Geovolcan.com – Batuan beku yang terbentuk pada permukaan bumi mengalami pelapukan. Bagian-bagian yang lepas diangkut oleh aliran air, angina tau cairan gletser dan kemudian di endapkan. Endapan tersebut masih lunak, karena proses diagenesis, sedimen menjadi keras dan disebut batuan sedimen.

Berdasarkan proses pembentukanya batuan sedimen dapat dikelompokan menjadi tiga macam, sebagai berikut.

Batuan sedimen klastik

Batuan asal yang mengalami penghancuran secara mekanis dari ukuran besar menjadi ukuran kecil, kemudian mengendap membentuk batuan endapan klastik contoh umum batuan endapan klastik adalah batuan pasir dan batu lempung

Selain batuan sedimen klastik, adapula yang disebut batuan sedimen non klastik. Kedua jenis batuan sedimen tersebut dibedakan atas dasar komposisinya. Sedimen non klastik yang utama adalah batuan gamping dan dolomit. Batuan non klastik sebagai hasil evaporit (menguap) antara lain batu garam, denhidrit dan gypsum sedangkan dari unsur organic adalah batu bara.

Batuan sedimen kimiawi

Batuan yang terjadi karena proses kimiawi, seperti penguapan, pelarutan, dehidrasi dan sebagainya. Contoh batuan sedimen kimiawi yang terjadi secara tidak langsung adalah batuan sedimen kapur yang dinamakan stalaktit dan stalagmite yang terdapat di gua-gua kapur. Stalaktit dan stalagmite terjadi akibat pelarutan dan penguapan H2O dan CO2 pada air kapur menetes.

Batuan sedimen organik

Batuan yang terjadi karena selama proses pengendapan mendapat bantuan dari organisme, yaitu sisa-sisa sampah organik atau bangkai binatang laut yang tertimbun di dasar laut seperti kerang dan terumbu karang

Baca Juga : Batuan pembentuk Litosfer dan ikuti kami di youtube geo volcan