Menurunnya Tingkat Kesenian Di Kalangan Masyarakat Pada Era Pandemi

Geografi825 Dilihat

Pada era pandemi covid-19 aktivitas manusia lebih banyak di dalam rumah, Aktivitas kesenian pun juga terganggu. Pandemi merupakan salah satu penyebab turunnya tingkat eksistensi kesenian di kalangan masyarakat. Pada saat kesenian harus dibangun dan dilestarikan dikalangan milenial ini pandemi menjadi salah satu faktor penghambat berkembangnya kesenian. Kesenian sendiri merupakan salah satu aset yang sangat berharga untuk setiap Negara, dengan melihat dampak negative covid untuk kesenian. Diharapkan kesenian Indonesia semakin membaik lagi kedepannya.

Indonesia sendiri memiliki kesenian yang sangat beragam yang harus dilestarikan. Kaum milenial harus dibawa dan diperlihatkan betapa indahnya kesenian yang ada di Indonesia. Bahkan bukan hanya kaum milenial saja yang patut mengetahui kesenian yang ada di Indonesia orang luar negri pun harus melihat betapa indahnya kesenian kita. Menjaga dan melestarikan merupkan tugas seluruh masyarakat Indonesia, namun dengan adanya pandemi covid 19 ini mempertunjukkan kesenian menjadi hal yang cukup sulit, karena di era pandemi ini banyak larangan untuk melakukan berbagai kegiatan yang biasanya dilakukan oleh masyarakat.

Pandemi menjadi polemik untuk kesenian karena kesenian akan lebih menarik bila dipertontonkan secara langsung. Dan pada masa pandemi seperti ini kegiatan yang mengundang keramaian dilarang oleh pemerintah. Pemerintah Indonsia sendiri membuat peraturan yang mengatur segala aktivitas manusia di era covid . Peraturan peraturan ini dilansir dapat menurunkan tingkat covid di Indonesia, namun peraturan peraturan inilah yang lama kelamaan akan memadamkan kesenian yang ada di Indonesia. Kesenian memang dapat dipertontonkan melalui media maya namun masyarakat akan lebih tertarik apabila melihatnya secara langsung.

Dengan aturan aturan di era pandemic yang membatasi kegiatan kesenian, kesenian akan semakin tidak dikenal apalagi oleh anak remaja yang memang tidak tertarik terhadap kesenian. Tugas masyarakat adalah mengadakan event-event menarik mengenai kesenian namun event-event seperti ini tidak dapat berlangsung diera pandemic. Pemerintah memang menanggulangi masalah ini dengan mengadakan event secara virtual namun sepertinya kegiatan event secara virtual tidak dapat berlangsung dengan maksimal seperti saat masa sebelum pandemic.

Seperti yang kita ketahui banyak lembaga lembaga yang mengadakan virtual event baik untuk kalangan masyarakat Indonesia ataupun luar negri. Namun karena kurangnya interaksi secara langsung membuat orang orang enggan untuk mengikutinya. Dari sini dapat kita melihat bahwa pandemic sangat mempengaruhi aktifitas kesenian. Yang dikhawatirkan adalah terciptanya generasi yang mengalami buta seni. Buta seni sendiri adalah kondisi dimana seseorang tidak mengetahui bahkan tak mau tau mengenai kesenian yang ada dinegaranya sendiri. Buta seni ini disebabkan oleh banyak factor salah satunya adalah kurangnya informasi dan interaksi secara langsung terhadap suatu kesenian sehingga menciptakan rasa tidak peduli dan pada akhirnya tercipta kondisi dimana masyarakat sama sekali tidak mengetahui mengenai kesenian.

Baca Juga :

Menurunnya Kecintaan Budaya Akibat Covid-19

Pengaruh Pandemi Covid-19 Terhadap Budaya Masyarakat Dan Perkembangan Kebudayaan Di Indonesia

Dampak Positif dan Negatif Interaksi Desa dan Kota

Pemerintah sendiri harus memberikan perhatian yang khusus mengenai kesenian agar walau diera pandemic seperti ini kesenian tetap hidup dan berkembang dengan baik. Dengan terbatasnya interaksi diera pandemic ini media social merupakan satu satunya cara yang dapat dilakukan untuk melestarikan kesenian walaupun dengan media maya tidak dapat secara maksimal dalam mempertontonkan kesenian kita. Namun setidaknya dengan ini kita masih bisa melihat kesenian kita walaupun tidak secra langsung. Dan sebaiknya sebagai masyarakat yang peduli seni kita harus mengapresiasi kegiatan ini dengan menonton dan mengikutinya dengan baik.

Rasa cinta terhadap kesenian harus benar benar kita tanamkan dalam diri kita agar tingkat kesenian diera pandemic ini tidak menurun walaupun dimasa pandemic. Pandemic memang benar benar mempengaruhi kesenian yang ada. Bahkan banyak masyarakat yang sudah tidak tertarik lagi pada kesenian, hal inilah yang perlu kita jauhi dan cara menjauhinya adalah dengan menanamkan rasa cinta terhadap kesenian.

Terhambatnya pertunjukan kesenian diberbagai daerah memanglah menjadi salah satu faktor menurunnya tingkat kesenian, namun dengan hal ini bukan berarti kita dapat melanggar peraturan pemerintah mengenai pembetasan pembatasan yang telah ditetapkan. Sebagai masyarakat yang baik kita memang sepatutnya mematuhi peraturan pemerintah , namun sebagai masyarakat yang certas ada banyak hal yang dapat dilakukan agar kesenian tetap hidup dihati kita.

Mengetahui bahwa kesenian merupakan salah satu aspek yang penting bagi sebuah Negara kesenian memang harus dilestarikan walau diera pandemic ataupun tidak pandemic masyarakat dan pemerintah harus tetap melestarikan kesenian.

Pandemic merupakan faktor yang membuat tingkat eksistensi kesenian menurun. Dengan turunnya eksistensi kesenian banyak kesenian di Indonesia yang tidak bisa dipertontonkan secara langsung, hal ini berdampak sangat besar bagi kesenian tanpa melihat secara langsung daya tarik seni memang kurang.

Penyebab kesenian kurang mendapat perhatian publik adalah karena kurangnya interaksi secara langsung antara penonton dan seni yang dipertontonkan. Hal ini benar benar terjadi diera pandemic seperti ini masyarakat tidak dapat melihat pertunjukan seni. Dan kesenian tidak dapat dipertunjukkan. Sebaiknya kita berharap dan berdoa serta mematuhi aturan-aturan pemerintah mengenai protokol kesehatan agar tingkat covid di Indonesia dapat menurun dan kesenian dapat kembali berjalan dengan lancar seperti ditahun-tahun sebelum pandemic.