Mitigasi Bencana Longsor

 Geovolcan.com – Hai sahabat geo kali ini kita akan belajar tentang mitigasi bencana longsor yuk simak dan baca sampai habis ya !! secara pengertian dalam undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana disebutkan mitigasi bencana adalah serangkaian upaya mengurangi resiko bencana baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi resiko di wilayah rawan bencana. 

Longsor sering terjadi di daerah yang berlereng terjal di  bukit atau gunung. au bencana longsor umumnya tidak dipicu oleh faktor tunggal, tetapi kombinasi dari berbagai faktor, yaitu hujan tinggi, lereng terjal, tanah tebal dan kurang padat, terjadinya pengikisan, tutupan vegetasi berkurang, serta ada getaran.

 kita perlu waspada apabila tinggal di daerah berlereng terjal titik kejadian longsor begitu cepat sehingga tidak banyak waktu untuk menyelamatkan diri titik material longsor menimbun daerah di bawahnya sehingga untuk menghadapi kejadian longsor kita perlu melakukan tindakan mitigasi baik sebelum saat terjadi longsor maupun setelah terjadi longsor.

Sebelum longsor

 Tindakan yang perlu dilakukan sebelum terjadi longsor sebagai berikut

  •  mengenali daerah rawan longsor
  • mengurangi keterjalan lereng dan air tanah
  • menghindari air resapan ke dalam lereng dengan drainase yang baik
  • menghindari pembangunan pemukiman dan fasilitas utama di daerah rawan bencana
  • terasering dengan sistem drainase yang tidak meresap kan air ke dalam tanah
  • penghijauan dengan tanaman berakar dalam dan jarak tanam yang tepat, serta di bagian dasar ditanami rumput.
  • mendirikan bangunan dengan Pondasi yang kuat
  • Melakukan pemadatan tanah di sekitar perumahan
  • membuat tanggul penahan runtuhan batuan (rock fall)
  • Menutup perekahan di lereng bagian atas agar air tidak masuk ke tanah secara cepat.
  • menanami lahan yang gersang dengan tanaman berakar kuat, banyak, dan dalam.
  • tidak mendirikan bangunan permanen di daerah Tebing dan tanah bergerak. 
  • Membuat selokan yang kuat untuk mengalirkan air hujan.
  • Waspada terhadap curah hujan tinggi
  • Tidak menggunduli hutan dan menebang pohon sembarangan.

Baca Juga : Bencana Alam Klimatologis

Saat longsor

Tindakan yang perlu dilakukan ketika terjadi longsor.

  • Segera melakukan evakuasi dengan menjauhi suara gemuruh atau datangnya longsoran.
  • Apabila mendengar suara sirine peringatan longsor, segera evakuasi ke arah zona evakuasi yang telah ditentukan.

Setelah Longsor

Setelah terjadi longsor, tindakan yang perlu dilakukan sebagai berikut.

  • Hindari daerah longsor karena kondisi tanah yang labil.
  • Apabila hujan turun setelah terjadi longsor, antisipasi longsor susulan.

Lihat Video juga tentang : Materi Geografi Kelas 10 | Vulkanisme

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi cara sederhana menghadapi bencana longsor. Caranya dengan mengetahui ciri-ciri daerah rawan longsor, berupaya mengurangi bencana longsor, serta melakukan tindakan saat dan setelah terjadi longsor. Upaya mengurangi atau mencegah longsor dilakukan dengan tindakan antara lain:

  • Menutup retakan pada atas tebing
  • Menanami lahan pada lereng dengan pepohonan atau tanaman penguat tanah
  • Memperbaiki Tata air dan penggunaan lahan
  • Mewaspadai mata air atau rembesan air pada lereng serta mewaspadai hujan deras yang berlangsung lama. 

Sekian materi tentang mitigasi bencana longsor semoga bermanfaat !!

Next Post

No more post

Avatar
Sebuah website guru geografi untuk berbagi materi Geografi untuk SMA/MA untuk kelas 10, 11, 12 dan Umum.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.