Hai sahabat geovolcan Bagaimana kabar Kalian saat ini? Kali ini kita akan membahas tentang struktur lapisan kulit bumi. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai berbagai fenomena litosfer.

Permukaan bumi kita ini selalu mengalami perubahan, fenomena yang kita jumpai misalnya tanah longsor, lipatan, patahan, gempa bumi, gunung meletus, lahar, lava, kerikil, debu dan material lain yang dikeluarkan oleh erupsi gunung api dan Gempa bumi sering melanda wilayah Indonesia.

Disamping itu banyak kita jumpai berbagai jenis batuan, bahkan jenis batuan itu sangat besar manfaatnya bagi kehidupan. Mungkin kita sering menanyakan, mengapa bumi kita selalu mengalami perubahan? Mengapa terjadi gerakan-gerakan bumi, seperti gunung meletus dan gempa bumi? Mengapa tanah di Indonesia bervariasi tingkat kesuburannya? Apa penyebab berbagai macam fenomena itu terjadi ? Apa dampak yang ditimbulkan? Nah, kali ini kita akan belajar tentang struktur lapisan kulit bumi terlebih dahulu.

Secara umum, bumi dibagi menjadi 3 lapisan utama yaitu:

a. Kerak Bumi (Crust)

Kerak bumi adalah lapisan bumi paling luar, paling dingin dan keras dari bagian-bagian bumi lainnya. Lapisan ini memiliki ketebalan berkisar 5- 70 km (± 3-44 mil). Kerak bumi termasuk bagian paling tipis, bahkan hanya 1% dari keseluruhan volume bumi. Kerak bumi terbagi menjadi dua bagian, yakni kerak samudra (oceanic crust) dan kerak benua (continental crust).

b. Mantel Bumi (Mantle)

Di bawah kerak bumi terhitung dari lapisan Moho hingga kedalaman 2.900 km (1.800 mil) disebut dengan lapisan Mantel. Ialah lapisan berbatu yang mencakup 84% volume bumi. Bagian paling atas dari Mantel, disebut dengan Astenosfer, yang berasal dari kata astheno yang berarti lemah, atau lambat. Astenosfer dengan ketebalan 400 km merupakan lapisan yang menjadi sumber magma gunungapi atau dengan kata lain sebagai dapur magma. Densitas Astenosfer lebih tinggi daripada kerak bumi, yakni 3.4 g/cm3. Bagian kerak bumi sampai astenosfer (mantel atas) disebut sebagai Litosfer.

c. Inti Bumi (Core)

Inti bumi adalah bagian bumi yang terdiri dari magma pijar. Pada bagian ini suhu dan tekanannya sangat tinggi. Lapisan ini dibedakan menjadi dua, yaitu inti luar (outer core) dan inti dalam (inner core).

1) Inti luar adalah inti bumi yang berada di bagian luar (outer core), diduga berwujud cair sebab lapisan ini tidak dapat dilalui oleh gelombang sekunder.

2) Inti dalam adalah inti bumi yang berada dilapisan dalam (inner core) diduga berwujud padat, tersusun dari materi berupa besi atau besi dan nikel (nife).

Pengertian Litosfer

Lapisan kulit bumi atau kerak bumi sering disebut litosfer. Litosfer ini berasal dari kata litos artinya batu, sfer = sphaira artinya bulatan/lapisan. Litosfer merupakan lapisan batuan/kulit bumi yang mengikuti bentuk bumi yang bulat dengan ketebalan kurang lebih 1.200 km. Jadi litosfer adalah lapisan bumi paling luar yang paling luas dan paling tipis, karena itulah lapisan ini sering dinamakan dengan kerak bumi. Tebal kulit bumi tidak merata, kulit bumi di bagian benua atau daratan lebih tebal dari bagian samudra.

Menurut Plummer dalam Physical Geology (2010),

yang dimaksud dengan litosfer adalah lapisan bumi yang terdiri dari kerak bumi (crust) dan mantel bagian atas (uppermost mantle). Sedangkan, lapisan di bawahnya adalah lapisan yang materialnya cair (astenosphere). Kerak bumi dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

a. Kerak Benua (Continental Crust),

merupakan lapisan padat yang terdiri dari batuan beku granit pada bagian atasnya dan batuan beku basalt pada bagian bawahnya. Kerak ini yang sering kita kenal dengan benua. Lapisan ini sering disebut juga sebagai lapisan SiAl. Dinamakan demikian karena kandungannya yang didominasi oleh Silisium dan Alumunium.

b. Kerak samudera (Oceanic Crust),

merupakan lapisan padat yang terdiri dari endapan di laut pada bagian atas, kemudian di bawahnya betuan-batuan vulkanik dan yang paling bawah tersusun dari batuan beku. Kerak ini sering kita kenal menempati samudera. Lapisan ini sering disebut sebagai lapisan SiMa, karena didominasi oleh unsur Silisium dan Magnesium.

Untuk memahami lapisan-lapisan bumi, coba amati Gambar berikut!

Sumber Gambar : National Geographic

Setelah mengamati gambar di atas Kalian bisa menentukan ada berapakah lapisan itu? Ya benar! Secara keseluruhan, tubuh bumi terdiri dari tiga bagian utama, yaitu litosfer, mantel dan inti (barisfer).

Baca Juga :

Materi Litosfer | Geovolcan | Tenaga Pembentuk Muka Bumi

Menurut ahli geologi, Suees dan Wiechert

struktur lapisan bumi struktur bumi dibagi sebagai berikut:

1) Kerak bumi (Earth’s crust : The Upper Sell),

merupakan lapisan bumi yang paling atas, mempunyai tebal 30 km sampai 40 km pada daratan, dan pada pegunungan ketebalannya bisa mencapai 70 km. Berat jenis rata-rata 2,7 yang terdiri dari unsur-unsur dominan berupa oksigen, silisium dan aluminium, sehingga dinamakan lapisan sial. Kerak bumi dan selubung bumi bagian atas, disebut lithosfer.

2) Selubung bumi atau mantel,

ketebalannya sampai kedalaman 1.200 km dari permukaan bumi. Berat jenis lapisan ini antara 3,4 sampai 4. Unsur-unsur yang dominan pada selubung bumi adalah oksigen, silisium dan magnesium sehingga dinamakan sima.

3) Lapisan antara (intermediate shell) atau mantel bumi

atau chalkosfera yang merupakan sisi oksida dan sulfida dengan ketebalan 1.700 km dan berat jenis 6,4. Lapisan ini terbagi 2 yaitu lapisan yang terletak pada kedalaman antara 1.200 km sampai 1.250 km dinamakan Crofesima, berat jenis antara 4 sampai 5 terdiri dari unsur-unsur dominan oksigen, ferrum, silisium, magnesium, dan sedikit chromium. Lapisan antara kedalaman 1.250 km sampai 2.900 km dinamakan Nifesima, berat jenis antara 5 sampai 6, unsur yang penting (dominan) adalah Nikel.

4) Inti Bumi (The earth’s core) atau Barysfera.

Lapisan ini diperkirakan mencapai kedalaman 5.500 km, banyak mengandung besi dan nikel sehingga disebut Nife, berat jenisnya antara 6 samapi 12 dengan rata-rata 9,6. Ketebalan inti bumi mempunyai jari-jari kurang lebih 3.500 km.

Holmes melakukan pembagian litosfer (kerak bumi) seperti berikut:

1) Bagian atas yang mempunyai tebal 15 km dengan berat jenis kurang lebih 2,7 dan mempunyai tipe magma granit.

2) Bagian tengah yang mempunyai tebal 25 km dengan berat jenis 3,5 dan mempunyai tipe magma basalt.

3) Bagian bawah yang mempunyai tebal 20 km dengan berat jenis 3,5 dan mempunyai tipe magma peridotit dan magma eklogit.

Berdasarkan pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa litosfer merupakan lapisan yang paling atas dari tubuh bumi, lapisan ini secara umum terbagi menjadi dua, yaitu;

 a) Lapisan sial (silisium alumunium) yaitu lapisan kulit bumi yangtersusun atas logam silisium dan alumunium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan Al2O3.

b) Lapisan sima(silisium magnesium) yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun oleh logam logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa SiO2 dan MgO, mempunyai berat jenis yang lebih besar dari pada lapisan sial karena mengandung besi dan magnesiumyaitu mineral ferro magnesium dan batuan basalt.

sekian materi kali ini tentang struktur lapisan kulit bumi semoga bermanfaat dan barokah

Sumber :
Modul geo learning bahan ajar SMA/MA kelas X : wisnu sinartejo 2019
Modul Pembelajaran geografi SMA/MA kelas X : Agus Pratomo 2020