Iklim sangat berpengaruh terhadap kehidupan, keanekaragaman iklim di Indonesia yang sifatnya panas dan basah  menyebabkan keanekaragaman flora dan fauna di Indonesia.

Beberapa jenis flora yang dipengaruhi oleh iklim yaitu: hutan musim, hutan hujan tropis, sabana, stepa, dan hutan bakau atau mangrove.

Selain itu pengaruh iklim terhadap manusia yaitu,….

iklim Indonesia yang panas dan basah sangat cocok untuk pertanian sawah, palawija dan perkebunan.

Perumahan harus sesuai dengan iklim tropis, pertenakan harus dikembangkansesuai dengan kondisi iklim. Iklim di Indonesia dapat menciptakan hutan hujan tropis yang lebat dan hijau.

Pemanfaatan Cuaca dan Iklim dalam Bidang Pertanian dan Kelautan

Bagi Indonesia yang sebagian besar penduduknya bergerak dalam sektor agraris, karakter iklim seperti curah hujan, suhu, dan musim sangat mempengaruhi pola kehidupannya.

Pada zaman dahulu ketika pengetahuan cuaca dan iklim belum berkembang, nenek moyang kita sudah memanfaatkan datangnya musim bagi pola tanam.

Mereka berpendapat bahwa bulan-bulan yang berakhiran kata ber (September, Oktober, November, dan Desember) merupakan musim hujan. Pada musim hujan, para petani mulai turun ke sawah dan ladang untuk mengolah lahan.

Melalui kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang meteorologi, klimatologi, dan pertanian.

faktor – faktor iklim benar-benar dijadikan salah satu pertimbangan dalam penentuan kecocokan jenis tanaman yang akan dibudidayakan di suatu tempat.

Misalnya,

tanaman padi sangat cocok jika dibudidayakan di daerah dataran rendah yang beriklim panas,

sedangkan perkebunan hortikultura sangat baik dikembangkan di dataran tinggi yang suhunya relatif sejuk.

Selain itu, dengan kemajuan ilmu meteorologi dan klimatologi, kita dapat mengetahui berapa curah hujan rata – rata dalam setiap bulan bahkan setiap tahun,

kita dapat memprediksi kapan musim hujan datang, dan memperkirakan adanya penyimpangan cuaca dan iklim.

Para nelayan tradisional sering kali memanfaatkan pola angin dan musim pada aktivitas mencari ikan.

Sebagai contoh, sejak zaman dulu para nelayan memanfaatkan angin darat dan angin laut untuk pergi dan pulang menangkap ikan di laut.

Selain itu,

para nelayan jarang mencari ikan pada periode berembusnya angin barat, karena sering terjadi angin ribut dan disertai hujan lebat.

Baca Juga : Dampak Perubahan Iklim Global

Pemanfaatan Cuaca dan Iklim dalam Bidang Komunikasi

Salah satu lapisan atmosfer Bumi adalah ionosfer yang memiliki kemampuan memantulkan gelombang radio.

Sifat fisik lapisan ini dimanfaatkan manusia dalam bidang komunikasi untuk penyiaran radio,

sehingga arus informasi dapat dengan mudah dan cepat diterima oleh masyarakat. 

Melalui kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang meteorologi – klimatologi dan sistem komunikasi,

saat ini negara kita telah memiliki satelit komunikasi PALAPA yang ditempatkan di atmosfer pada lokasi geostasioner dengan ketinggian sekitar 36.000 km di atas muka bumi.

Pemanfaatan Cuaca dan Iklim dalam Bidang Transportasi

Dalam bidang transportasi, faktor – faktor cuaca seperti pola angin dan curah hujan sangat mempengaruhi kelancaran jalur transportasi, baik transportasi laut maupun udara. Sebagai contoh jalur pelayaran akan sangat terganggu jika terjadi angin ribut atau badai yang disertai hujan lebat.

Demikian pula dalam sistem transportasi udara. Oleh karena itu, setiap hari televisi senantiasa menginformasikan prakiraan cuaca yang didapatkan dari badan meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang senantiasa memantau keadaan cuaca selama 24 jam.

Aklimatisasi

Aklimatisasi adalah proses saat manusia (dan hewan ) dapat menyesuaikan diri terhadap koonndisi iklim yang tidak akrab. Masalah utama dalam penyesuaian terhadap iklim baru seringkali tidak ada kaitannya dengan iklim tetapi muncul keriduan, kebosanan, kejemuhan, atau ketidakcocokan sosial.

Dalam arti yang sempit, maka aklimitasasi menenjukkan perubahan dalam tubuh manusia akibat perubahan iklim(Tjasjono,B,:1992:212)