Comfort Zone : Antara Kenyamanan dan Bahaya

Ayo Membaca1666 Dilihat

Apakah kalian pernah mendengar kata comfort zone? Atau sebenarnya kalian udah sering mendengar kata ini, tapi kalian masih belum paham mengenai comfort zone? Oke, simak artikel ini sampai habis.

Kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, comfort zone, memiliki arti zona nyaman. Comfort zone sendiri dapat didefinisikan dengan keadaan psikologis di mana kita merasa nyaman, bebas dari resiko, tidak perlu merasa khawatir di manapun kita berada selama kita masih di zona nyaman tersebut. Kalau dari kalimatnya saja, pastinya kalian berpikir kalau sepertinya zona nyaman ini punya banyak manfaat bagi diri kita masing-masing. Tapi perlu kalian tahu, kalau selain manfaat, zona nyaman juga bisa menjebak diri kita masing-masing dan menimbulkan dampak negatif.

Baca Juga : Mandiri Itu Harus Dilatih Sejak Dini

Judith Bardwick dalam karyanya tahun 1991 Danger in the Comfort Zone mengatakan, “Zona nyaman adalah keadaan perilaku di mana seseorang beroperasi dalam kondisi dengan kecemasan yang netral, menggunakan serangkaian perilaku terbatas untuk memberikan tingkat kinerja yang stabil, dan biasanya tanpa rasa risiko.”

Beliau menganggap bahwa zona nyaman ini adalah kondisi seseorang tanpa kecemasan dan mereka melakukan suatu hal yang stabil dalam kesehariannya serta bebas resiko. Seseorang yang terlanjur terjebak di dalam zona nyamannya akan sulit berkembang, entah dari segi kemampuan maupun yang lainnya. Maka dari itu, untuk keluar dari zona nyaman, kita butuh banyak persiapan. Karna risiko yang akan kita tanggung juga bukan main-main. Tapi tenang saja, saat nanti kita sudah berhasil keluar dari zona nyaman, kita akan benar-benar merasakan, “oh, seperti ini ya, rasanya keluar dari zona nyaman.”

Ada beberapa manfaat yang bisa kita peroleh dengan meninggalkan zona nyaman dan mulai berada di zona belajar, di mana kita akan memperoleh keterampilan baru dan mengasahnya terus untuk mengembangkannya. Manfaatnya adalah sebagai berikut :

Comfort zone
Image by Freepik
  1. Aktualisasi diri
  2. Perkembangan mindset
  3. Belajar tumbuh dari kerapuhan
  4. Percaya diri

Tidak perlu dijelaskan satu persatu karna nantinya kalian akan tahu sendiri jika mencobanya.

Baca Juga : Ketahui Alasan Harus Keluar dari Comfort Zone untuk Pengembangan Diri

Untuk memperoleh manfaat-manfaat tersebut pastinya kita harus benar-benar bisa meninggalkan zona nyaman kita. Caranya bagaimana? Ini dia beberapa cara yang bisa kalian coba untuk keluar dari zona nyaman.

  1. Lakukan rutinitas sehari-hari dengan berbeda-beda kegiatan
  2. Perluas pengalaman dan keterampilan dengan mencoba hal baru
  3. Latih dan kembangkan kreativitas untuk perkembangan mindset
  4. Tantang keyakinan diri sendiri dengan mengeksplorasi hal-hal baru
  5. Berlatih jujur terhadap diri sendiri maupun orang lain
  6. Melakukan satu hal baik untuk setiap harinya
  7. Mulailah dengan satu langkah kecil yang kemudian akan menjadi besar

Keluar dari zona nyaman memang butuh banyak persiapan karna akan banyak risiko yang kita tanggung. Tapi kekuar dari zona nyaman itu juga penting. Dengan keluar dari zona nyaman kita bisa mengeksplor hal-hal baru yang ada di dunia ini, mengembangkan keterampilan kita dalam berbagai hal, dan memasuki zona pertumbuhan. Memang tidak akan semulus yang kita duga. Tapi pelaut yang baik juga tidak lahir dari perairan yang mulus. Mereka bisa sampai di target mereka karna mereka tidak mempedulikan risiko yang akan mereka tanggung. Mereka tetap fokus berlayar ke depan hanya untuk mencapai target mereka, dan voila! Mereka sukses berlayar dengan susah payah.

“The comfort zone is the great enemy of courage and confidence” – Brian Tracy