat desa ke kota. Terjadi urbanisasi sendiri banyak sekali faktor yang menyebabkannya, salah satunya adalah keinginan untuk mengubah kehidupan dalam bidang ekonomi. Masyarakat desa berbondong-bondong berpindah kekota dengan harapan dapat memperbaiki hidupnya, begitulah salah satu gambaran tentang dinamika kependudukan yang ada di indonesia.

Ringkasan Materi Geografi Dinamika Penduduk

Ledakan Jumlah Penduduk

  1. Dampak Peledakan Penduduk
    a. Persaingan Lapangan Pekerjaan, semakin tinggi pertumbuhan penduduk semakin banyak orang memperebutkan lapangan pekerjaan.
    b. Persaingan untuk mendapat permukiman, kondisi ini biasanya terjadi di kota-kota besar, mereka yang tidak mendapatkan pemukiman yang terjangkau biasanya tinggal di kawasan kumuh.
    c. Kesempatan pendidikan, pertambahan penduduk yang tinggi tidak diimbangi dengan pembangunan sarana dan prasarana mengakibatkan tidak semua penduduk memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan yang layak.
  2. Pengendalian Peledakan Penduduk
    a. Insentif dan sanksi. Insentif merupakan tunjangan biaya yang diberikan oleh pemerintah berwenang. Sanksi merupakan pembatasan tujangan yang diberikan pemerintah berwenang.
    b. Pendidikan tentang keluarga berencana.

Komposisi Penduduk Berdasarkan Umur Dan Jenis Kelamin

Menghitung Jumlah Penduduk

a. Sensus penduduk

Sensus penduduk dapat dibedakan atas dua macam, yakni sensus de facto dan de jure. Sensus de facto adalah penghitungan penduduk atau pencacahan penduduk yang dilakukan terhadap setiap orang yang pada waktu sensus diadakan berada dalam wilayah sensus. Sementara sensus de jure adalah pencacahan yang hanya dikenakan pada penduduk yang benar-benar bertempat tinggal dalam wilayah sensus tersebut.

b. Registrasi

Registrasi merupakan kumpulan keterangan mengenai kelahiran, kematian dan segala kejadian penting manusia, misalnya perkawinan, perceraian, pengangkatan anak dan perpindahan penduduk.

c. Survei

Survei merupakan pencacahan penduduk dengan cara mengambil contoh daerah.

Komposisi Penduduk

  • Berdasarkan tempat tinggal (Komposisi Geografis)
    • Penduduk desa
    • Masyarakat Kota
  • Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin (Komposisi Biologis)
    • Beban ketergantungan (DR)
  • Sex ratio. rasio jenis kelamin (SR)
  • Piramida penduduk dapat digolongkan ke dalam tiga macam, yaitu piramida penduduk muda, piramida penduduk stasioner, dan piramida penduduk tua.
    • Piramida penduduk muda menunjukkan bahwa penduduk suatu negara tersebut sedang mengalmai pertumbuhan.
    • Piramida penduduk Stasioner menunjukkan bahwa penduduk dalam suatu negara tersebut keadaan stasioner atau tetap. Piramida penduduk ini menunjukkan bahwa jumlah kelahiran dan kematian seimbang.
    • Piramida penduduk tua menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk suatu negara tersebut berada pada kelompok usia tua.
Sumber: www.geomedia.com

Menghitung Pertumbuhan Penduduk Suatu Wilayah

Materi Geografi Dinamika Penduduk

Mengukur Pertumbuhan Penduduk

a. Pertumbuhan Penduduk Alami (natural increase)
Pertumbuhan penduduk alami adalah selisih jumlah kelahiran dengan jumlah kematian (M).
T = (L – M)
b. Pertumbuhan Penduduk Total
Pertumbuhan penduduk total memperhitungkan migrasi (imigrasi dan emigrasi), dengan rumus sebagai berikut.
T = (L – M) + (I – E)

Proyeksi Penduduk

Jumlah penduduk di masa yang akan datang dapat dihitung atau diproyeksikan mengenai jumlah penduduk masa yang akan datang sangat penting.
Pn = Po (1 + r)n
Guna menghitung jumlah penduduk bertambah dua kali lipat dapat digunakan rumus Double Time sebagai berikut:
DT =70/r

Kelahiran (natalitas)

  • Faktor-faktor pronatalitas
    • Kawin usia muda
    • Tingkat kesehatan
    • Anggapan banyak anak banyak rezeki
  • Faktor-faktor antinatalitas
    • Pembatasan umur menikah
    • Program Keluarga Berencana
    • Pembatasan tunjangan anak
    • Anak merupakan beban

Pengukuran kelahiran dapat dilakukan melalui beberapa cara ;
a. Angka Kelahiran Kasar
Angka kelahiran kasar (crude birth rate disingkat CBR) menunjukkan jumlah kelahiran tiap 1.000 penduduk setiap tahun, dengan rumus sebagai berikut.

b. Angka Kelahiran Menurut Umur
Cara pengukuran kelahiran metode CBR seringkali kurang memuaskan karena tidak memperhatikan pembagian menurut jenis kelamin dan menurut golongan umur.

Kematian (mortalitas)

a. Faktor-faktor antimortalitas
• tersedianya fasilitas kesehatan yang memadai,
• lingkungan yang bersih dan teratur,
• adanya ajaran agama yang melarang bunur diri, dan
• tingkat kesehatan masyarakat yang tinggi sehingga penduduk tidak mudah terserang penyakit.


b. Faktor-faktor promortalitas• kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan,
• fasilitas kesehatan yang kurang memadai, misalnya kurangnya rumah sakit, peralatan kesehatan, dan obat-obatan,
• seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas,
• adanya bencana alam yang meminta korban jiwa,
• terjadinya peperangan.

c. Pengukuran kematian dapat dilakukan melalui beberapa cara.
• Angka Kematian Kasar
Angka kematian kasar (crude death rate / CDR) adalah angka yang menunjukkan jumlah kematian setiap 1.000 penduduk setiap tahun, dengan rumus sebagai berikut.

• Angka Kematian Menurut Umur
Angka kematian menurut umur (Age Specific Death Rate / ASDR) adalah angka yang menyatakan banyaknya kematian pada kelompok umur tertentu setiap 1.000 penduduk dalam kelompok umur yang sama.

Baca Juga : Materi geografi wilayah dan tata ruang

Persebaran Dan Kepadatan Penduduk

Faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran dan kepadatan penduduk tiap-tiap daerah atau negara adalah sebagai berikut.

  1. Faktor Fisiografis : Penduduk selalu memilih tempat tinggal yang baik, strategis, tanah subur, relief baik, cukup air, dan daerahnya aman.
  2. Faktor Biologi : Tingkat pertumbuhan penduduk di setiap daerah adalah berbeda-beda karena adanya perbedaan tingkat kematian, tingkat kelahiran, dan angka perkawinan.
  3. Faktor Kebudayaan dan Teknologi
    Daerah yang masyarakatnya maju, pola berpikirnya bagus, dan keadaan pembangunan fisiknya maju akan tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan daerah yang terbelakang.
    Kepadatan penduduk dapat dibedakan atas dua macam.
    a. Kepadatan penduduk aritmatik, yaitu jumlah rata-rata penduduk setiap km2.
    Kepadatan Penduduk Aritmatik =
    b. Kepadatan penduduk agraris, yaitu jumlah rata-rata penduduk petani setiap tahun luas lahan pertanian.
    Kepadatan Penduduk Agraris =
    c. Kepadatan penduduk fisiografis, yaitu jumlah rata-rata penduduk setiap tahun per luas lahan pertanian.
    Kepadatan Penduduk Agraris =

Kualitas Penduduk Berdasarkan Pendidikan, Kesehatan, Mata Pencaharian, Dan Pendapatan

  1. Kualitas Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
    Beberapa hal yang menyebabkan rendahnya tingkat pendidikan di Indonesia adalah sebagai berikut :
    a. Masih kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan.
    b. Pendapatan penduduk yang rendah menyebabkan anak tidak dapat melanjutkan sekolah karena tidak mempunyai biaya.
    c. Kurang dan tidak meratanya sarana pendidikan.
    Untuk menaikkan tingkat pendidikan penduduk, pemerintah Indonesia mengambil langkah-langkah, antara lain sebagai berikut.
    • Membangun sekolah-sekolah baru terutama SD Inpres di daerah-daerah yang kurang jumlah sekolahnya.
    • Mengadakan perbaikan dan penambahan alat-alat pratikum, laboratorium, perpustakaan dan buku-buku pelajaran.
    • Menambah dan meningkatkan kualitas guru.
    • Mencanangkan program wajib belajar dan orang tua asuh.
    • Memberikan beasiswa kepada murid-murid yang berprestasi.
    • Menjalankan Undang-Undang Dasar.
  2. Kualitas Penduduk Menurut Tingkat Kesehatan
    Penduduk suatu negara dikatakan berkualitas tinggi apabila tingkat kesehatannya juga tinggi. Biasanya ukuran kesehatan didasarkan pada angka kematian bayi (Infant Mortality Rate) dengan rumus sebagai berikut:
    IMR =
    Dalam upaya menaikkan tingkat kesehatan masyarakat, langkah-langkah :
    a. Memperbanyak dan meningkatkan fungsi rumah sakit, puskesmas, dll.
    b. Menambah jumlah serta menaikan kualitas tenaga medis.
    c. Menyelenggarakan penyuluhan kesehatan, gizi, dan lingkungan.
    d. Mengadakan imunisasi massal secara murah atau gratis.
    e. Mengadakan Posyandu.
  3. Kualitas penduduk menurut mata pencaharian penduduk
    Dengan meningkatnya tingkat pendidikan, maka kualitas tenaga kerja pun menjadi meningkat, sehingga lapangan kerja yang ada dapat terisi oleh tenaga kerja yang berkualitas baik.
  4. Kualitas penduduk menurut Pendapatan (Penghasilan)
    Besarnya penghasilan dapat mempengaruhi taraf hidup seseorang. Makin tinggi penghasilan makin tinggi pula tarap hidupnya. Pendapatan per kapita itu dipengaruhi oleh besar kecilnya pendapatan ekonomi nasional dalam satu tahun yang disebut GNP (Gross National Product) dan perkembangan jumlah penduduk.

Mobilitas Penduduk (Perpindahan Penduduk)

Mobilitas penduduk menuju suatu daerah dapat dipengaruhi dua faktor yaitu pull factor dan push factor.

  1. Pull Factor (Faktor penarik)
    a. Kesempatan ekonomi di wilayah lain
    b. Ketersedian lahan yang luas di wilayah tujuan
    c. Perpindahan pusat administratif sebuah wilayah
    d. Kedekatan dengan kerabat
  2. Push Factor (Faktor pendorong)
    a. Persaingan yang semakin berat di wilayah asal
    b. Lahan yang semakin sempit
    c. Jumlah penduduk semakin banyak
    d. Kondisi ekonomi yang kurang menguntungkan

Mobilitas penduduk dapat dibagi menjadi beberapa jenis:

  1. Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota.
  2. Ruralisasi adalah perpindahan penduduk dari kota ke desa
  3. Commuter/ penglaju adalah perpindahan bolak-balik dari desa ke kota
  4. Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari satu pulau ke pulau lain
  5. Emigrasi adalah perpindahan penduduk dari dalam negeri ke luar negeri
  6. Imigrasi adalah perpindahan penduduk dari luar negeri ke dalam negeri
  7. Remigrasi adalah kembalinya penduduk dari luar negeri ke tanah asal

Masalah Kependudukan Di Indonesia

  1. Jumlah penduduknya banyak
  2. Pertumbuhan penduduknya cepat
  3. Persebaran penduduknya yang tidak merata
  4. Komposisi penduduk kurang menguntungkan
  5. Arus urbanisasi tinggi. Arus urbanisasi yang tinggi menyebabkan banyak permasalahan di kota seperti timbulnya kawasan kumuh (slum area), banyaknya gelandangan dan pengemis, angka kriminalitas bertambah.

Usaha untuk mengatasi permasalahan kependudukan dan lingkungan hidup.

  1. Perencanaan, pengaturan, dan pembatasan usia minimal pernikahan.
  2. Perencanaan, pengaturan dan pembatasan kelahiran
  3. Meratakan persebaran penduduk
  4. Memperluas kesempatan kerja
  5. Menyelenggarakan pendidikan kependudukan dan lingkungan hidup
  6. Intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian
  7. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
  8. Perluasan industrialisasi
  9. Penggunaan tanah untuk pertanian, perindustrian.

Sekian Untuk Materi Geografi Dinamika Penduduk Silahkan kunjungi channel youtube kita geo volcan