Ketika berbicara tentang wisata pantai di Bali, pikiran sebagian besar orang kerap tertuju pada kawasan Bali Selatan seperti Kuta, Sanur, atau Uluwatu yang identik dengan ombak besarnya. Namun, Bali Utara—khususnya Kabupaten Buleleng—menyimpan pesona lanskap alam yang sangat berbeda. Salah satu destinasi yang menarik untuk diulas adalah Pantai Pasir Putih yang terletak di Desa Pejarakan, Kabupaten Buleleng.
Berbeda dengan pantai Bali Selatan, perairan di Pantai Pasir Putih Pejarakan cenderung sangat tenang. Hal ini disebabkan oleh bentuk topografinya yang menyerupai teluk alami, di mana perairannya terkurung dan dikelilingi oleh daratan serta tanjung di sekitarnya.
Pembentukan Geologi dan Aktivitas Tektonik
Di balik ketenangan airnya, kawasan pantai ini memiliki latar belakang sejarah geologi yang panjang dan kompleks. Kawasan Bali Utara secara tektonik dipengaruhi oleh zona subduksi di bagian selatan serta zona rekahan sesar aktif di bagian utara, yaitu Flores Backarc Thrust (Sesar Naik Flores).
Pergerakan lempeng tektonik ini menciptakan struktur patahan lokal di kawasan Banyuedang. Akibat patahan tersebut, blok batuan di wilayah ini mengalami penurunan (ambles) sehingga membentuk cekungan alami di tepi pantai yang kemudian terisi oleh air laut dan menjadi cikal bakal kantong teluk.
Tak hanya dipengaruhi oleh pergerakan lempeng tektonik, kawasan ini juga dikelilingi oleh sisa aktivitas vulkanik purba dari kompleks gunung di Bali Barat, seperti Gunung Pulaki dan Gunung Sangian. Celah retakan akibat patahan memicu air tanah meresap mendekati kantong magma, yang kemudian naik kembali ke permukaan sebagai sumber air panas hidrotermal di sekitar Banyuedang.
Batuan Gamping dan Ekosistem Mangrove
Secara visual, Pantai Pasir Putih Pejarakan memiliki pasir berwarna putih cenderung kecoklatan. Pasir ini terbentuk melalui proses tenaga eksogen, yakni hasil abrasi air laut terhadap batuan gamping (limestone) atau batu kapur yang mendominasi dinding tebing di sekitar teluk. Arus laut yang tenang juga mendukung proses pengendapan atau sedimentasi batuan di wilayah perairan ini.
Keasrian lingkungan di teluk ini semakin terjaga berkat hadirnya vegetasi mangrove. Ekosistem mangrove di kawasan ini berperan penting dalam menahan sedimentasi, memperkuat garis pantai, serta melindungi area teluk dari erosi air laut yang ekstrem.
Daya Tarik Wisata
Selain menawarkan pengetahuan geologi yang kaya, Pantai Pasir Putih Pejarakan juga menjadi tempat rekreasi favorit bagi wisatawan. Karena perairannya yang ramah tanpa ombak besar, pengunjung dapat menikmati suasana alam dengan menyewa kano, perahu bebek-bebekan, hingga menyusuri area teluk menggunakan kapal sewaan lokal.
vlog selengkapnya




