Hai dahabat geovolcan apa itu gempa bumi atau seisme ? pasti kita tidak asing dengan gempa bumi, Di Indonesia sering terjadi gempa bumi di berbagai tempat, semoga kita terlindung dari bencana gempa bumi itu sendiri

Kali ini kita akan belajar mengenai hal tersebut, secara pengertian gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari bawah permukaan secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa bumi biasanya disebabkan oleh pergerakan kerak bumi atau lempeng bumi Selain itu gempa bumi juga disebabkan oleh letusan gunung api. Penyebab gempa bumi adalah pergerakan lempeng bumi atau kerak bumi.

Menurut BMKG gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi. Akumulasi energi penyebab gempa bumi dihasilkan dari pergerakan lempeng-lempeng tektonik energi yang dihasilkan dipancarkan ke segala arah berupa gelombang gempa bumi sehingga efeknya dapat dirasakan sampai ke permukaan bumi

Gempa bumi diukur dengan menggunakan alat seismometer. Moment magnitudo adalah skala yang paling utama di mana gempa bumi terjadi untuk seluruh dunia skala Richter adalah skala yang dilaporkan oleh observatorium seismologi nasional yang diukur pada skala besarnya lokal 5 magnitudo Skala yang sama selama rentang angka mereka valid gempa 3 magnitudo atau lebih sebagian besar hampir tidak terlihat dan besarnya 7 kali lebih berpotensi menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas tergantung pada kedalaman

Gempa gempa bumi terbesar bersejarah besarnya adalah lebih dari 9 skala Richter Meskipun tidak ada batasan besarnya gempa bumi besar terakhir besarnya 9,0 atau lebih besar yaitu gempa di Jepang pada tahun 2011 dan itu adalah gempa Jepang terbesar sejak pencatatan dimulai intensitas getaran diukur pada modifikasi skala mercalli ini adalah gambar gempa Jepang 2011 yang memporak-porandakan wilayah yang ada di Jepang

Gempa Bumi Berdasarkan Penyebabnya

1 Gempa Bumi Vulkanik Atau Gunung Api

Suatu Gempa bumi yang terjadi akibat adanya aktivitas magma gunung api yang biasa terjadi sebelum gunung tersebut meletus apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan mengakibatkan terjadinya gempa gempa bumi ini hanya terdapat di daerah gunung api yang meletus.

2.Gempa Bumi Tektonik

gempa yang disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik yaitu pergeseran lempengan tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang kecil sampai yang sangat besar daerah yang sering kali mengalami gempa jenis ini yaitu daerah pegunungan lipatan muda adalah daerah rangkaian Mediterania dan rangkaian sirkum pasifik bahaya dari gempa ini sangat besar karena lapisan bumi dapat mengalami lipatan patahan pun pergeseran yang

3.Gempa Bumi Runtuhan

jenis gempa bumi yang biasanya terjadi pada daerah kapur atau pada daerah pertambangan jenis gempa ini jarang terjadi dan bahaya yang diakibatkan dari gempa bumi runtuhan kecil umumnya gempa runtuhan terjadi pada wilayah lokal.

Baca juga:

Materi Geografi Bencana Alam | Geovolcan | Definisi, jenis bencana di indo
Geografi Profil Tanah | Geovolcan | Materi Geografi kelas 10
Pembelajaran Gempa Bumi – Mitigasi Bencana | Geografi Kebencanaan

Gempa Bumi Berdasarkan Kedalaman Hiposentrumnya

1. Gempa Bumi Dalam

gempa bumi yang hiposentrumnya atau pusat gempanya berada lebih dari 300 KM di bawah permukaan bumi atau di dalam kerak bumi gempa bumi dalam pada umumnya tidak terlalu berbahaya

2. Gempa Bumi Menengah

gempa bumi menengah adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada antara 60 km sampai 300 KM di bawah permukaan bumi gempa bumi menengah pada umumnya menimbulkan kerusakan ringan dan getarannya lebih terasa

3. Gempa Bumi Dangkal

gempa bumi yang hiposentrumnya berada kurang dari 60 km dari permukaan bumi gempa bumi ini biasanya menimbulkan kerusakan yang besar.


seisme atau gempa bumi dapat terjadi akibat adanya Tektonisme atau Vulkanisme.

Tektonisme adalah gerakan yang ada di dalam bumi akibat adanya tekanan yang ada di dalam bumi tekanan Ini menghasilkan tenaga horizontal dan vertikal yang menekan kerak bumi .

Sedangkan Vulkanisme adalah gerakan magma di dalam bumi akibat gerakan ini bumi menjadi tertekan dan bergetar seisme atau gempa bumi dapat terjadi di laut maupun di darat kekuatan dari gempa bumi dapat mempengaruhi tingkat kerusakan yang terjadi pada kerak bumi kekuatan gempa bumi diukur dengan skala Richter atau skala magnitudo skala 1 adalah yang terkecil sedangkan skala 3 hingga 6 gempa yang ditimbulkan tidak membahayakan skala 7 keatas adalah kekuatan gempa bumi yang mampu menghancurkan gedung dan meratakan tanah jika gempa bumi dengan skala diatas 7 berada di laut maka berpotensi menjadi tsunami.

Pada gempa bumi mencari sentrum dan episentrum sangat penting untuk mengetahui lokasi titik gempa kekuatan gempa serta sejauh mana gempa itu terasa.

kalian bisa perhatikan di tsunami Aceh yang terjadi pada tahun 2004 yang diakibatkan oleh gempa bawah laut yang mengakibatkan Tsunami.

sumber : https://statik.tempo.co/

Hiposentrum Dan Episentrum Gempa

Hiposentrum adalah pusat titik gempa yang ada di dalam bumi hiposentrum diukur melalui gelombang seismik gelombang seismik adalah gelombang elastis yang memancarkan getaran di dalam dan di permukaan bumi hiposentrum adalah pusat gempa sehingga lokasi hiposentrum adalah lokasi awal dari gempa bumi itu terjadi

Kalian bisa perhatikan di gambar ini ini adalah ilustrasi dari hiposentrum dan episentrum hiposentrum itu adalah pusat gempanya sedangkan episentrum itu adalah lanjutan dari gempa tersebut.

Gempa bumi yang terjadi akibat dari Tektonisme dan Vulkanisme pasti memiliki hiposentrum tekanan yang ada di dalam bumi akan menyebabkan lapisan bumi bergetar yang menghasilkan hiposentrum semakin dekat hiposentrum maka gempa akan semakin terasa dan kerusakan yang ditimbulkan akan semakin besar hiposentrum yang ada di laut dan semakin dekat dengan permukaan dasar laut lebih berbahaya karena dapat menciptakan tsunami.

Episentrum dapat dikatakan sebagai gelombang hasil rambatan dari hiposentrum saat hiposentrum menghasilkan 1 titik gempa gempa itu memiliki gelombang yang membentuk melingkar gelombang tersebut semakin lama akan melebar dan menghilang hiposentrum adalah gelombang hasil dari titik hiposentrum Hal ini dapat diumpamakan pada air yang tenang saat air tenang mendapatkan tekanan pada satu titik Maka timbul gelombang yang melebar dan semakin jauh dari pusat atau titik tekanan. gelombang tersebut akan semakin melebar dan kemudian menghilang. episentrum bertugas membawa sisa gelombang dan menyebarkannya dapat dikatakan episentrum adalah medium yang bertugas meneruskan getaran ke permukaan bumi.

episentrum adalah hasil dari hiposentrum untuk mengukur letak episentrum diperlukan sebuah metode metode tersebut adalah metode LASKA merupakan metode yang menghitung selisih datangnya gelombang primer dan sekunder saat terjadinya gempa

Gempa Bumi Berdasarkan Episentrumnya

1.Gelombang Primer

gelombang yang merambat dan berasal dari pusat gempa gelombang ini cepat dan dapat merusak

2.Gelombang Sekunder

gelombang yang merambat akan tetapi memiliki kecepatan yang lebih pelan gelombang ini ada setelah gelombang primer dan gelombang sekunder lebih lemah dari gelombang primer

untuk penjelasan bisa lihat video di bawah ini:

Oke Cukup sekian pembahasan kita mengenai gempa bumi semoga bermanfaat, jangan lupa dukung kita di channel youtube kami geo volcan terima kasih