Hai sahabat geografi berbicara mengenai masalah Faktor Pendorong dan Penarik Penduduk Desa dan Kota tidak lepas dari faktor interaksi antar desa dan kota. Interaksi menggambarkan proses saling mempengaruhi baik aspek sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Interaksi antara desa dan kota terjadi karena adanya perbedaan kebutuhan dan potensi yang ada di kota dan desa.
Faktor Pendorong dan Faktor Penarik
Faktor yang mempengaruhi interaksi desa kota terbagi dua yaitu, faktor pendorong dan faktor penarik.
| FAKTOR PENDORONG | FAKTOR PENARIK |
| Polusi, kemacetan, criminal, tidak ada ruang terbuka hijau sehingga penduduk tidak nyaman (special force) | Lokasi dekat dengan pusat kota yang dinilai lebih strategis bagi kegiatan industri (site attraction) |
| Lokasi sudah tidak sesuaI untuk kegiatan industri, sehingga pindah ke pinggiran kota yang lalu lintasnya lancer dan penduduk belum padat (site force) | Terdapat kegiatan bisnis dengan kemudahan aksesibilitas (functional convenience maximum accessibility) |
| Harga tanah mahal, pajak tinggi, dan jumlah penduduk banyak (force of sosial evaluation) | Adanya fasilitas umum untuk olahraga, hiburan, seni budaya yang dapat dikunjungi penduduk (functional magnetism) |
| Ketidakpuasan fungsi ruang, pemukiman sempit dan tidak sehat (situasional force) | Orang akan lebih bangga tinggal dengan pusat kegiatan perdagangan atau perbelanjaan (functional prestige) |
| Fasilitas umum tidak memadai, tidak lengkap, dan cenderung membahayakan pengguna (statu and organization of occupance) |
Interaksi merupakan kontak atau hubungan antara dua wilayah atau lebih yang menimbulkan sesuatu kenyataan yang baru dalam wujud tertentu. Perkembangan dan pertumbuhan desa yang pesat perluasan jaringan jalan desa-desa, dan kebutuhan desa-kota telah memicu interaksi secara efektif dan efisien.
Baca Juga : Dampak Positif dan Negatif Interaksi Desa dan Kota
Gravitasi Desa-Kota
Faktor yang mendasari interaksi desa kota adalah sebuah gravitasi, istilah ini lebih dikenal setelah munculnya Hukum Gravitasi Newton yang menyatakan bahwa:
- Setiap benda mempunyai kekuatan menarik terhadap benda lain
- Di antara dua benda terjadi proses saling tarik-menarik
- Besarnya kekuatan tarik-menarik antara dua benda berbanding lurus dengan perkalian massa kedua benda itu dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya.
Hubungan antara Hukum Gravitasi Newton dengan interkasi desa-kota adalah sebagai berikut :
- Proses interaksi desa – kota terjadi karena masing-masing mempunyai kekuatan untuk menarik.
- Kota mempunya kekuatan menarik terhadap desa karena alasan berikut:
- Di kota terdapat beragam pusat daerah kegiatan dan aneka ragam lapangan kerja.
- Kota sebagai simbol kemajuan dan jendela pembaharuan untuk hal-hal baru.
- Desa mempunyai kekuatan menarik terhadap kota karena alasan berikut:
- Desa mempunyai banyak sumberdaya alam
- Desa sebagai lumbung serta memberi aneka bahan pangan, bahan sandang, bahan perumahan, dan aneka bahan mentah industri.
- Desa sebagai pusat tenaga kerja.
- Desa mempunyai keanekaragaman sumberdaya lingkungan dan panorama alam.
- Besar kecilnya kekuatan tarik-menarik antara kota dan desa tergantung pada tinggi-rendahnya potensi fisik-nonfisik kota dan desa tersebut serta tergantung ada atau tidaknya sarana dan prasarana transportasi penghubung kota dan desa.
Lihat Juga : Definisi Kota Menurut PBB
Konsep model gravitasi ini didasarkan atas pernyataan bahwa jika ukuran salah satu atau kedua wilayah bertambah, maka pengaruh yang terjadi di antara kedua kota tersebut juga akan bertambah. Semakin jauh jarak antara kedua wilayah, maka akan semakin berkurang juga pengaruh yang terjadi di antara keduanya.
Sumber : Modul Geografi kelas 12 Interaksi Desa dan Kota
Jadi apabila menurut kalian tentang Faktor Pendorong dan Penarik Penduduk Desa dan Kota masih ada yang kurang coba komen di bawah ya !






