Oversharing : Ceritakan Hanya yang Perlu Diceritakan!

funfact887 Dilihat

Teknologi sekarang sudah berkembang sangat pesat dan berhasil memudahkan kehidupan kita sehari-hari. Kita mau ke mana-mana nggak ada sepeda, tinggal klik aplikasi, udah ada yang jemput. Mau beli kebutuhan sehari-hari tapi males keluar, tinggal klik langsung ada. Semua bisa diakses dengan mudah lewat teknologi.

Meskipun kita sudah sangat dimudahkan dengan adanya teknologi yang telah berkembang pesat, namun ternyata masih banyak orang yang belum bisa memanfaatkan teknologi tersebut dengan bijak dan suka asal-asalan. Buktinya, sampai sekarang masih saja ada berita yang tidak benar, fenomena saling menghujat, dan masih banyak lagi. Selain itu, biasanya tidak sedikit orang yang mengumbar masalah pribadinya di sosial media terus menerus padahal sebenarnya itu sangat berbahaya. Hal itu dinamakan, oversharing.

Apa Itu Oversharing?

Pernah dengar kata oversharing? Kalau belum, oversharing adalah kegiatan terlalu banyak berbagi cerita pribadi ke sosial media seperti Facebook, Instagram, Twitter, entah untuk memamerkan aktivitas kecil atau hanya sekedar iseng saja. Hal ini bukanlah hal yang baik, karna bisa menjadi salah satu tanda kecanduan media sosial.

Sayangnya, orang yang pernah melakukan oversharing tidak sadar kalau mereka melakukannya. Padahal, faktanya tidak semua orang yang terkoneksi dengan sosial media kita adalah teman. Bisa saja mereka adalah orang yang ingin menjatuhkan kita lewat aktivitas kita sehari-hari karna kita mengumbarnya di Sosmed.

Baca Juga : Digital Detox : Menjauhi Penggunaan Gadget Sebentar

Kenapa Oversharing Berbahaya?

Memang, pada awalnya semua orang punya masalah hidup masing-masing, dimana kalau mereka menceritakannya kepada orang lain atau individu lain, mereka akan merasa lebih lega karna tidak memendamnya seorang diri. Selain itu, berbagi cerita juga bisa membuat kita saling dekat dan menjalin tali persaudaraan dengan erat. Namun, bukan berarti semua yang telah kita lakukan dalam sehari termasuk privasi kita bisa kita ceritakan ke orang lain bahkan ke sosial media yang di dalamnya bukan hanya teman dekat kita saja.

Seorang profesor dari DePaul University Chicago, Paul Booth mengemukakan bahwa sesungguhnya interaksi yang kita lakukan di media sosial tentunya harus selalu kita waspadai, karna ini bisa menunjukkan bahwa kita sudah mengumbar kehidupan pribadi secara langsung pada orang-orang yang bahkan kita tidak kenal dengan baik dan itu merupakan suatu ikatan yang lemah karna kita tidak terhubung secara langsung atau bertatap muka dengan mereka secara langsung. Sebuah studi lain juga menunjukkan bahwa tindak kejahatan tertinggi berasal dari interaksi yang sering terjadi lewat media sosial.

Selain itu, perilaku oversharing juga bisa disebabkan oleh Fear of Missing Out (FOMO) atau takut ketinggalan suatu hal yang baru. Melihat orang lain bisa melakukan hal baru itu, hati kita menjadi tergerak untuk ikut membuat dan meramaikan hal tersebut, jika tidak, kita akan merasa kecewa dan bahkan menyalahkan diri sendiri. FOMO diketahui memiliki peranan yang besar terhadap oversharing dan sering kali menimbulkan efek negatif yang lebih besar kepada kesehatan mental, yaitu ketidakpuasan yang ekstrem. Contoh kecil, karna kita sudah terbiasa menceritakan hal-hal pribadi ke sosial media, jika dalam sehari saja kita libur untuk melakukan itu, kita tidak akan puas sama sekali dan kita akan selalu mengejar cara untuk mengambil kembali rasa puas itu.

Cara Mencegahnya

Untuk mengurangi perilaku oversharing yang ada dalam diri kita, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk itu. Karna pada akhirnya itu bisa membahayakan kita dan penyesalan lah yang akan timbul. Beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menghindari oversharing yaitu :

  1. Menyadari apa yang perlu dan tidak dibicarakan
  2. Selalu perhatikan siapa lawan bicara kita
  3. Bahas sesuatu yang umum
  4. Ajak lawan bicara untuk ikut bercerita
  5. Lakukan deep-talk hanya dengan orang terpilih

Baca Juga : Kecanduan Media Sosial? Hati-Hati Oversharing

Perkembangan teknologi memang bisa memudahkan kita dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Namun kita juga harus tahu kalau teknologi tidak dimanfaatkan dengan bijak, kita hanya memperoleh hal buruknya saja. Maka dari itu, tetap waspada mulai sekarang dan berceritalah ke orang-orang hanya yang perlu diceritakan.