Fenomena Batu Berjalan Mitos atau Fakta?

Artikel Geografi1111 Dilihat

Fenomena Batu Berjalan – Hai Sobat Geovolcan, tau ga sih ada batu yang berjalan di dunia ini? bagaimana bisa, batu yang merupakan benda mati bisa berjalan sendiri, lantas apakah fenomena ini nyata atau hanya sebatas mitos belaka?

 Pada tahun 1940-an akhirnya situs NASA mengungkapkan tentang adanya fenomena mengenai batu berjalan, yang tentunya membuat para pakar turun tangan, untuk memecahkan misteri dari fenomena tersebut. Fenomena unik ini terjadi di Taman Nasional Lembah Maut, Amerika Serikat. Kawasan tersebut dikenal dengan sebutan Racetrack Playa. Lokasinya berupa danau kering. Saat musim basah, tanah di daerah ini menjadi lumpur. Sebaliknya ketika musim kering, tanahnya berubah menjadi retak-retak.

Baca Juga : Bagaimana pengaruh iklim terhadap kehidupan ?

Selama bertahun-tahun para peneliti dari berbagai macam wilayah mencoba untuk menguak fenomena batu berjalan dan penyebab batu-batu di daerah ini bisa berjalan. Bahkan, tidak sedikit dari batu-batu tersebut di tempeli GPS untuk melihat pola dari pergerakan nya. Mulai muncul spekulasi mengenai misteri dari fenomena ini, mulai dari kemungkinan adanya medan magnet yang kuat sehingga dapat menggerakkan batu hamper seberat 300 kg, namun spekulasi ini dengan cepat di patahkan hal ini dikarenakan pola dari pergerakan batu yang kebanyakan zigzag bukan lurus seperti yang semestinya ketika tertarik oleh adanya medan magnet, hingga adanya anggapan bahwa alien yang telah menggerakan batu-batu ini.

Akhirnya pada tahun 2016, dikutip dari dalam artikel BBC ‘World Most Bizarre Natural Phenomena‘  misteri batu berjalan sendiri terungkap. Jawabannya terletak  pada cuaca. Pada musim dingin, sungai yang ada disana berubah menjadi es. Seperti mendapat seluncuran, batu-batu ini kemudian bergerak ketika es mulai mencair. Itulah sebabnya, batu dengan berat yang berbeda-beda bisa berjalan zigzag mengikuti seluncuran. Lalu pada saat es mencair, tanah kembali berubah menjadi lumpur. Alhasil jejak pergerakan batu meninggalkan track atau lintasan di tanah.