Bencana Geologi

Bencana geologi disebabkan oleh aktivitas Tektonisme dan vulkanisme yaitu gerakan atau tenaga dari dalam bumi yang muncul ke permukaan bumi. Bencana Geologi dapat ditimbulkan oleh gempa, erupsi gunung api, dan angin, dan longsor.

Gempa

litosfer
litosfer gempa bumi

Apakah anda pernah merasakan gempa? secara pengertian Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan atar lempeng bumi, patahan aktif, aktivitas gunung api atau runtuhan batuan.

Karakteristik gempa bumi adalah sebagai berikut:

  • Berlangsung dalam waktu yang sangat singkat
  • Lokasi kejadian tertentu
  • Akibatnya dapat menimbulkan bencana
  • Berpotensi terulang kembali
  • Belum dapat di prediksi
  • Tidak dapat dicegah tetapi akibat yang ditimbulkan dapat dikurangi

Letusan Gunung Api

gray scale photo of active volcano

Letusan gunung api merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah erupsi. Bahaya letusan gunung api dapat berupa awan panas, lontaran material (pijar), hujan abu lebat, lava, gas racun, tsunami dan banjir lahar.

Karakteristik letusan gunung api:

  • Biasanya ada tanda peringatan dan dapat diprediksi
  • Dapat merusak struktur bangunan
  • Aliran lava dapat mengakibatkan kebakaran
  • Sebaran debu vulkanik dapat menjangkau areal yang luas
  • Banjir lava dapat terjadi jika disertai hujan

Baca juga : Tingkat Isyarat Gunung Berapi Di Indonesia

Longsor

Secara pengertian tanah longsor merupakan merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya yang bergerak menuruni atau keluar lereng akibat tergantungnya kestabilan tanah ataupun batuan penyusun lereng.

Faktor penyebab terjadinya gerakan pada lereng juga tergantung pada kondisi batuan dan tanah penyusun lereng, struktur geologi, curah hujan, vegetasi penutup dan penggunaan lahan pada lereng tersebut, namun secara garis besar dapat dibedakan sebagai faktor alam dan faktor manusia.

1. Faktor Alam

  • Kondisi geologi: batuan lapuk, kemiringan lapisan, sisipan lapisanbatu lempung, strukutur sesar dan kekar, gempa bumi, stragrafi dan gunung berapi.
  • Iklim: curah hujan yang tinggi.
  • Keadaan topografi : lereng yang curam.
  • Keadaan air: kondisi drainase yang tersumbat, akumulasi massa air,
    erosi dalam, pelarutan dan tekanan hidrostatika.
  • Tutup lahan yang mengurangi tahan geser, misalnya tanah kritis.
  • Getaran yang diakibatkan oleh gempa bumi, ledakan, getaran mesin,
    dan getaran lalu lintas kendaraan.

2. Faktor Manusia

  • Pemotongan tebing pada penambangan batu di lereng yang terjal.
  • Penimbunan tanah urugan di daerah lereng.
  • Kegagalan struktur dinding penahan tanah.
  • Penggundulan hutan.
  • Budidaya kolam ikan diatas lereng.
  • Sistem pertanian yang tidak memperhatikan irigasi yang aman.
  • Pengembangan wilayah yang tidak di imbangi dengan kesadaran
    masyarakat, sehingga RUTR tidak ditaati yang akhirnya merugikan
    sendiri.
  • Sistem drainase daerah lereng yang tidak baik.

Baca juga : Materi tentang gempa bumi

Tanda-tanda tanah lonsor adalah sebagai berikut:

  • Munculnya retakan-retakan di lereng yang sejajar dengan arah tebing.
    Biasanya terjadi setelah hujan.
  • Munculnya mata air baru secara tiba-tiba.
  • Tebing rapuh dan kerikil mulai berjatuhan.
  • Jika musim hujan biasanya air tergenang, menjelang bencana itu, airnya
    langsung hilang.
  • Pintu dan jendela yang sulit dibuka
  • Runtuhnya bagian tanah dalam jumlah besar.
  • Pohon/tiang listrik banyak yang miring.
  • Halaman/dalam rumah tiba-tiba ambles

Tsunami

big waves under cloudy sky

Hal yang pernah kita rasakan adalah tsunami di Aceh tahun 2004 yang lalu, Tsunami berasal dari bahasa jepang yaitu tsu = pelabuhan, nami = gelombang, secara harafiah berarti “ombak besar di pelabuhan”. Tsunami dapat di artikan sebagai gelombang ombak lautan. Jadi, tsunami adalah serangkaian gelombang ombak laut raksasa yang timbul karena adanya pergeseran di dasar laut akibat gempa bumi.

Gelombang tsunami bermula dari gerakan hebat lempeng bumi yang berpusat dangkal di dasar samudera. Pergerakan lempeng tersebut kemudian menunjam masuk ke dalam perut bumi, dan menyebabkan air laut surut dari bibir pantai, kemudian air laut yang terhempas masuk ke dalam patahan samudera tersebut akan menyeruak dan menggulung hebat menjadi gelombang raksasa setinggi belasan meter. Gelombang inilah yang ketika mencapai daratan dan menghempas apapun yang dilaluinya disebut sebagai gelombang tsunami.

Tsunami memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Kecepatan tsunami tergantung pada kedalaman laut dan percepatan gravitasi di tempat tersebut.
  • Ketinggian gelombang tsunami berbanding terbalik dengan kecepatan artinya jika kecepatan tsunami besar, maka ketinggian gelombang tsunami hanya beberapa puluh centimeter saja, sebaliknya untuk di daerah pantai, kecepatan tsunaminya kecil sedangkan ketinggian gelombangnya cukup tinggi bisa mencapai puluhan meter.

Sekian tentang Bencana Geologi apabila di atas masih kurang coba di tambahi di kolom komentar ya semoga bermanfaat.

Avatar
Sebuah website guru geografi untuk berbagi materi Geografi untuk SMA/MA untuk kelas 10, 11, 12 dan Umum.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.