Profil tanah merupakan sebuah irisan melintang pada tubuh tanah, dibuat dengan menggali tanah. Horizon merupakan lapisan atau zona pada tanah yang terbentuk karena adanya variasi komposisi, tekstur, dan struktur tanah. Profil tanah dibagi menjadi 4 horizon mulai dari yang teratas sampai ke bagian yang terdalam yaitu O, A, B, dan C. Kadang istilah ini profil daan kedalaman tanah biasa disebut dengan solum.


Keterangan:
a. Horizon O:lapisan tanah yang sebagian besar terdiri dari bahan organik, terbentuk paling atas (topsoil)
b. Horizon A: suatu horizon mineral permukan yang di dalamnya terdapat zat organik yang menghumus.
c. Horizon E: horizon eluvial di bawah horizon O dan A berkadar zat organik lebih rendah dan berwarna lebih muda.
d. Horizon B: horizon mineral yang berwarna lebih kelam, tekstur lebih berat dan struktur lebih rapat jika di bandingkan horizon-horizon lainnya.
e. Horizon C: horizon yang berubah karena proses pelapukan tetapi mengandung sedikit bahan organik. Biasa disebut batuan induk terlapuk (regolith)
f. Horizon R: lapisan batuan yang merupakan bahan dasar pembentuk tanah. Bahan dasar inilah yang mengalami pelapukan sehingga terbentuk tanah

Faktor-faktor pembentukan tanah di indonesia.

Faktor pembentuk tanah ditulis :
T = tanah
f = Faktor
i = iklim
o = organisme
b = bahan induk
t = topografi
w= waktu / umur tanah

Warna tanah

  1. warna hitam = banyak mengandung bahan organik
  2. warna merah = mengandung besi
  3. warna kelabu = drainasenya jelek
  4. warna tanah ditentukan dengan menggunakan warna-warna baku yang terdapat dalam buku Munsel Soil Chart.

Tekstur tanah

Tekstur tanah menunjukkan kasar halusnya tanah. Tanah dibedakan menjadi 3 fraksi yaitu : debu, pasir, dan liat.

Struktur tanah

  1. Tanah berstruktur lepas
  2. Tanah berstruktur remah
  3. Tanah berstruktur gumpal

Permeabilitas Tanah

Permeabilitas adalah kemampuan air untuk merembes dalam tanah baik secara vertikal maupun horizontal. Kecepatan perembesan air ini dipengaruhi oleh tekstur tanah. Permeabilitas tanah juga diartikan sebagai kecepatan tanah dalam meresapkan air dalam kondisi jenuh. Lapisan tanah menurut kemampuan meloloskan air ada dua yaitu permeable (meloloskan air) dan impermeable (tidak meloloskan air).

Porositas tanah

Porositas tanah merupakan perbandingan pori tanah terhadap massa tanah. Porositas tanah ini dinyatakan dalam presentase. Untuk tanah yang mampu dengan mudah atau cepat meresap air, maka disebut tanah porous karena memiliki rongga.

Jenis-jenis tanah di Indonesia.

a. Tanah vulkanis: tanah yang terjadi dari pelapukan batuan vulkanis
b. Tanah laterit: tanah vulkanis yang mengalami proses pelarutanoleh air hujan dan suhu yang tinggi.
c. Tanah podzolik: tanah vulkanis yang mengalami proses pelarutan oleh air hujan dan suhu yang rendah.
d. Tanah aluvial: tanah yang berasal dari endapan lumpur yang di bawa oleh aliran air sungai. Sifatnya yang subur cocok untuk kegiatan pertaanian lahan basah.
e. Tanah organosol / tanah gambut : tanah yang terjadi dari bahan induk organik yang berupa gambut dan rumput rawa.
f. Tanah regosol: bahan induk pembentuk abu vulkanik.

Baca Juga : Materi Dinamika Litosfer dan Kunjungi Channel Youtube Geo Volcan