Zona Agroklimat Menurut Oldeman

Belajar tentang Zona Agroklimat Menurut Oldeman ( 1975) Iklim mempunyai beberapa unsur atau parameter, yang tentunya juga bisa diukur. Lihat saja sawah tadah hujan yang tergantung dari ada tidaknya hujan, dalam arti yang luas yaitu ketersediaan air. Berikut ini salah satu contoh klasifikasi ketersediaan air berdasarkan zona agroklimat menurut Oldeman.

Klasifikasi Zona Agroklimat Menurut Oldeman ( 1975)

ZonaBulan BasahBulan KeringKeterangan
A>9–Air hujan tersedia tanpa pembatas sehingga penanaman padi lahan basah dapat dilakukan sepanjang tahun
B17-9<2Air hujan tersedia melimpah dan cukup 2 kali penanaman padi lahan basah selama periode hujan
B27-92-4Perencanaan yang hati-hati diperlukan untuk pertumbuhan tanaman karena curah hujan hanya cukup untuk 2 kali penanaman padi sawah selama setahun
C15-6<2Dua kali tanaman padi sawah, sekali tanaman lahan kering ( sistem gogorancah) selama setahun
C25-62-4Dua kali padi sawah, sesekali palawija dan diikuti sistem rotasi tanaman, perlu penambahan air irigasi.
C35-65-6Dua kali padi sawah, sesekali palawija dan diikuti sistem rotasi tanaman, perlu penambahan air irigasi.
D13-4<2Secara umum hanya sekali padi sawah, dengan ketersediaan air hujan cukup selama musim hujan
D23-42-4Sekali padi sawah dan perlu perencanaan penanaman yang lebih hati-hati perlu penambahan air irigasi
D33-45-6Sekali padi sawah dan diterapkan sistem rotasi tanjam
D43-4>6Hanya sekali penanaman dalam setahun, selebihnya bulan-bulan bersifat kering (kurang air)
E1<3<2Diperlukan penambahan air irigasi untuk penanaman padi sawah karena curah hujan tidak cukup
E2<32-4Diperlukan air irigasi yang baik dengan perencanaan penanaman yang lebih hati-hati
E3<35-6Diperlukan air irigasi dan rotasi tanaman untuk menghemat air irigasi
E4<3>6Perlu irigasi yang baik dan hanya sekali penanaman setahun

Baca juga :

PENGERTIAN GEOGRAFI PERTANIAN

Pembahasan Iklim dan Cuaca | Geografi kelas X

Sekian rangkuman Zona Agroklimat Menurut Oldeman semoga bermanfaat.