Mentari bersinar sangat cerah pagi ini. Manusia-manusia yang tinggal di bumi mampu merasakan kehangatan dari sinar tersebut. Sebuah taman dengan banyak bunga-bunga bermekaran kini berhasil dipenuhi oleh banyak orang yang tengah mengharapkan waktu bersama dengan orang yang mereka sayangi, mengharapkan ketenangan, kebebasan, kebahagiaan, dan menghilangkan kelelahan.
“Kamu besok mau jadi apa pas udah gede?” Seorang ibu bertanya kepada anaknya yang masih kecil, menggandeng tangannya dengan erat dan berjalan pelan di sampingnya.
Baca Juga : Pelajar Harus Baca Ini! Tips Meningkatkan Semangat Belajar
Anak itu terdiam, sesekali membayangkan bagaimana dirinya ketika sudah tumbuh menjadi dewasa. “Aku pengin jadi pilot.”
“Pilot?”
“Iya, Bu. Tapi aku takut nanti kalau jadi pilot, aku gak bisa mengemudikan pesawat, terus kalau pesawatku nabrak gunung gimana? Ibu nanti gak bisa lihat aku lagi dong. Jadi kayaknya aku pengen jadi dokter aja.”
Mendengar jawaban dari anaknya yang diluar dugaan, sang ibu tersenyum. “Sekarang mau jadi dokter?”
Ketika sang ibu kembali menanyakan pilihannya, anak itu sekali lagi memutar otaknya. “Tapi, Bu. Aku takut gak bisa nyelametin orang. Ya udah, aku mau jadi guru aja. Atau jadi ilmuwan? Atau jadi dosen? Arghhh!”
Sang ibu kemudian menghentikan langkahnya, lalu berjongkok di depan anaknya, memegang kedua pundaknya dan menatapnya lamat-lamat. “Kai, apapun mimpimu dan apapun pekerjaan yang kamu pilih, gak, bagaimanapun masa depanmu nanti, ibu bakal selalu dukung kamu dari belakang dan ibu akan selalu ada sampai kapanpun. Jadi gak usah takut punya banyak mimpi. Oke?” Sang ibu mengangkat jari kelingkingnya, berniat untuk menautkannya dengan jari kelingking anaknya.
Anaknya tersenyum dengan sangat Bahagia, lalu memeluk ibunya dengan sangat erat dan melupakan jari kelingking ibunya yang masih berdiri di udara. Tapi setelah berpelukan, sang anak langsung menarik tangan ibunya untuk kembali menautkan jari mereka satu sama lain.
Setelah beberapa saat, keduanya kembali berjalan berdampingan menuju suatu tempat di ujung taman. Tautan kedua kelingking sang anak dan sang ibu menandakan bahwa mereka saling berjanji untuk tidak meninggalkan satu sama lain. Namun manusia tidak pernah tahu kalau dunia ini penuh dengan kejutan yang sangat menggembirakan sekaligus menyedihkan.
Informasi
Untuk jadwal update series cerita LukaSenja yaitu setiap Kamis dan Minggu. Nantikan terus chapter selanjutnya dari LukaSenja.
Baca Juga : 6 Tips Menulis Cerbung yang Menarik






