Chapter 2 : Senja Laura Adiyatama
Di luar, Senja berjalan menyusuri koridor menuju kelasnya sambil membaca buku. Beberapa bagian dari novel yang ia pegang, belum sempat ia baca sampai selesai karna ulah sahabatnya itu, Kaila. Ia tidak suka diganggu ketika sedang melakukan sesuatu yang ia sukai, membaca buku contohnya. Jika ada yang mengganggu dirinya ketika sedang membaca buku, maka orang itu adalah Kaila. Meskipun begitu, tidak ada alasan untuk membencinya, karna Kaila adalah satu-satunya teman yang dekat dengannya sejak kecil.
Senja menghela nafas dengan kasar, lantas menutup novelnya. Bagian rumpang dari novel itu sekarang sudah terpecahkan dan senja selesai membaca keseluruhan isi novel tersebut, waktunya untuk mengembalikannya ke perpustakaan. Dengan langkah yang sedikit panjang, ia berbelok di pertigaan koridor depan kelasnya menuju ke perpustakaan.
“Senja!”
Suara itu berhasil membuat langkah Senja sontak terhenti. Dengan cekatan ia langsung membalikkan badan untuk melihat seseorang yang memanggilnya.
“Bu Asfi?” Seorang guru perempuan dengan rambut sepanjang punggung yang digerai lurus sempurna, menghampiri Senja.
“Ibu ada informasi olimpiade sains, kamu mau nggak ikut? Soalnya kepala sekolah kayaknya lagi ketagihan kamu ikut olimpiade.”
“Sebenarnya saya mau sih, Bu. Tapi—”
“Ya udah, Ibu langsung daftarin aja nanti. Sepulang sekolah temui ibu di kantor ya ….” Bu Asfi lantas pergi meninggalkan Senja di koridor tak berpenghuni, menyisakan beberapa potongan kata dari ucapan Senja yang hilang.
“Tapi saya mau fokus ke belajar saya dulu.” Gadis itu menghela nafas kasar lagi. “Mau nggak mau, gue harus nerima ini, kan? Ya … kayak biasanya.”
Senja adalah salah satu siswi yang masuk ke dalam deretan anak berprestasi yang sering membanggakan sekolahnya. Tak heran jika kepala sekolah sering memintanya untuk mengikuti sebuah lomba, terutama olimpiade. Benar sih, ada cuan yang ia hasilkan dari hadiah olimpiadenya, tapi waktu istirahat dan belajar di sekolahnya menjadi terganggu karna itu. Tidak semua anak olimpiade pintar semua Mapel, kan?
Karna kepintarannya, sejak kelas 10 ia masuk ke kelas yang punya kategori Diamond Class. Di SMA Wirnamandala, terdapat sistem pembagian kelas di setiap angkatannya, yaitu Diamond Class di tingkat tertinggi, kemudian Golden Class, Silver Class, dan yang terakhir, Classic Class. Pemilihan kelas tersebut sesuai dengan peringkat paralel setiap semesternya. Itu artinya, jika dalam satu semester peringkat paralel siswa/i berubah, maka mereka akan dipindahkan ke kelas mereka yang seharusnya, sesuai dengan pembagian empat kategori kelas tersebut.
Sekarang Senja berada di 11 Diamond Class semester 1 dan ketika kelas 10 lalu, Senja berhasil menduduki peringkat 1 paralel dalam dua semester. Tidak usah diragukan lagi bagaimana kepintarannya.
Banyak yang bilang kalau kepintaran itu merupakan warisan gen dari keluarganya.
Kakeknya dulu adalah CEO Akademi bernama Paraduta Academy di mana akademi tersebut adalah akademi paling terkenal yang dimasuki oleh banyak siswa di Jakarta untuk mencari tutor belajar mereka.
Baca Juga : Pengen Produktif Akut? Aplikasi-aplikasi Ini Bisa Membuat Produktifmu Meningkat
Setelah pensiun, akademi itu diwariskan kepada putra tunggalnya, Vero Adiyatama yang kini berhasil membuat Paraduta dinobatkan menjadi akademi terbaik di Asia Tenggara. Karna hal itu, Vero membuka cabang di beberapa negara dan membuat Paraduta semakin meluas dan dikenal banyak orang.
Ibunya, adalah CEO perusahaan kosmetik terkenal di Jakarta bernama AllBe. Sudah beberapa kali AllBe dinobatkan menjadi perusahaan kosmetik terbaik tingkat Nasional dan membuat AllBe untung banyak. AllBe juga selalu mengundang artis-artis terkenal dari pancanegara untuk memikat banyak konsumen dan melejitkan nama mereka.
Kepintaran dan kesuksesan itu berhasil membuat Senja tumbuh menjadi gadis yang cerdas, bahagia, dan didambakan oleh banyak orang karna masa depannya yang terbilang akan sukses seperti keluarganya.
Kunjungi : Aiden Nang Juga Ada di Wattpad loh.






