Perang Israel dengan Palestina masih belum berkesudahan. Banyak kerugian yang didapat dari perang yang disebut-sebut sebagai genosida itu. Bahkan setelah Israel dan kelompok bersenjata Hamas saling serang pada Sabtu, 7 September 2023 dan Minggu, 8 September 2023, puluhan warga menjadi tawanan dan ratusan ribu lainnya menjadi pengungsi, sampai RS Indonesia yang didirikan di Gaza juga dinilai sebagai markas Hamas. Sungguh mengerikan.
Angka korban di Gaza terus bertambah seiring berjalannya waktu. Banyak dari mereka merupakan warga sipil, bukan tentara Palestina yang memang harus menjadi lawan adil tentara Israel. Dikutip dari CNBC Indonesia pada tanggal 13 November 2023, dari data terbaru Kementerian Kesehatan Gaza, 10.568 orang tewas karena serangan Israel sementara 4.324 luka-luka. Tak hanya itu, lebih dari 155 orang telah terbunuh dan 2.550 orang terluka di Tepi Barat. Sedangkan di Irael sendiri, 1.400 orang tewas dan lebih dari 7.198 orang terluka.
Meskipun sempat dinilai melanggar hukum Internasional karna menghancurkan banyak rumah sakit di Gaza dan membunuh banyak warga sipil serta tenaga medis, Israel tetap katakan tak akan melakukan gencatan senjata walau sudah didemo banyak negara di dunia. Perselisihan antarnegara di dunia juga sempat terjadi lantaran beberapa negara mengatakan mendukung Israel dan sebagian mendukung Palestina. Hal itu ditakutkan akan menyebabkan perekonomian Internasional berada di bawah tekanan.
Baca Juga : Beautiful Banyuwangi dengan Kebudayaan yang Harus Dilestarikan
Keberingasan Israel terus berlanjut sampai memborbardir banyak rumah sakit dan terakhir kalinya, mereka memfitnah rumah sakit Indonesia yang didirikan di Gaza. Tak hanya itu, mereka juga mengatakan akan menembak siapa saja yang coba meninggalkan rumah sakit. Mereka dinilai terlalu kejam, bahkan lebih kejam daripada iblis. Bukannya apa, daripada berperang melawan tentara Palestina, mereka malah menyerang anak-anak, menyiksa mereka, mengurung mereka, membunuh warga sipil, dan masih banyak lagi hal bejat yang telah mereka lakukan. Tak hanya itu, akibat perang yang tak kunjung selesai ini, belakangan ini banyak berita anak-anak menderita kelaparan dan sakit-sakitan sampai 1.000 anak terbunuh. Bagaimana mereka bisa sebejat ini?
Padahal, hukum internasional menyebutkan bahwa dalam perang tidak boleh memborbardir rumah sakit dan menyerang warga sipil. Sekutu mereka, AS juga berkata demikian, namun nyatanya Israel tetap melanjutkan aksinya dan dinilai gagal untuk mengurangi korban warga sipil.
Ironisnya, masih banyak yang tutup mata mengenai kekerasan ini, padahal sudah banyak dampak buruk di depan mata. Ini bukan soal siapa yang salah dan siapa yang benar, namun ini semua soal kemanusiaan. Bukankah di sana juga ada yang namanya Hak Asasi Manusia? Dan bukankah semua orang di sana juga berhak mendapatkan hal tersebut?
Indonesia sendiri telah berhasil mengambil posisi untuk mendukung Palestina. Indonesia telah menunjukkan banyak kebersamaannya dalam menyuarakan keadilan dan perdamaian serta upaya mendukung kemerdekaan Palestina. Aksi demo di monas oleh banyak warga Indonesia adalah salah satu contoh bagaimana Indonesia menjunjung tinggi hak asasi manusia rakyat Palestina. Tak hanya Indonesia, warga dari negara lain juga menyuarakan hak asasi manusia rakyat Palestina lewat demo besar-besaran, yakni Inggris, Prancis, Jerman, Turki, Senegal, bahkan di Amerika Serikat sendiri yang dikatakan telah menjadi sekutu Israel, beberapa warganya juga turun ke jalan untuk mengecam kebiadaban Zionis.
Beberapa hari yang lalu, dikabarkan bahwa warga Palestina berjalan berbondong-bondong menuju ke arah selatan mengikuti perintah dari Zionis. Dikutip dari CNBC Indonesia, beberapa dari mereka mengatakan tidak membawa apa-apa selain botol air dan bendera putih yang terus dikibarkan, menandakan bahwa harapan mereka sudah tidak banyak lagi.
Baca Juga : Israel Tembak Siapa Pun yang Coba Tinggalkan Rumah Sakit
Mendengar berita tersebut, banyak orang yang merasa bersalah karna tidak bisa membantu para warga Palestina. Namun mereka bisa mendoakan dan berdonasi sedikit bantuan untuk warga Palestina dan menyuarakan kepada dunia bahwa warga-warga di sana juga berhak mendapatkan kebahagiaan atas seluruh hidupnya.
Kedepannya, diharapkan perang ini segera berakhir dengan damai dan mengalami penurunan jumlah korban. Perang dan kekerasan ini harus segera diselesaikan dengan damai, takutnya akan menyeret negara lain dan menyebabkan banyak dampak buruk yang tidak hanya dirasakan oleh kedua belah pihak, melainkan oleh banyak pihak.
Anak-anak punya masa depan cerah yang tidak bisa dihancurkan begitu saja. Bahkan orang lanjut usia juga butuh kebahagiaan sebelum mereka menutup mata dan berpamitan kepada dunia. Intinya, kebiadaban Zionis harus segera dihentikan atas dasar kemanusiaan. Dalam hal mendukung, itu bukan soal agama dan perbedaan lainnya, melainkan soal sisi kemanusiaan manusia.






