Halo Sobat Geografi! Jika sebelumnya kita sudah membahas tentang jalur tol laut dunia atau ALKI, kali ini kita akan menyelam lebih dalam untuk mengenali “kavling-kavling” alam di perairan nusantara.
Tahukah kalian bahwa laut Indonesia yang sangat luas itu tidak semuanya sama? Bentuk dasar lautnya, arus airnya, hingga jenis ikan dan terumbu karang di dalamnya sangat bervariasi dari Sabang sampai Merauke. Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membagi perairan kita menjadi 18 wilayah khusus yang disebut Ekoregion Laut.
Mari kita pelajari lebih lanjut apa itu ekoregion laut dan bagaimana pembagiannya!

Keterangan Gambar: Peta 18 Ekoregion Laut Indonesia berdasarkan penetapan KLHK.
Apa yang Dimaksud dengan Ekoregion Laut? Ekoregion laut adalah wilayah perairan yang memiliki kesamaan ciri-ciri atau karakteristik alamiah. Pembagian ke-18 wilayah ini tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan didasarkan pada tiga aspek utama, yaitu:
- Morfologi Dasar Laut: Bentuk permukaan dasar lautnya, apakah berupa paparan dangkal (seperti Paparan Sunda dan Sahul), palung dalam, atau pegunungan bawah laut.
- Oseanografi: Karakteristik air lautnya, seperti pola arus, suhu permukaan laut, tingkat salinitas (kadar garam), hingga gelombang pasang surut.
- Keanekaragaman Hayati: Jenis-jenis flora dan fauna endemik yang hidup di wilayah tersebut, seperti tipe terumbu karang, spesies ikan, hingga jalur migrasi mamalia laut seperti paus dan lumba-lumba.
Daftar 18 Ekoregion Laut Indonesia Berdasarkan kriteria di atas, perairan Indonesia dibagi menjadi 18 kawasan ekoregion (E.L.) sebagai berikut:
- E.L. 1: Samudra Hindia Barat Sumatra
- E.L. 2: Samudra Hindia Selatan Jawa
- E.L. 3: Selat Malaka
- E.L. 4: Laut Natuna
- E.L. 5: Selat Karimata
- E.L. 6: Laut Jawa
- E.L. 7: Laut Sulawesi
- E.L. 8: Selat Makassar
- E.L. 9: Perairan Bali dan Nusa Tenggara
- E.L. 10: Teluk Tomini
- E.L. 11: Laut Halmahera
- E.L. 12: Laut Banda Sebelah Timur Sulawesi dan Teluk Bone
- E.L. 13: Laut Banda Sebelah Selatan Sulawesi
- E.L. 14: Laut Seram dan Teluk Bintuni
- E.L. 15: Laut Banda
- E.L. 16: Samudra Pasifik Sebelah Utara Papua
- E.L. 17: Teluk Cendrawasih
- E.L. 18: Laut Arafura
Mengapa Pembagian Ekoregion Ini Penting? Mempelajari ekoregion bukan sekadar menghafal nama-nama laut, tetapi memiliki fungsi yang sangat krusial bagi negara kita:
- Fokus Konservasi Lingkungan: Memudahkan pemerintah dalam membuat kebijakan perlindungan alam. Misalnya, penanganan limbah di Selat Malaka (E.L. 3) tentu membutuhkan strategi yang berbeda dengan perlindungan terumbu karang di Teluk Cendrawasih (E.L. 17).
- Pengelolaan Perikanan yang Berkelanjutan: Setiap ekoregion memiliki potensi ikan yang berbeda. Dengan mengetahui batas wilayah ini, nelayan dan pemerintah bisa menentukan kuota tangkapan ikan agar tidak terjadi overfishing (penangkapan berlebih).
- Tata Ruang Laut: Menjadi dasar perencanaan wilayah laut, mana yang boleh dijadikan kawasan industri pelabuhan, mana yang khusus untuk ekowisata, dan mana yang mutlak harus dilindungi sebagai cagar alam laut.
Kesimpulan Pembagian 18 Ekoregion Laut membuktikan betapa kompleks dan kayanya perairan Indonesia. Menjaga kelestarian sumber daya alam di dalamnya adalah tugas kita bersama agar keseimbangan ekosistem dan potensi ekonomi kelautan dapat terus dinikmati hingga generasi mendatang.
Ruang Diskusi: Dari 18 ekoregion laut di atas, manakah ekoregion yang letaknya paling dekat dengan tempat tinggal kalian? Coba tuliskan di kolom komentar beserta potensi laut unggulan (misalnya perikanan wisata atau tambang) yang ada di perairan tersebut!






