Banyak orang bilang kalau jadi pembicara itu sangat susah. Mereka mengeluh kenapa mereka tidak bisa punya kemampuan public speaking yang bagus, tidak sepercaya diri orang lain, tidak bisa ini, itu, dan lain sebagainya. Padahal menjadi pembicara itu bisa menjadi sangat mudah kalau kita terus berlatih dan mau berusaha untuk menjadi pembicara yang hebat. Yang harus kita tahu, menjadi pendengar itu lebih susah daripada menjadi pembicara.
Kenapa demikian? Bayangkan saat hari Senin, kita mengikuti apel pagi atau upacar bendera di bawah teriknya matahari. Di awal-awal memang kita merasa biasa saja karna itu sudah menjadi kebiasaan kita selama sekali dalam seminggu, tapi nanti ketika kepala sekolah menyampaikan amanatnya, apakah kita tetap merasa biasa saja dan mendengarkannya dengan seksama. Sepertinya tidak akan semudah itu untuk mendengarkan keseluruhan amanat dari beliau dengan seksama, karna lama kelamaan kita akan sibuk mengurusi diri sendiri yang kepanasan, kelelahan, dan lain-lain.
Baca Juga : Masa Depan Yang Nentuin Adalah Kita Sendiri
Bukan berarti ketika kita mendengar amanat atau cerita dari seseorang sambil duduk, kita juga bisa mendengarnya dan mencermatinya dengan baik. Dari sekian banyaknya orang yang mendengarkan sang pembicara, pasti ada beberapa orang yang sudah dihantui dengan pikiran, “duh … ini orangnya ngomong apaan sih?”, “duh … kapan sih ini orang selesai ngomongnya.” dan lain sebagainya. Sepertinya memang benar kalau manusia diciptakan untuk banyak bicara, bukan banyak mendengar.
Mari renungkan sebentar, dan membayangkan ketika sang pembicara tidak di dengarkan dengan baik. Perasaan sedih dan kecewa akan menelan mereka dan membuat bahan pembicaraan mereka menjadi sia-sia.
Termasuk diri kita sendiri, orang yang banyak omong seenak jidat mereka itu sudah banyak di dunia, sedangkan orang yang menjadi pendengar yang baik sangat sedikit. Tapi kita juga bisa merubah diri kita. Selain menjadi orang yang banyak omong, kita bisa berlatih untuk menjadi pendengar yang baik.
Kalian pasti pernah merasa kalau di suatu hari, kalian merasa sedih, merasa sangat kecewa dengan kehidupan kalian. Lalu kalian ingin mencurahkan apa yang kalian alami hari itu ke seseorang dan ingin orang itu mendengarnya. Kalian akan sangat beruntung jika menemukan orang yang benar-benar bisa mendengarkan setiap cerita kalian dan mendengarkan setiap keluh kesah kalian.
Baca Juga : 7 Tips Menjadi Pendengar yang Baik!
“Ngapain sih kita ikut campur urusan orang lain?” excuse me, tidak semua hal bisa dikatakan ikut campur.
Banyak orang-orang yang butuh pendengar yang baik untuk tempat mereka bercerita dan berkeluh kesah. Dan itu menjadi salah satu alasan kenapa beberapa orang menjadi tertutup. Karna mereka selalu berpikiran kalau mereka tidak akan ada orang di dunia ini yang mau mendengarkannya bercerita. Akhirnya, dia memendam semua perasaan kecewanya, sedihnya, dendamnya, dan lain sebagainya.
Tidak perlu memahami apa yang mereka katakan dan ceritakan, cukup duduk dan dengarkan semua cerita mereka. Jika mereka sudah lega karna beban hidupnya semakin ringan, kita bisa memeluknya dan mengatakan, “Terima kasih sudah mengatakan apa yang kau pendam selama ini.”






