Hai sahabat geovolcan kali ini kita akan belajar tentang teori pembentukan planet bumi pada materi ini masuk materi kelas 10 di bab bumi sebagai ruang kehidupan.

Bumi bisa di sebut planet kehidupan karena sampai saat ini belum ada planet lain di tata surya atau di jagat raya ini dapat dijadikan tempat tinggal makhluk hidup. Hal itu dikarenakan sebagian besar permukaan bumi terdiri dari atas lautan.

Fase-fase pembentukan bumi secara ringkas terdiri dari 9 fase, yaitu sebagai berikut.

  • Fase awal mula jadi alam semesta, salah satu teori pembentukan alam semesta adalah teori Big Bang. Teori ini di dasarkan pada asumsi bahwa alam semesta berasal dari keadaan panas dan padat yang mengalami ledakan dahsyat dan mengambang.
  • Fase pembentukan bintang-bintang, matahari dan bumi sebagai calon tata surya belum dilahirkan.
  • Fase supernova, ledakan dari suatu bintang di galaksi yang memancarkan kekuatan energi yang teramat besar. Peristiwa supernova ini menandai akan berakhirnya riwayat suatu bintang.
  • Fase pendinginan nebula, barulah setelah ada kejutan lagi dari supernova  yang ada disekitanya akirnya membuat gravitasi antarbahan nebula mulai aktif. Ketika gravitasi mulai bekerja pembentukan sebuah bintang/ matahari mulai terjadi.
  • Fase pembentukan matahari dan cicin planet
  • Fase akresi intinya merupakan masa penambahan bahan-bahan dari luar bumi, yaitu dari berbagai meteor jatuh menghujani bumi.
  • Fase pembentukan bumi
  • Fase pembentukan Atmosfer, Samudra, dan makhluk hidup
  • Fase Makhluk Hidup

Seiring waktu bumi mengalami perubahan, baik bentuk permukaan bumi, susunan, maupun lapisan bumi. Walapun permukaan bumi tampak stabil tetapi sebenarnya selalu bergerak, baik disebabkan oleh tenaga dari dalam (endogen) maupun dari luar (eksogen)

Baca Juga DINAMIKA PLANET BUMI SEBAGAI RUANG KEHIDUPAN

Para Ahli jaman dahulu juga berusaha mengungkap proses terbentuknya planet bumi dan terciptalah beberapa teori pembentukan planet bumi yang menjelaskan bahwa bumi selalu bergerak, antara lain

TEORI PEMBENTUKAN PLANET BUMI
Photo by Valentin Antonucci on Pexels.com

1. Teori Kontraksi (Contraction Theory)

Teori ini dikemukakan kali pertama oleh Descrates (1596–1650).

Ia menyatakan bahwa bumi semakin lama semakin susut dan mengerut disebabkan terjadinya proses pendinginan sehingga di bagian permukaannya terbentuk relief berupa gunung, lembah, dan dataran.

Teori Kontraksi didukung pula oleh James Dana (1847) dan Elie de Baumant (1852). Keduanya berpendapat bahwa bumi mengalami pengerutan karena terjadi proses pendinginan pada bagian dalam bumi yang mengakibatkan bagian permukaan bumi mengerut membentuk pegunungan dan lembah-lembah.

2. Teori Dua Benua (Laurasia-Gondwana Theory)

Edward Zuess (The Face of The Earth 1884) dan Frank B. Taylor (1910)Teori ini menyatakan bahwa pada awalnya bumi terdiri atas dua benua yang sangat besar, yaitu Laurasia di sekitar kutub utara dan Gondwana di sekitar kutub selatan bumi. Kedua benua tersebut kemudian bergerak perlahan ke arah equator bumi sehingga pada akhirnya terpecah-pecah menjadi benua-benua yang lebih kecil.

3. Teori Pengapungan Benua (Continental Drift Theory)

Alferd Lothar Wegener 1915, la mengemukakan teori yang disebut Apungan dan Pergeseran BenuaBenua pada tahun 1912 dihadapan perhimpunan ahli geologi di Frankfurt, Jerman. Teori tersebut dipopulerkan pertama kalinya dalam bentuk buku pada tahun 1915 yang berjudul “The Origin of Continent’s and Ocean’s”

4. Teori Konveksi (Convection Theory)

Dinyatakan bahwa di dalam bumi yang masih dalam keadaan panas dan berpijar terjadi arus konveksi ke arah lapisan kulit bumi yang berada diatasnya.

5. Teori Tektonik Lempeng

Tahun 1967 ahli geofisika Inggris, Dan Mc Kenzie dan Robert Parker menampilkan hipotesis baru hipotesis-hipotesis sebelumnya.

Memunculkan pandangan baru bahwa benua dan samudra bergerak , teorinya di kenal tektonik lempeng sebagai paradigma baru dalam ilmu kebumian.

Beradasarkan teori lempeng tektonik, kulit bumi terdiri atas beberapa lempeng tektonik yang berada pada lapisan astenosfer yang berwujud cair kental.

Lempeng-lempeng tektonik pembentuk kulit bumi selalu bergerak karena pengaruh arus konveksi yang terjadi pada lapisan astenosfer yang berada di bawah lempeng tektonik kulit bumi.

penjelasan materi bisa lihat video di bawah ini.