Geopark Karangsambung – Karangsambung ialah salah satu kecamatan di Kabupaten Kebumen Jawa Tengah yang dijuluki‘ Kawah Candradimuka’ ataupun tempat penempaan buat jadi seseorang pakar kebumian oleh para geologiawan serta geofisikawan. Di Karangsambung ditemukan bermacam tipe batuan yang merekam sejarah penyusunan Pulau Jawa.
Atas keunikan serta nilai yang signifikan dalam ilmu pengetahuan, daerah ini bersama Karst Karangbolong, Kebumen sudah dijadikan sebagai Cagar Alam Geologi Nasional serta pula Kampus atau Laboratorium Alam LIPI.
Lokasi Geopark Karangsambung
Karangsambung terletak kurang lebih 20 km di sebelah utara Kota Kebumen, Jawa Tengah. Tempat itu sendiri ialah suatu kawasan geopark nasional dengan luas 22. 000 hektar.
Untuk orang awam, tempat itu bisa jadi tidak berbeda dengan wilayah lain. Tetapi untuk para ilmuwan geologi, Karangsambung merupakan suatu teka- teki besar dan sumber penelitian geologi.
Teka- teki besar itu masih terus diteliti oleh para ilmuwan geologi. Mereka berupaya menanggapi persoalan, bagaimana batuan yang ditemui di Karangsambung itu merupakan tipe batuan dari dasar samudra? Sedangkan tempat itu sendiri terletak dekat 52 m di atas permukaan laut?
Baca Juga : Perbedaan Kerak Benua dan Samudra
Batuan Beku Basalt serta Batuan Rijang

Geopark karangsambung menaruh aneka tipe batuan lengkap. Mulai dari batuan sedimen laut dalam, sedimen laut dangkal, batuan piroklastik hasil erupsi gunung api, batuan beku, sampai batuan metamorf yang di Pulau Jawa ditemukan di 3 tempat saja yakni Karangsambung Kebumen, Bayat Klaten, serta Ciletuh. Cuma di sini bisa ditemukan seri batuan Ofiolit lengkap serta boleh di teliti serta disampling.
Seri ofiolit ialah kumpulan batuan beku serta batuan sedimen yang khas tercipta di lempeng samudra; terdiri dari Gabro, Basalt berstruktur perkasa tiang ataupun perkasa kolom, Basalt berstruktur bantal, dan endapan sedimen pelagik yang terdiri dari rijang radiolaria serta batugamping merah. Seluruh batuan ini bisa ditemukan di Karangsambung Kebumen.
Batuan pada lempeng samudra
Batuan pada lempeng samudra eksklusif terdiri dari seri ofiolit, sehingga bila seri ofiolit ditemui di permukaan bumi maka hal ini menunjukkan sudah terjalin penaikan lempeng samudra ataupun kejadian tektonik‘ Obduksi’. Bila dilihat dari usia batuannya, batuan Ofiolit di Karangsambung berumur Kapur ( 66 Juta tahun lalu) sehingga bukan menggambarkan bagian dari prisma akresi modern. Mereka ialah batuan yang terangkat dari dasar laut akibat bertabrakannya lempeng benua Sundaland dengan lempeng( mikro) benua Jawa Timur.

Batuan lempeng samudra sejatinya mempunyai densitas lebih berat dibanding batuan lempeng benua sehingga senantiasa tenggelam sebab subduksi, tetapi dapat pula hadapi pengangkatan akibat terkumpul pada‘ Prisma Akresi’. Analogi simpel kejadian ini merupakan traktor yang melewati gundukan tanah. Datangnya lempeng samudra Hindia/ Australia yang dikala ini menimbulkan subduksi modern sehingga terjalin pengangkatan daratan yang kilat serta signifikan. Fakta kejadian pergantian lantai samudra jadi pegunungan ditunjukkan oleh keberadaan batugamping merah serta rijang di Karangsambung, Kebumen, paling tidak tercipta di kedalaman 4000 m dibawah permukaan air laut tetapi saat ini jadi pegunungan dengan puncak paling tinggi kurang lebih 500 mdpl.






