Puisi Berantai : Pengertian dan Contoh, Dijamin Ngakak Kenceng

funfact1575 Dilihat

Puisi, karya sastra tersebut pastinya sudah terkenal di banyak kalangan, mulai remaja sampai dewasa. Karya sastra tersebut sudah ada sejak zaman dahulu, namun sampai sekarang masih eksis dan masih disukai banyak orang.

Mengapa banyak yang suka? Karna puisi sendiri, biasanya dijadikan sebagai media untuk menyampaikan suatu pesan yang tersirat kepada orang lain. Banyaknya diksi yang ada di puisi, terkadang pembaca harus lebih fokus dalam mencermati isi puisi agar bisa mendapatkan pesan tersebut.

Puisi itu banyak jenisnya, salah satunya adalah puisi berantai. Puisi yang satu ini bisa dibilang merupakan gabungan dari beberapa puisi dan dibacakan oleh beberapa orang dengan tema, topik, atau bahkan peran yang berbeda-beda. Biasanya, puisi berantai mengandung unsur jenaka, dengan menyambungkan kata-kata terakhir dalam satu baik dari peran satu ke peran yang lain. Meskipun berbeda topik, puisi berantai tetap saling menyambung layaknya sebuah dialog, itulah yang menjadi keunikan dari jenis puisi yang satu ini.

Biar lebih paham, ini dia contoh puisi berantai bertemakan Hari Guru Nasional.

Baca Juga : Pentigraf : Sekilas Tentangnya dan Contoh Pentigraf Bertemakan Sosial Remaja

Persistensi (Ketekunan)

Oleh Danang Febrian Zurizal

Siswa : Aku, siswa yang benci Matematika tapi masuk IPA

Guru : Aku, seorang guru agama yang selalu sabar menuntun murid-muridku ke jalan yang benar. Masya allah tabarakallah

Bu Kantin : Aku, Koki kantin terkenal yang akan memberikan semangat belajar lewat geprek dan teriyakiku

Siswa : Setiap hari, hidupku penuh dengan tugas. Matematika, Bahasa, dan Agama, tugasnya tanpa batas dan selalu jadi prioritas. Matematika, mapel yang paling aku benci. Aku benci dengan berhitung. Kebencianku dengan matematika sampai membuatku pusing hingga tidak enak badan dan muntah ….

Bu Kantin : Cobek, senjata andalanku saat banyak pesanan melanda. Cobekku ku gunakan dengan semangat untuk membuat sambal geprek yang sedap dan mantap. Selain itu, cobek juga ku gunakan untuk ….

Guru : Memukul orang, itu sarang dosa. Menggunjing orang, itu juga sarang dosa, bahkan mengganggu orang itu juga sarang …..

Siswa : Ayam geprek, saat aku pusing dengan matematika, aku selalu ingin makan ayam geprek. Karna ayam geprek, selalu membuatku ….

Bu Kantin : Mati. Satu ayamku harus mati untuk diolah menjadi ayam geprek yang sangat mantap. Aku sangat sayang dengan ayam-ayamku. Saat mereka mati, aku selalu bilang …..

Guru : Bercyandahhhhhhh, Gundulmu yang bercanda! Seorang guru, pastinya selalu ingin muridnya bisa meraih mimpi. Walau jatuh, harus bangkit lagi, karena pelaut hebat, tak pernah lahir di ….”

Siswa : Baskom. Bahkan baskom saja diobservasi untuk dihitung. Jari-jarinya, volumenya, bahkan sepertinya ketahanannya juga dihitung. Aku pusing dengan rumus-rumus matematika. “Nggak Bisa, Pak.” Itulah kata-kata yang selalu keluar dari ….

Bu Kantin : Bokongku, bergoyang mengikuti alunan lagu yang mengalun di warungku. Sambil menggerakan cobek, aku memasakkan masakan yang enak untuk para guru. Merekalah yang menjadi tokoh utama di sekolah. Penggerak dan pengembang masa depan siswa. Mereka butuh diapresiasi dengan amunisi dari makananku yang sangat …..

Guru : Anjing, daging anjing haram untuk dikonsumsi. Daging babi haram untuk dikonsumsi, dan masih banyak hukum islam yang mengharamkan beberapa makanan dan minuman. Wahai siswaku, aku ingin kalian sukses di dunia dan di akhirat. Persetan jika banyak yang menganggapku memakan gaji buta. Aku akan tetap mendampingi dan membimbing kalian sampai …..

Siswa : terbirit-birit aku saat disuruh mengerjakan soal di depan semua orang. Tanganku, terus bergerak di papan tulis, menulis jawaban yang aku tidak tahu kebenarannya. Kemarin malam, aku memang kurang ….

Bu Kantin : Micin secukupnya, gula secukupnya, dan sambal geprek mantap sudah jadi. Untuk kesegaran, aku memberi mereka es teh …..

Guru : Segudang prestasi ingin kalian raih bukan? Maka raihlah! Aku ingin melihat kalian mengalungi 100 lebih ….

Siswa : papan tulis, di depanku kini selesai aku coret. Aku takut dimarahi jika salah. Tapi ternyata, guru matematiku orangnya sabar. Beliau mengajariku dan membenarkan yang salah. Aku, memang benci matematika. Tapi aku, tak pernah membenci gurunya.

Baca Juga : 4 Puisi Berantai Lucu, Bisa Jadi Hiburan dan Teman di Waktu Senggang

Guru : Bagaimanapun juga, guru adalah orang yang dengan giat mengajari kita sampai bisa, berharap besok kita akan menjadi orang sukses.

Bu Kantin : Dengan ketekunan itu, kita juga harus giat dalam belajar agar tidak mengecewakan guru-guru yang sudah jerih payah membimbing dan mengajari kita yang namanya ilmu.

Siswa : Itulah …

Bersama : PERSISTENSI

Guru : Tekun,

Bu Kantin : Giat,

Siswa : Dan Semangat seorang guru dalam membimbing muridnya yang patut diapresiasi setinggi-tingginya.

Bersama : Selamat Hari Guru Nasional

Bu Kantin : Guru adalah pahlawan

Guru : Guru adalah panutan masa depan.

Gimana? Sudah ngakak sampai terbirit-birit belum? Itu dia contoh puisi berantai yang bisa dijadikan referensi saat Hari Guru Nasional. Komen di bawah, puisi berantai singkat versi kalian!