Belakangan ini, hidup minimalis menjadi perbincangan yang cukup ramai di kalangan Gen-Z, sehingga banyak dari mereka ingin ikut menerapkan hal tersebut ke dalam kehidupannya sehari-hari. Tak jarang, mereka juga mencari informasi mengenai trik atau tips hidup minimalis dari buku ataupun internet, dan buku berjudul Good Bye Things – Hidup minimalis ala Orang Jepang karya Fumio Sasaki menjadi incaran mereka.
Hidup minimalis adalah seni hidup sederhana yang fokus pada hal-hal yang benar-benar kita butuhkan serta membuang hal-hal yang tidak kita butuhkan. Banyak orang bilang kunci untuk hidup minimalis itu adalah dengan menghemat uang. Namun kenyataannya, hidup minimalis itu tidak hanya bepatok pada keuangan saja, bisa saja berpatok pada hal lain.
Dalam hal hidup minimalis, orang jepang menjadi orang yang bisa menginspirasi kita karna mereka punya prinsip di mana mereka akan membeli atau menggunakan barang seperlunya dan membuang barang-barang yang tidak mereka butuhkan. Memang, hal tersebut mungkin sulit diterapkan bagi sebagian orang yang sudah terbiasa konsumtif dan suka menggunakan atau membeli banyak barang. Tapi dengan menerapkan hidup minimalis, kita bisa mendapatkan banyak manfaat.
Kali ini, aku akan membagikan beberapa tips untuk hidup minimalis yang bisa kalian terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun perlu dicatat, kalau metode ini tidak semuanya cocok karna tiap orang punya caranya masing-masing untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Jadi kembali lagi pada diri kita masing-masing.
Baca Juga : Quarter-life Crisis : Dewasa Tidak Selalu Sesuai Ekspektasi
1. Hidup Rapi
Tips pertama adalah dengan hidup rapi. Organisir semua barang yang kita punya, menempatkannya ke tempat-tempat tertentu sesuai kategorinya. Kita juga bisa memilah mana yang masih bisa digunakan dan mana yang kurang kita butuhkan untuk disingkirkan.
Agak susah untuk memutuskan mana barang yang masih kita butuhkan dan mana yang sudah tidak kita butuhkan? Oke, sekarang mari kita merenung sebentar. Tanyakan pada diri sendiri, dalam 90 hari apakah kita masih menggunakan barang ini atau tidak. Jika jawabannya tidak, barang itu bisa kita jual, berikan ke orang yang membutuhkan, atau hal bermanfaat lainnya.
2. Hanya Beli Barang yang Kita Butuhkan
Pernah nggak sih, kalian mau hidup rapi tapi barang-barang yang kalian punya tuh banyak banget, jadi susah buat ngerapihinnya? Kalau pernah, berarti dari awal kalian belum bisa membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan.
Kebutuhan adalah sesuatu yang benar-benar kita butuhkan dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan sifatnya harus terpenuhi dalam waktu dekat. Sedangkan keinginan adalah segala kebutuhan berlebih terhadap sesuatu yang dianggap kurang dan keinginan ini bisa bermutasi menjadi banyak, sifatnya bisa ditunda. Keinginan yang banyak inilah yang membuat kita gagal untuk hidup minimalis.
Mulai sekarang, beli barang-barang yang benar-benar kita butuhkan. Setiap mau belanja bulanan, buatlah daftar belanjaan dan perkirakan mana yang masih bisa kita tunda dan mana yang benar-benar kita tidak bisa menundanya. Selain untuk meningkatkan prinsip hidup minimalis, itu juga bisa meminimalisir pengeluaran finansial.
3. Pentingkan Kualitas Dibanding Kuantitas
Dibandingkan membeli banyak barang tapi manfaatnya kurang, lebih baik kita membeli sedikit barang tapi sangat bermanfaat bagi keseharian kita. Meskipun sedikit mahal, tapi kalau kualitas, manfaat, dan ketahanannya bagus, why not?
Biasakan untuk lebih mementingkan bagimana kualitas suatu barang daripada harus memperhatikan kuantitas barang tersebut.
4. Biasakan Menabung Untuk Hidup Minimalis
Tahukah kamu, kalau orang jepang itu gemar menabung agar bisa berinvestasi di masa tua nanti? Daripada menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang tidak bermanfaat, lebih baik kita menabung dan berinvestasi agar bermanfaat di waktu yang akan datang.
Mulai sekarang, cobalah menyisihkan uang saku atau pendapatan untuk ditabung karna percayalah itu akan sangat bermanfaat di masa tua nanti.
Baca Juga : 6 Konsep Hidup Minimalis dan Cara Menerapkannya dengan Mudah
5. Gunakan Sesuatu yang Berwarna Netral dan Polos
Tahu nggak, kenapa banyak orang Jepang memakai pakaian yang berwarna netral dan polos? Karena mereka mikirnya gini, pakaian yang berwarna polos dan netral itu bisa dipadupadankan oleh pakaian yang berwarna lain. Jadi mereka tak perlu membeli banyak pakaian dan tak perlu ribet gonta-ganti pakaian terus. Itu juga bisa meningkatkan hidup minimalis mereka.
Tidak hanya berlaku untuk pakaian, mereka juga mengaplikasikannya ke barang-barang yang mereka gunakan.
6. Yakin Untuk Hidup Minimalis
Setelah melakukan dan menerapkan beberapa cara diatas, kita harus yakin kalau kita bisa menerapkan hidup minimalis dalam kehidupan kita. Jangan mudah tergiur oleh hal apapun yang bisa merusak prinsip kita. Tetap teguhlah dan biasakan diri dengan pola hidup yang baru.
Dengan hidup minimalis, kita bisa mendapatkan banyak manfaat, salah satunya sehat secara mental dan finansial. Jadi tunggu apalagi, rasakan manfaatnya dengan menerapkan prinsip hidup minimalis mulai dari sekarang!






