Lika-liku Jadi si Bungsu, yang Katanya Sering Banget Dimanja Ortu

funfact1059 Dilihat

Artikel kali ini adalah sekuel dari lika liku anak menurut urutan kelahiran mereka. Karna GeoMin udah bikin lika liku jadi anak sulung dan anak tengah, sekarang giliran si bungsu lah yang akan bersinar.

Si bungsu adalah anak dengan urutan kelahiran paling akhir. Mereka yang terlihat seperti anak kecil di depan keluarganya, biasanya sering dimanja dan diberikan kasih sayang yang lebih banyak daripada kakaknya. Terkadang mereka juga harus dibenci oleh kakaknya karna dianggap menjadi benalu yang merebut setengah kasih sayang orang tua darinya.

Untuk lebih lengkapnya, ini dia lika-liku menjadi anak terakhir atau si bungsu di dalam keluarga.

Baca Juga : Lika-Liku Menjadi Anak Tengah : Merasa Tak Dianggap dan Kurang Perhatian

1. Orang Tua yang Protektif

Sempat GeoMin singgung sebelumnya, kalau si bungsu di anggap anak paling kecil di rumah. Mereka sering dimanja, semua keinginannya dituruti, semua wishlist-nya seakan didukung oleh orang tuanya. Namun, si bungsu juga kerap mendapatkan perlakuan protektif dari keluarganya yang membuatnya seakan terjebak di dalam jeruji besi. Karna seringnya dimanja, orang tua sampai membatasi semua yang dilakukan oleh si bungsu. Si bungsu harus tidur dibawah jam inilah, si bungsu nggak boleh keluar sama temen-temennya lah, si bungsu harus ini, itu, dan banyak lagi yang lainnya. Banyaknya tuntutan dan larangan dari orang tuanya, membuat si bungsu merasa terkekang dan sesak akan kehidupannya.

2. Harus Jadi Seperti Kakaknya yang Sukses

Masih tentang tuntutan orang tua, si bungsu dituntut untuk menjadi orang sukses seperti kakaknya. Kakak punya tugas untuk menjadi contoh yang baik kepada adiknya, sedangkan adik juga dituntut untuk mengambil jalan yang sama. Misal, si kakak besarnya jadi seorang dokter, bisa saja orang tua akan berusaha untuk menggiring si bungsu untuk menjadi dokter juga, padahal itu bertolak belakang dengan keinginannya. Si bungsu punya keinginan dan berhak memutuskan masa depannya sendiri, tugas orang tua adalah mendukungnya, selama itu tidak negatif dan mengganggu orang lain di sekitarnya. Tapi kebanyakan dari mereka malah dipaksa dan terpaksa harus ikut jalan kakaknya padahal tidak sejalan dengan hatinya.

3. Si Bungsu Diberi Barang-barang Sisa

Bagi sebagian orang, mungkin ini menjadi duka jadi bungsu, tapi sebagian orang juga menganggap kalau ini adalah sebuah privillage jadi si bungsu, oleh karna itu, kembali ke diri masing-masing.

Baca Juga : 5 Keuntungan Jadi Anak Bungsu

Terkadang, si bungsu harus menerima barang-barang bekas dari kakaknya dengan dalih, “barangnya loh masih bagus.” Nggak hanya berlaku pada baju, barang-barang lain pun juga bisa disalurkan dari sang kakak ke sang adik agar orang tua bisa berhemat dan lain sebagainya. Sebenarnya itu tidak menjadi masalah besar, namun yang nyebelin adalah saat barang-barang itu sudah cukup rusak atau bahkan nggak cocok dengan sang adik. Misal, baju sang kakak yang diwariskan ke si bungsu ternyata kegedean. Laptop bekas sang kakak yang diwariskan ke si bungsu ternyata sudah terkena virus, padahal tampilan luarnya sangat baik-baik saja.

Itu adalah sedikit contoh lika-liku menjadi si bungsu yang kerap terjadi di negeri konoha ini. Menurut kalian, apa lagi lika-liku yang pernah kalian rasakan wahai para bungsu? Ceritain di kolom komentar ya!