Jangan Anggap Enteng, OCD itu Gangguan bukan Gurauan Semata

Ayo Membaca1349 Dilihat

Pernah nggak, sih, kalian denger tentang gangguan kesehatan mental OCD (Obsessive Compulsive Disorder)? Dan pernah nggak, sih, kalian menemukan orang yang mengaku-ngaku kalau dirinya adalah penyandang OCD? Mereka bilang, “Aduh, aku itu orangnya punya OCD jadi agak perfeksionis, nggak tahan kalau ada yang berantakan, sorry ya.”, “Aduh, sorry banget, aku nggak bisa kalau ruanganku kotor, aku punya OCD.” Jika mereka mengatakannya hanya untuk gurauan semata, kayaknya itu bukan OCD, itu pick me.

Banyak orang menganggap kalau OCD ini enteng, hanya sekedar ketidaknyamanan yang membuat penyandangnya berpikiran negatif dan aneh, bahkan juga tidak sedikit orang yang menggunakan OCD sebagai candaan dan gurauan semata.

Coba bayangkan, kalian sedang berjalan-jalan bersama teman kalian di pinggir trotoar jalan raya yang sangat ramai akan kendaraan bermotor. Lalu, kalian dan teman kalian ingin menyeberang untuk menuju ke suatu tempat. Tiba-tiba, terbesit pikiran yang sangat aneh yang mengatakan, “Kalau aku dorong dia, nyawanya bisa hilang, kan? Berarti nyawanya sekarang ada di tanganku?” dan saat kalian tersadar, kalian hanya bisa tertawa dan melupakan itu, menjalani kehidupan kalian yang semestinya. Itulah salah satu contoh pemikiran negatif yang dialami oleh penyandang OCD dan mereka tidak bisa sekedar mengabaikan pemikiran itu. Itu dia yang namanya obsesi.

Obsesi akan terus memunculkan pemikiran-pemikiran negatif seperti itu sampai membuat penyandangnya berpikir, “Emang bener itu cuman pikiranku doang? Kalau itu nyata, gimana? Apakah itu artinya aku jadi psikopat? Kalau ini gimana, kalau itu gimana ….”  dan itu akan membuat mereka merasa cemas dan khawatir.

Referensi : Apa Itu Gangguan Obsesif-Kompulsif (OCD)?

Contoh pemikiran negatif lain dadi penyandang OCD, bayangkan kalian sedang berjalan-jalan di jalanan, kemudian kalian bertemu dengan sekumpulan anak kecil. Entah kenapa, refleks kalian menjauhi anak kecil itu bahkan sampai bersembunyi, menutup mata, pokoknya gimana caranya perhatian kalian tidak terpusat ke sekumpulan anak kecil tersebut karna takut kalau kalian pedophilia. Contoh lain, kalian habis menyentuh suatu barang dan dalam pemikiran kalian, kalian takut kalau barang yang habis kalian sentuh itu mengundang banyak bakteri dan penyakit, akhirnya kalian sebisa mungkin mencuci tangan itu berulang kali sampai bersih total. Obsesi-obsesi itu akan menimbulkan kompulsif.

Kompulsif adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengalihkan perhatian penyandang OCD dari pemikirannya. Kompulsif yang sering terjadi pada penyandang OCD, yaitu mencuci tangannya berulang kali walau sudah bersih dan selalu mengecek pintu rumah karna takut belum terkunci dan nanti takut ada orang asing masuk untuk menyakiti mereka. Dan kalian tahu, itu tidak dilakukan hanya sekali dua kali, melainkan berulang-ulang kali dan mereka melakukannya tanpa tujuan atau memang murni karna terpaksa. Bahkan, ada beberapa kasus di mana penyandang OCD mencuci tangannya berulang kali sampai tangannya banyak yang terluka.

Kompulsif juga muncul dalam bentuk penghindaran. Di mana penyandang OCD terhadap kotoran akan menghindari kontak langsung benda-benda di sekitar mereka menggunakan tangan, dan penyandang OCD terhadap pedophilia akan berusaha menghindari serta menjauhi interaksi dengan anak-anak kecil.

Peneliti menyebutkan kalau OCD belum diketahui apa penyebab pastinya, namun faktor genetik bisa meningkatkan risiko timbulnya OCD.

Baca Juga : Menjelajahi 3 Kabupaten Terbesar di Pulau Jawa

OCD adalah penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan. Namun penyandang OCD bisa melakukan psikoterapi untuk belajar bagaimana cara mengatasi pemikiran-pemikiran negatif yang tiba-tiba muncul, sehingga mereka bisa menjalani kehidupan seperti biasa. Masalahnya, banyak penyandang OCD yang tidak sadar kalau dirinya punya OCD, sebaliknya banyak orang yang sebenarnya tidak OCD malah mengaku OCD. Banyak penyandang OCD juga enggan melakukan psikoterapi karna mereka takut kalau nantinya hanya dianggap enteng dan dianggap kalau OCD hanya sekedar ketidaknyamanan belaka.