Geovolcan.comLitosfer berasal dari kata Lithos : batu, spherea = spaira : bulatan. Litosfer merupakan lapisan batuan atau kulit bumi yang mengikuti bentuk bumi yang bulat dengan ketebalan kurang lebih 1200 km. Bumi tersusun atas beberapa lapisan :

  1. Barisfer yaitu lapisan inti bumi merupakan bahan padat yang tersusun dari lapisan luarnya ada kurang lebih 2.900 km dibawah permukaan bumi. Inti Bumi terdiri dari dua bagian yaitu:
    a. Inti Dalam terdiri dari Nikel dan Ferum (besi) dengan suhu 5000oC dan memiliki sifat padat
    b. Inti Luar berwujud cair dengan tebal 2226 km memiliki suhu berkisar 4000-5000oC
  2. Lapisan pengantara yaitu lapisan yang terdapat diatas lapisan setebal 1.700 km. Berat jenisnya rata-rata 5 gr/cm3. Lapisan pengantara disebut juga Asthenosfer (mantle), merupakan bahan cair berusaha tinggi dan berpijar.
  3. Litosfer, yaitu lapisan yang terletak diatas lapisan pengantara dengan ketebalan 1.200 km. Berat jenisnya rata-rata 2,8 gr/cm3. Litosfer (kulit bumi) terdiri atas dua bagian :
    a. Lapisan Sial, yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun ataslogam silisium dan aluminium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan Al2O3
    b. Lapisan Sima, yaitu lapisan kulit bumi yang disusun oleh logam-logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa SiO2 dan MgO.

Batuan Pembentuk Litosfer

Secara garis besar dapat dibagi 3:

Batuan beku: terjadi karena pembekuan magma

a. Homogen, kompak, tak ada pelapisan, tidak mengandung fosil.
b. Macam-macam batuan beku :
• Batuan tubir/ batu beku dalam/plutonik ->> berbentuk jauh didalam kulit bumi dan hanya terdiri atas kristal saja karena pendinginannya lambat sekali, maka kristalnya besar-besar, contohnya : granit.
• Batuan leleran/batu beku luar ->> membeku diluar kulit bumi sehingga temperatur turun cepat sekali.
• Batuan korok/batu beku gang ->> terbentuk didalam korok-korok atau gang-gang, karena tempatnya dekat permukaan, pendinginannya lebih cepat. Itu sebabnya batuan ini terdiri atas kristal besar, kristal kecil dan bahkan ada yang tidak mengkristal, misalnya bahan amorf, contohnya : granit fosfer.

Batuan sedimen: terjadi karena proses pengendapan.

a. Dilihat dari perantara atau mediumnya, batuan sediment dapat dibagi menjadi 3 golongan, yaitu

  • Batuan sediment eolis atau aeolis ->> Pengangkut batuan ini adalah angin. Contohnya : tanah los, tanah tuf dan tanah pasir gurun
  • Batuan sediment glasial ->> Pengangkut batuan ini adalah es. Contohnya : moraine
  • Batuan sediment aqualis (aqua = air)
    • Breksi, yakni batuan sediment yang terdiri dari batu-batu yang tersudut-sudut tajam yang sudah direkat satu sama lain.
    • Konglomerat, yakni batuan sediment yang terdiri dari batu-batu yang bulat-bulat yang sudah direkat satu sama lain
    • Batu pasir

b. Dilihat dari tempat pengendapannya ada 3 macam batuan sedimen yaitu :

  • Batuan sedimen Lakustre, yakni batuan sediment yang diendapkan di danau. Contohnya : tuff danau dan tanah liat danau
  • Batuan sedimen Continental, yakni batuan sediment yang diendapkan di wilayah daratan luas. Contohnya : tanah loss dan tanah gurun pasir.
  • Batuan sedimen Marine, yakni batuan sediment yang diendapkan di laut. Contohnya : Lumpur biru dipantai, endapan radiolaris dilaut dalam, dan Lumpur merah

Batuan metamorf: terjadi karena perubahan perlahan-lahan

Perubahan ini dapat terjadi karena bermacam-macam sebab, antara lain sebagai berikut :
a. Suhu tinggi (Kontak)
Suhu tinggi berasal dari magma, sebab batuan ini berdekatan dengan dapur magma, sehingga metamorfosa ini disebut metamorfosa kontak. Contohnya : marmer dari batu kapur dan antrasit dari batu bara
b. Tekanan tinggi (Dinamo)
Tekanan tinggi dapat berasal dari adanya endapan-endapan yang tebal sekali diatasnya. Contohnya : batu sabak dari batu pasir
c. Tekanan dan suhu tinggi (Regional)
Tekanan dan suhu tinggi terjadi kalau ada pelipatan dan geseran waktu terjadi pembentukan pegunungan, metamorfosa ini disebut metamorfosa dynamo. Contohnya : batu asbak, schist, dan shale.

TENAGA PEMBENTUK MUKA BUMI

Tenaga yang mengubah bentuk permukaan bumi.

Tenaga endogen

Merupakan tenaga yang berasal dari dalam bumi. Yang termasuk tenaga endogen meliputi tektonik, vulkanik, seisme.

Tenaga eksogen

merupakan tenaga yang berasal dari luar bumi. Tenaga ini banyak merusak bentuk-bentuk permukaan bumi. Adapun yang termasuk tenaga eksogen meliputi pelapukan (weathering), erose (pengikisan), sedimentasi (pengendapan), dan pergerakan masa (mass wasting).

a. Tektonisme

peristiwa yang berhubungan dengan pergerakan lempeng yang ada di lapisan kerak bumi. Lempeng terdiri dari dua jenis yaitu lempeng benua dan samudra. Lempeng benua memiliki ketebalan 30-50 km sedangkan lempeng samudra memiliki ketebalan 5-10 km. Jenis gerak lempeng ada 3 yaitu:

  • Gerak Divergen : Gerak lempeng saling menjauh. Hasil gerak divergen adalah mid oceanic ridge (pematang tengah samudra) umumnya ada di Samudra Atlantik. Hasil kedua adalah aktivitas magma dalam yang memunculkan cincin pulau Vulkanik contohnya Kepulauan Hawai.
  • Gerak Konvergen : Gerak lempeng saling mendekat. Zona tumbukan disebut sebagai zona subduksi. Gerak konvergen memiliki tiga kemungkinan:
    • Bila 2 lempeng samudra yang saling mendekat, lempeng yang satu akan menghunjam kebawah lempeng yang lain membentuk busur kepulauan.
    • Bila lempeng benua dan lempeng samudra yang saling mendekat, maka lempeng samudranya akan menghunjam kebawah lempeng benua, membentuk pegunungan vulkan seperti Andes.
    • Bila 2 lempeng benua yang saling mendekat, terjadilah peristiwa tumbukan (collision), membentuk pegunungan lipatan seperti Himalaya.
  • Gerak Berpapasan : membentuk zona transform. Hasil gerak lempeng saling berpapasan adalah adanya sesar yang sering menimbulkan gempa lokal. Contoh: Sesar San Andreas.
  • Lempeng di Indonesia ada 4 yaitu Lempeng Eurasia, Indo-Australia, Pasifik, dan Filipina. Berikut ilustrasi gambarnya:
Litosfer
Sumber : www.liputan6.com

b. Vulkanisme

peristiwa yang berhubungan dengan naiknya magma dari dalam perut bumi. Magma adalah campuran batu-batuan dalam gerakannya horizontal dan keadaan cair, liat, serta sangat panas. Tiga Macam Gunung Api, yaitu :

  • Gunung Api Maar
    • Bentuknya seperti danau kecil (danau kawah). Terjadi hanya karena letusan (eksplosi). Barangnya terdiri dari efflata. Contohnya terdapat dilereng gunung Lamongan Jawa Timur, di pegunungan Eifel Jerman dan di dataran tinggi Perancis Tengah.
  • Gunung Api Kerucut (Strato)
    • Bentuknya seperti kerucut, terjadi karena letusan dan lelehan (efusi), secara bergantian. Bahnnya berlapis-lapis, sehingga disebut lava gunung api strato. Jenis ini yang terbanyak di Indonesia.
  • Gunung Api Perisai (Tameng)
    • Bentuknya seperti perisai, terjadi karena lelehan maupun cairan yang keluar dan membentuk lereng yang sangat landai. Bahan lavanya bersifat cair sekali. Sudut kemiringan lereng antara 1 derajat – 10 derajat . Contohnya : Gunung Mauna Loa dan Kilanca di Hawai.

Bahan-bahan yang dikeluarkan oleh Tenaga Vulkanisme

• Benda Padat (Efflata)

Menurut asalnya, efflata dibagi dua, yakni efflata allogen : berasal dari batu-batuan sekitar pipa kawah yang ikut terlempar, dan efflata antigen berasal dari magma sendiri atau disebut juga pyroclastic. Menurut ukuran, efflata dibedakan atas : bom (batu besar-besaran), lapili (batu sebesar kacang/kerikil), pasir, debu dan batu apung (batu yang penuh pori udara)

• Benda Cair

Terdiri atas :

Lava, yaitu magma yang telah sampai diluar

Lahar panas, berupa Lumpur panas mengalir yang terjadi dari magma bercampur air.

Lahan dingin, yaitu : batu, pasir, dan debu dipuncak gunung. Jika hujan lebat, maka air hujan itu akan bercampur dengan debu dan pasir yang merupakan bubur kental.

• Bahan Gas (Ekshalasi)

Terdiri atas :

Solfatar, yaitu gas (H2S) yang keluar dari lubang

Fumarol, yaitu tempat yang mengerluarkan uap air misal Geyser di Taman Nasional Yellow Stone Amerika Serikat

Mofet, yaitu tempat yang mengerluaran CO2 seperti pegunungan Dieng dan Gunung Tangkuban Perahu

Kegitan pra-Vulkanik (sebelum letusan)
• Temperatur di area sekitar kawah mengalami peningkatan.
• Banyak sumber-sumber air atau mata air yang mulai mengering.
• Sering terjadi (terasa) adanya gempa.
• Banyak binatang-binatang dari puncak gunung yang turun ke daerah kaki gunung.
• Adanya suara gemuruh dari dalam gunung.

Hasil bentukan post-vulkanik adalah:
• Munculnya sumber air panas
• Munculnya sumber air mineral (makdani)
• Munculnya sumber-sumber gas (sulfatar, fumarol, dan mofed)
• Munculnya Geyser (air mancur panas periodik)

c. Gempa Bumi

getaran yang dapat dirasakan di permukaan bumi karena adanya gerakan dari lapisan-lapisan bumi.
• Gempa Tektonik : Gempa akibat gerakan lempeng
• Gempa Vulkanik : Gempa akibat aktivitas gunung berapi
• Gempa Runtuhan : Gempa akibat runtuhan masa batuan
• Menghitung jarak episentrum gempa 
Keterangan : S = Gempa sekunder (gempa kedua), P = Gempa primer (gempa pertama), 1 = 1 menit

d. Pelapukan

proses pegrusakan atau penghancuran kulit bumi oleh tenaga eksogen. Menurut proses terjadinya pelapukan dapat digolongkan menjadi 3 jenis yaitu:
• Pelapukan fisik dan mekanik.
Pelapukan akibat perbedaan suhu yang besar antara siang dan malam contoh di negara-negara arab dan afrika.
• Pelapukan organik
Pelapukan yang disebabkan oleh aktivitas makhluk hidup. Contoh: hancurnya batuan karena cacing
• Pelapukan kimiawi
Pelapukan yang disebabkan oleh masuknya senyawa kimia ke dalam batuan sehingga dapat merusak struktur batuan. Contoh: hancurnya masa batuan karena hujan asam.

e. EROSI

peristiwa pengikisan padatan (sedimen, tanah, batuan, dan partikel lainnya) akibat transportasi angin, air atau es. Erosi menurut tenaga pemicunya dibagi menjadi empat yaitu erosi (air), angin (ablasi/korosi), es (glasial), dan gelombang (abrasi).

  • Hasil bentukan EROSI:
    • Hasil erosi vertikal (aliran air menurun) misalnya alur (hasil percikan air hujan dalam jumlah banyak), parit, air terjun, dan ngarai (jurang memanjang dan dalam) contoh : Ngarai Sianok dan Grand Canyon USA.
    • Hasil erosi lateral (aliran air kesamping) misalnya badan sungai yang melebar di bagian hilir, gisik sungai, delta
  • Hasil Ablasi
    • Barchan (Gumuk pasir berbentuk bulan sabit)
    • Pantai berpasir (beach)
  • Hasil Abrasi
    • Cliff (tebing terjal)
  • Notch (takik), gua di pantai, wave cut platform (punggung yang terpotong gelombang), tanjung, dan teluk.
    • Pantai fyord, yaitu pantai dengan dinding yang berkelok kelok.
    • Batu jamur (Mushroom Rock / Rock Pedestal)
  • Hasil Erosi Glasial
    • Drumline (longsoran salju)
    • Moraine (batu pecahan es)

f. Sedimentasi

Terbawanya Material Hasil Dari Pengikisan Dan Pelapukan Oleh Air, Angin Atau Gletser Ke suatu wilayah yang kemudian diendapkan. Semua batuan hasil pelapukan dan pengikisan yang diendapkan lama kelamaan akan menjadi batuan sedimen. Hasil proses sedimentasi di suatu tempat dengan tempat lain akan berbeda. Ciri bentang lahan akibat proses pengendapan berdasarkan tenaga pengangkutnya.

• Pengendapan oleh air

Batuan hasil pengendapan oleh air disebut sedimen akuatis. Bentang alam hasil pengendapan oleh air, antara lain meander, dataran banjir, tanggul alam dan delta.

  • Meander ->> sungai yang berkelok – kelok yang terbentuk karena adanya pengendapan. Proses berkelok-keloknya sungai dimulai dari sungai bagian hulu.Pada bagian hulu, volume air kecil dan tenaga yang terbentuk juga kecil. Akibatnya sungai mulai menghindari penghalang dan mencari rute yang paling mudah dilewati. Sementara, pada bagian hulu belum terjadi pengendapan. Pada bagian tengah, yang wilayahnya mulai datar aliran air mulai lambat dan membentuk meander. Proses pengendapan yang terjadi secara terus menerus akan menyebabkan kelokan sungai terpotong dan terpisah dari aliran sungai, Sehingga terbentuk oxbow lake.
  • Delta ->> Pengendapan sedimen oleh air sungai, lapisan lapisan sedimen membentuk dataran yang luas pada bagian sungai yang mendekati muaranya dan membentuk delta.
  • Dataran banjir dan tanggul alam ->> Apabila terjadi hujan lebat, volume air meningkat secara cepat. Akibatnya terjadi banjir dan meluapnya air hingga ke tepi sungai dan terbentuk suatu Dataran di tepi sungai. Timbulnya material yang tidak halus (kasar) terdapat pada tepi sungai. Akibatnya tepi sungai lebih tinggi dibandingkan dataran banjir yang terbentuk. Bentang alam itu disebut tanggul alam.

• Pengendapan oleh Air Laut

Batuan hasil pengendapan oleh air laut disebut sedimen marine. Pengendapan oleh air laut dikarenakan adanya gelombang. Bentang alam hasil pengendapan oleh air laut, Antara lain pesisir, spit, tombolo, dan penghalang pantai.

• Pengendapan oleh angin

Sedimen hasil pengendapan oleh angin disebut sedimen aeolis. Bentang alam hasil pengendapan oleh angin dapat berupa gumuk pasir (sand dune).

• Pengendapan oleh gletser.

Sedimen hasil pengendapan oleh gletser disebut sedimen glacial. Bentang alam hasil Pengendapan oleh gletser adalah bentuk lembah yang semula berbentuk V menjadi U. Pada saat musim semi tiba, terjadi pengikisan oleh gletser yang meluncur menuruni lembah. Batuan atau tanah hasil pengikisan juga menuruni lereng dan mengendap di lemah. Akibatnya, lembah yang semula berbentuk V menjadi berbentuk U

g. Mass Wasting

sistem pengangkutan massa puing-puing batuan menuruni lereng akibat pengaruh langsung tenaga gravitasi. Hasil bentukan karena mass wasting diantaranya adalah

  • Landslide : Tanah longsor
  • Soil Creep : Tanah merayap
  • Mud Flow : Lumpur mengalir
  • Earth Flow : Tanah mengalir
  • Rock Fall : Batu runtuh
  • Debris : Aliran air + tanah + lumpur

Siklus Batuan Bumi

Skema siklus Batuan, dengan keterangan sbb:

Siklus Batuan
Sumber: www.pondokgeo.com

Relief Daratan

  1. Gunung : kawasan yang menjulang sedikitnya 620 m lebih tinggi dari kawasan di daerah sekitarnya.
  2. Pegunungan
    Macam macam pegunungan:
    a. Pegunungan dome, diakibatkan tenaga endogen ke atas yang tidak begitu kuat.
    b. Pegunungan patahan, terjadi karena permukaan bumi yang lapisan batuannya rapuh terkena tenaga endogen yang kuat dan tiba-tiba.
    c. Pegunungan lipatan, diakibatkan terlipatnya lapisan-lapisan sedimen karena gerakan tangensial dari dalam bumi.
    d. Pegunungan kompleks, merupakan hasil dari beberapa proses yang mengakibatkan bentuk-bentuk di atas.
    e. Pegunungan berapi, yang ditimbulkan oleh proses vulkanisme.
  3. Dataran Tinggibagian muka bumi yang relatif datar dan ketinggiannya antara 200 m – 700 m. Dataran tinggi yang lerengnya curam disebut plateau.
  4. Bukit bagian muka bumi yang menyerupai gunung, tapi lebih rendah dari gunung, dengan ketinggian 200 m hingga 300 m.
  5. Dataran Rendah permukaan bumi yang datar dan luas, ketinggian antara 0 m hingga 200 m. Terjadi umumnya akibat sedimentasi sungai yang bermuara pada laut dangkal.

Relief Dasar Laut Bumi

  1. Shelf
    dangkalan benua atau paparan, yakni kelanjutan dari benua yang tergenang air, dengan kedalaman kira-kira 0 m – 200 m. ada dua paparan besar di indonesia:
  • paparan sunda, dasar laut antara sumatera, jawa, dan kalimantan. kedalaman rata-ratanya 40m – 45m.
  • paparan sahul, dasar laut antara papua dan australia. kedalaman rata-ratanya 45 m – 60 m.
  1. Continental slope ->> bidang miring yang membatasi dangkalan benua, dengan kemiringan antara 10 hingga 350. kedalamannya kira-kira 200 m hingga 1.800 m.
  2. Punggung laut (ridge) ->> bukit-bukit di bawah laut. punggung laut yang melandai disebut rise.
  3. Ambang laut ->> punggung laut yang tidak muncul di permukaan laut dan terletak di antara 2 laut dalam.
  4. Plato dan gunung laut ->> bentukan positif dengan puncak yang relatif datar. sementara gunung laut adalah gunung yang kakinya berasal dari dasar laut, dan mungkin muncul puncaknya di permukaan laut.
  5. Lubuk laut/basin/bekken ->> depresi luas yang bentuknya cekung membulat/lonjong karena adanya pemerosotan dasar laut.
  6. Palung laut/trench/trog ->> dasar laut yang sangat dalam dengan dinding curam, semakin ke bawah akan semakin sempit. trench adalah palung laut yang memanjang, sempit, dengan lereng yang tidak begitu curam. Trog adalah palung laut yang Memanjang Lebih Lebar Dari Trench Dan Berlereng Curam.
Sumber: www.ilmugeografi.com

Baca Juga : Materi Dinamika Planet Bumi dan kungjungi channel youtube kami geo volcan