Pentigraf : Sekilas Tentangnya dan Contoh Pentigraf Bertemakan Sosial Remaja

funfact1660 Dilihat

Pentigraf merupakan kependekan dari Cerpen Tiga Paragraf. Karya sastra ini pertama kali ditemukan dan dikembangkan oleh seorang sastrawan asal Unesa (Universitas Negeri Surabaya), Dr. Tengsoe Tjahjono.

Kenapa dinamakan Pentigraf? Karna karya sastra ini hanya terdiri dari tiga paragraf, tidak kurang ataupun lebih. Sangat berbeda kan dengan Cerpen pada umumnya? Meskipun hanya tiga paragraf saja, karya sastra Cerpen ini tetap harus memiliki tokoh, alur cerita, dan konflik layaknya Cerpen pada umumnya. Itulah kenapa, membuat Pentigraf lebih susah daripada menulis Cerpen, karna penulis harus benar-benar memperhatikan kalimat efektif dan harus bisa menamatkan cerita mereka hanya dalam tiga paragraf dengan runtut.

Struktur Pentigraf terdiri dari Abstraksi, Komplikasi, dan Resolusi. Di bagian Abstraksi biasanya memuat pengenalan tokoh ataupun peristiwa. Di bagian Komplikasi memuat urutan peristiwa atau kejadian, jadi biasanya di bagian ini memuat banyak kalimat yang cukup panjang. Sedangkan di bagian terakhir alias Resolusi, memuat penyelesaian dari konflik atau masalah yang diceritakan. Tak jarang, penulis juga membumbui dengan twist yang akan membuat pembaca menepuk jidat mereka, serasa ditipu dan dijebak.

Agar lebih paham tentang Pentigraf, ini dia contoh Pentigraf bertemakan sosial remaja.

Baca Juga : Secret 2 : The Truth of The Past, Wattpad Story by Aiden

Si Penulis Tanpa Kata

Siang ini, deru angin berseru kencang, menerbangkan gantungan pesawat-pesawat kertas di dalam ruang kecil tak berpenghuni di sudut sekolah. Derai gerimis mulai membunyikan atap berbahan seng yang menutupi ruangan kecil itu. Di pojok ruangan, seorang gadis muda berambut hitam pekat sepanjang bahu duduk meringkuk sembari memeluk sobekan kertas di tangannya. Udara dingin terus membuat tubuhnya bergetar, luka lebam di wajahnya terasa perih hingga air matanya mengucur tanpa henti. Kepalanya sudah kosong, hanya bayangan wajah menakutkan teman-teman sekelasnya yang setiap hari memandangnya benci. Ia selalu dijauhi teman-temannya, bahkan tak sedikit yang menganggapnya pembunuh karna menjadi tersangka utama kasus bunuh diri sahabatnya. Sekolah ramah anak? Persetan dengan julukan itu saat guru-guru berlaku cabul kepadanya. Manusia memang serba salah, mengaku bersalah dicemooh, mengaku tidak bersalah karna memang itu faktanya juga tetap disalahkan.

Sobekan kertas yang satu persatu jatuh ke lantai dan basah bercampur air mata penuh luka itu, adalah sisa dari sebuah buku tulis berisi cerita fiksi yang ia karang sendiri bertajuk “Pelangi di Kolong Jembatan”. Ia senang karyanya dibaca banyak orang, namun ia juga sedih karna banyak yang membencinya dalam waktu yang bersamaan. Siang ini sesuatu menimpanya, peristiwa kelam yang membuat tanda lebam di tubuhnya. Jangankan melawan, menangis sesenggukan saja tidak bisa. Luka di hatinya lebih sakit daripada fisiknya. Tak ada yang menolongnya hingga ia terkunci di ruang kumuh, sempit, dan tak pernah dijangkau warga sekolah.

Beruntungnya, seseorang mengetuk pintu dengan keras, membangunkannya dari mimpi kelewat nyata yang sangat ia benci. Ia tertidur di kelas sudah dari sejam yang lalu saat semua orang sudah pergi meninggalkan jejak. Tinggal dirinya dan seseorang tak dikenal yang tiba-tiba masuk dan memeluknya, mengelus punggung sambil berkata, “kau baik-baik saja?” Selama ini tak ada yang menanyakan kabarnya, bahkan sahabat dari kecilnya menghilang meninggalkan luka. Ia menangis sesenggukan sambil memeluk erat sosok perempuan di depannya. Memeluk orang tersayang saat kesedihan merenggut jiwa memang obat terbaik. Namun nyatanya, penulis tanpa kata untuk bersuara itu hanya menangis seorang diri, tak ada orang lain selain dirinya di sana.

Baca Juga : Bayaran Lewat Gang

Pelangi di Kolong Jembatan

Pagi ini, sinar matahari sudah terasa terik. Burung-burung bernyanyi merdu menghiasi lapangan sekolah seluas stadion bola. Suara derap langkah para siswa yang tengah berlari kecil di sana terdengar jelas dari sudut lapangan, mengusik pemuda dengan jas almamater kebanggaannya yang tengah duduk di salah satu tribun sambil menyanyi tidak jelas. Mulutnya terus saja berbunyi merdu, menyuarakan mimpinya yang dipendam sekolahnya sendiri. Orang-orang di sana menatapnya heran, siswa seperti dirinya punya bakat? Hal yang menakjubkan. Ia menghiraukan hal tersebut. Jika ia terus peduli dengan anjing marah yang berkali-kali menggonggong, mereka akan semakin menggonggong ria, berusaha menjatuhkannya di lubang sempit nan dalam.

Seperti biasa, sepulang sekolah, ia langsung berganti peran menjadi pemulung compang-camping yang memunguti kaleng-kaleng dan botol plastik. Walau compang-camping, ia tak pernah meninggalkan Hp dan earphone yang merupakan tanda kejayaan dalam hidupnya selama bertahun-tahun tanpa sosok ayah ibu. Tak jarang ia bertemu dengan teman sekelasnya yang baru pulang dari sekolah. Mereka menatapnya jijik, benci, bahkan sesekali membicarakannya dengan lantang. Sayang sekali, cemoohaan itu tidak mempan bagi dirinya. Ia tak mempedulikan hal itu. Mereka mengecapnya tak berbakat, tak mampu, pengemis, pemulung, pembantu, bahkan orang gila pun ia tidak peduli.

Katanya sekolah adalah tempat mengembangkan bakat dan minat siswa untuk meraih prestasi, itu tidak berlaku baginya. Berkali-kali mimpinya untuk mencari prestasi dengan bantuan sekolah selalu ditolak mentah-mentah dengan dalih keuangan dan finansial sekolah yang menyempit, padahal bangunan-bangunan di sana seakan-akan selalu diperbarui sehari sekali. Sekolah bukan satu-satunya tempat baginya untuk merajut mimpi. Sore menjelang malam, di tengah kota, bersama dengan gitar cantik yang berhasil ia pungut pada suatu hari, ia bernyanyi merdu menghiasi megahnya gedung-gedung kota dengan cahaya malamnya. Banyak orang yang memujinya, bahkan saat itu pula teman-temannya yang tak sengaja ada di sana juga ternganga melihatnya bernyanyi. Keputusannya untuk tidak mempedulikam apapun yang menjatuhkannya sangat berguna, karna ia hanya yakin kalau ia adalah sebuah pelangi di kolong jembatan.

Itu dia sekilas informasi mengenai Pentigraf alias Cerpen Tiga Paragraf beserta contohnya yang mungkin bisa menjadi referensi untuk menulis Pentigraf. Gimana? Mau coba nulis Pentigraf sekarang?