LukaSenja : Chapter 4

Lukasenja428 Dilihat

Chapter 4 : Kelas Khusus

Ketiga siswa itu sekarang sampai di halaman sekolah, menuju ke depan gerbang yang dikelilingi mobil-mobil bermerek yang terparkir di sana.

“Hari ini, kita naik mobil gue aja. Karna gue yakin sopir kalian belum dateng. Makanya, jadi anak jangan pinter-pinter amat kayak gue. Disuruh les sampek malem, kan.” Kaila berjalan di depan Senja dan Ensel, memimpin kedua temannya untuk menuju mobil berwarna putih mengkilap di ujung gerbang.

“Gue nggak tahu gue dapet temen kek Kaila dari mana,” cibir Senja, mengikuti Kaila di depannya.

Tak lama kemudian, ketiganya masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi tengah. Detik berikutnya mobil milik keluarga Anulika itu melesat ke jalanan menuju tempat yang akan mereka tuju yaitu Mall Kirandana.

Di perjalanan, mereka tidak berdiam diri, mereka lebih memilih membicarakan apa saja yang telah mereka alami selama ini, mulai dari gosip terhangat di sekolah, ekstrakurikuler, organisasi, sampai crush yang disukai oleh Kaila di sekolah. Mulut mereka terus terbuka sampai mereka lupa kalau mereka belum mendiskusikan film apa yang akan mereka tonton untuk tugas mereka.

“Btw, kita mau nonton apa?” tanya Ensel.

Kedua teman perempuannya yang tengah tertawa terbahak-bahak di sampingnya langsung terdiam, memegang dagu mereka masing-masing, memikirkan ada film apa saja untuk jadwal hari ini.

“Keknya, kita harus liat jadwalnya dulu, deh.” Senja merogoh sakunya, mengambil Hp miliknya dan membuka salah satu aplikasi sosial media untuk mengunjungi akun milik Mall Kirandana. Mereka menemukan jadwal untuk film yang tayang hari ini di bioskop.

“Keknya film fantasi bagus,” ujar Senja memberi saran.

“Not, not. Gue nggak suka yang nggak realistis,” tolak Kaila mentah-mentah, membuat Senja harus menahan amarah kepada temannya itu.

“Gimana kalau komedi?” Ensel menunjuk salah satu poster film komedi di postingan sosial media milik Mall Kirana berjudul, ‘Daur Ulang Kehidupan’. “Gurunya juga nggak ngasih tema khusus, kan? Artinya kita bisa bebas milih genre film apa aja.”

“Oke, gue setuju,” ujar Senja bersemangat.

“Gue juga.” Disusul Kaila di sampingnya.

Sekarang, mereka sudah menemukan film yang akan mereka tonton nanti, tinggal melihat apakah tiket untuk film itu masih tersedia, apalagi film tersebut cukup disukai banyak orang sekarang.

Tiba-tiba, ponsel mereka bertiga berdenting, sepertinya terdapat sebuah notifikasi di masing-masing Hp ketiga remaja itu. Mereka kemudian segera membukanya dan mendapati terdapat pemberitahuan penting dari SMA Wirnamandala untuk seluruh muridnya.

“Diberitahukan untuk seluruh siswa dan siswi SMA Wirnamandala, bahwasannya mulai besok, kelas khusus akan kembali berjalan seperti biasa. Diharapkan seluruh siswa dan siswi untuk mengisi link formulir di bawah agar mengisi kembali data kelas khusus yang ingin diikuti untuk semester 1 ini. Sekian, terima kasih.” Ensel membaca pesan itu dengan keras.

“Lah, nggak jadi dihapus? Katanya ada rumor kalau kelas khusus bakal dihapus,” cetus Senja sembari memasukkan kembali Hpnya ke dalam saku.

“Lo tahu sendiri, kan, SMA kita keras banget kalau masalah kek ginian,” ujar Ensel. “Btw, apa gue doang yang nggak tahu kenapa awalnya kelas khusus diliburin.”

“Keknya lo emang ketinggalan zaman sih, Sel.” Kaila membukakan akun sosial media milik tim pencari gosip di SMA Wirnamandala dengan username @hotgosipmandala. “Dulu, pas kita masih kelas 10 semester 2, kelas khusus kan diliburin tuh, katanya karna ada orang tua yang protes langsung ke direktur sekolah karna anaknya stress akibat adanya kelas khusus ini.”

“Kok bisa?” tanya Senja.

“Lo juga nggak tahu kabar ini, Se?”

Senja menggeleng kuat. “Nggak. Yang gue tahu malah katanya kelas khusus diliburin karna emang guru-guru lagi sibuk nyiapin kegiatan-kegiatan sekolah.”

“Itu cuman alasan yang dibuat sekolah di depan banyak wartawan biar nggak ketahuan publik. Biasa, pencitraan.”

“Seserius itu masalahnya? Sampek ada hubungannya sama wartawan?” Ensel memperbaiki duduknya, sedikit menghadap ke arah Kaila yang duduk di tengah antara dirinya dengan Senja.

Kaila menghela nafas, kemudian membukakan salah satu artikel yang memuat sebuah berita mengenai SMA Wirnamandala. “Siswa dari orang tua yang protes ke direktur sekolah, katanya sampai mengalami gangguan jiwa karna mengikuti kelas khusus selama dua semester ini. Makannya di akhir semester kelas 10, kelas khusus langsung diliburin karna banyak berita beredar kalau katanya SMA kita maksa murid-muridnya buat belajar terus.”

“Nggak salah sih, tapi nggak bener juga,” ujar Senja. “Kalau dipikir-pikir lagi, keknya nggak terlalu nyambung deh. Beneran dia bisa stress banget cuman gara-gara kelas khusus ini? Gue curiga ada sesuatu yang lain yang ngebuat dia stress waktu ikut kelas khusus.”

“Tapi artikel ini ada juga benernya,” sahut Ensel. Dia menyambar Hp milik Kaila dan membaca sebentar beberapa alinea dari artikel tersebut, kemudian membicarakannya. “Kalian tahu sendiri, kan, kalau kelas khusus di SMA kita itu dilaksanakannya pagi-pagi banget sebelum pelajaran dimulai dan setelah pelajaran selesai di siang hari sampai sore menjelang malam. Itu udah padet banget sampai nggak ada waktu istirahat buat murid-muridnya. Mungkin karna itu dia stress.”

“Mungkin juga sih.” Senja menyambar Hp Kaila dari tangan Ensel, membaca artikel itu lebih lanjut. “Nggak diketahui nama siswanya siapa? Mungkin aja kita kenal?”

“Keknya pihak penerbit artikel itu ngerahasiain identitas dari siswanya.” Kaila mengambil kali Hp miliknya dari tangan Senja, kemudian mematikannya dan memasukkannya kembali ke dalam saku. “Sebenernya, artikel itu adalah satu-satunya artikel yang memuat hasil wawancara mereka bersama dengan siswanya langsung. Saking takutnya, SMA kita beberapa kali menghubungi pihak penerbit artikel itu buat ngehapus postingannya. Tapi meskipun udah beberapa kali ilang, artikel itu balik lagi dan selama 1 bulan, artikel itu rame dan cukup viral, mengingat kalau SMA Wirnamandala adalah SMA paling gengsi di Jakarta.”

Ensel dan Senja mengangguk bersamaan, menyetujui fakta yang keluar dari mulut Kaila di samping mereka.

Baca Juga : LukaSenja : Chapter 3

Baca Juga : Follow Wattpad Aiden Nang Untuk Lebih Banyak Cerita

Baca Juga :