Go Digital Go Global: Peran Masyarakat Indonesia Sebagai Penggerak Kebudayaan Digital Ditengah Era Disrupsi

Peran Masyarakat Sebagai Pengerak Kebudayaan Digital – Disrupsi Budaya, itulah ungkapan yang disampaikan oleh Kepala Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan (Puslitjakdikbud), Irsyad Zamjani dalam sebuah acara sambutan pada Forum Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan yang dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) di Jakarta, Kamis 15 Oktober 2020. Dalam hasil penelitiannya beliau menemukan sejumlah kebudayaan dan kebiasaan baru masyarakat di era pandemi ini. Para pelaku seni dituntut memiliki pola, daya adaptasi, dan strategi-strategi baru agar bisa bertahan dalam situasi pandemi dengan mengeluarkan suatu hal yang baru supaya masyarakat tidak melupakan keberadaan kebudayaan bangsa sendiri selama pandemi. Hal itulah yang menyebabkan adanya perubahan yang besar terhadap budaya di Indonesia.

Mungkin beberapa orang sudah tidak asing lagi dengan kata Disrupsi karena istilah itu sudah dikenal dari puluhan tahun lalu, tetapi baru populer pada tahun 2020. Disrupsi, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti hal yang tercabut dari akarnya. Secara umum, Disrupsi adalah era terjadinya perubahan besar-besaran oleh adanya inovasi yang mengubah sistem dan tatanan yang ada ke cara-cara baru. Disrupsi Budaya itu sendiri merupakan kondisi ketidakpastian kultural karena nilai-nilai yang beragam dan saling bertumpang tindih. Hal itulah yang menjadi ancaman sekaligus peluang yang tergantung pada kemampuan masyarakat Indonesia di tengah perubahan saat ini. Langkah-langkah strategis dan inovatif juga perlu diciptakan dan sangat dibutuhkan pada saat mempromosikan kebudayaan.

Beberapa tahun belakangan ini, dampak pandemi sangat terasa sekali bagi kita. Fenomena ini mungkin skalanya sejajar dengan Perang Dunia ke-2, karena event-event skala besar hampir keseluruhan ditunda atau bahkan dibatalkan. Dari
kasus pandemi covid-19 ini, pemerintah Indonesia mengeluarkan beberapa upaya yang harus dilakukan untuk menyelesaikan kasus ini, yaitu dengan melakukan gerakan social distancing (Pembatasan Jarak Fisik), PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), dan 3M (Memakai masker, Menjaga Jarak Aman, dan Mencuci Tangan). Tentunya upaya tersebut yang dilakukan oleh pemerintah di masa pandemi covid-19 memberikan dampak bagi profesi pekerja, salah satunya di bidang budaya kreativitas yaitu para pelaku seni.

Banyak pertunjukan yang ditunda bahkan dibatalkan, sehingga para pelaku seni harus kehilangan pekerjaannya. Para pelaku seni harus rela mengalami kerugian lantaran penundaan atau bahkan pembatalan jadwal pertunjukan. Mulai adanya pandemi covid-19 ini, beberapa pelaku seni mungkin dapat mengerjakan pekerjaan di dalam rumah dengan menggunakan beberapa alternatif untuk dapat tetap survive di tengah adanya pandemi covid-19.

Baca juga : Pengaruh Pandemi Terhadap Budaya Masyarakat

Perubahan budaya dibutuhkan pada saat survive dengan waktu yang cukup lama beserta rentetan-rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat. Perubahan tersebut terjadi karena usaha-usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan-keperluan, keadaan-keadaan, dan kondisi-kondisi baru, yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat.

Sudah cukup lama covid-19 berpijak di Indonesia bahkan di dunia. Pemerintah membuat kebijakan untuk melakukan segala kegiatan di rumah saja dalam usaha pemotongan rantai penyebaran pandemi covid-19 yang menjadi ujian berat untuk para pelaku seni. Dulu antara pelaku seni dengan penikmat seni selalu bertemu secara langsung (face to face), akan tetapi sekarang semua sudah berubah sejak adanya covid-19 dan harus dilakukan secara online.

Digitalisasi kebudayaan, mungkin itu akan menjadi suatu kajian menarik yang berkaitan dengan perkembangan teknologi internet. Konvergensi media digital berdampak pada segala aspek kehidupan manusia. Digitalisasi teknologi informasi dan komunikasi berhasil membentuk cara-cara dan model komunikasi baru yang nantinya akan mendukung afiliasi di bidang budaya. Digitalisasi kebudayaan merupakan konsep yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan dan mempertahankan kebudayaan. Digitalisasi kebudayaan tentunya mudah dilakukan di zaman serba teknologi saat ini sehingga kebudayaan akan terjamin kelestariannya.

Dunia saat ini memasuki revolusi digital yang berputar cepat di tahun 2021, tentunya dalam masa yang akan datang juga. Masyarakat terutama para pelaku seni diharapkan lebih intensif dalam penggunaan platform komunikasi berbasis digital, contohnya seperti diadakan pertunjukan secara online. Pertunjukan online bukanlah sebuah sistem baru dalam dunia seni, melainkan suatu sistem yang telah ada beriringnya perkembangan dunia teknologi. Dunia boleh saja berbicara bahwa semua ini kehidupan telah diwarnai dan harus beradaptasi dengan teknologi. Akan tetapi, fakta yang lain, salah satunya adalah sistem pertunjukan yang dianjurkan dan diharapkan dengan media digital atau daring (dalam jaringan).

Baca juga : Menurunnya Kecintaan Budaya Akibat Covid-19

Pertunjukan online atau daring (dalam jaringan) ini menjadi alternatif yang kian meningkat di tengah merebaknya virus covid-19. Selama pandemi ini, para pelaku seni dituntut tanpa pengecualian untuk menggunakan sarana media digital dalam melakukan pekerjaannya sebagai pelaku seni. Berbagai tim pertunjukan seni berlomba-lomba menelisik cara-cara yang efektif dalam mentransmisikan sistem pertunjukannya. Perkembangan teknologi yang kian canggih mengakomodasi dan memobilisasi sistem pertunjukan seni tersebut.

Hal tersebut cukup menarik penggemar seni di masa pandemi covid-19 ini. Beberapa pelaku seni juga ada yang mengajak penonton berdonasi untuk masyarakat yang terkena dampak pandemi covid-19 melalui penyelenggaraan pertunjukan daring tersebut. Aksi tersebut menjadi salah satu bentuk pemberian semangat para pelaku seni untuk terus berkarya dan menciptakan perubahan-perubahan baru dengan mengikuti zaman serta memberikan semangat pada pejuang medis sebagai garda terdepan penanganan covid-19. Pertunjukan musik yang digelar Erwin Gutawa bertajuk “Konser Orkestra di Rumah” turut mengajak masyarakat untuk berdonasi membantu penanganan covid-19, baik untuk para medis maupun warga yang terkena dampak covid-19.

Keadaan di atas menggambarkan perubahan terhadap kebudayaan Indonesia yang hendaknya menjadi perhatian masyarakat. Masyarakat diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk membantu para pelaku seni dalam memajukan kebudayaan. Terutama generasi muda bisa mengambil peran penting dalam melestarikan kebudayaan Indonesia dengan menciptakan inovasi budaya Indonesia tanpa menghilangkan keaslian kebudayaan tersebut. Generasi muda adalah pewaris generasi yang seharusnya memiliki visi dan tujuan yang positif karena menjadi pusat perhatian dari berbagai kalangan di segala bidang, terutama pada bidang budaya. Generasi muda harus bisa mempertahankan kearifan lokal sebagai identitas bangsa.

Namun, generasi pemuda sering kali mengalami permasalahan kompleks seperti kurang memiliki idealisme, krisis patriotisme dan nasionalisme, dan lain sebagainya. Ada beberapa upaya untuk mengatasi hambatan pandemi covid-19 dalam melestarikan kebudayaan Indonesia diantaranya, yaitu: 1) Mengikuti webinar budaya Indonesia supaya jangkauan pemikiran kita terjaga dan lebih luas, 2) Menyebarkan informasi mengenai budaya kita di media sosial dan juga mengikuti adat masing-masing daerah, 3) Menggunakan bahasa daerah ketika berbicara dengan orang lain yang asal daerahnya sama, 4) Membuat suatu video yang berkaitan dengan kebudayaan Indonesia yang terkonsep secara modern sehingga orang-orang menjadi tertarik akan budaya Indonesia.

Lihat Juga : Budaya Makanan Khas Banyuwangi

Upaya tersebut hanyalah sebagian kecil dari berbagai macam upaya untuk melestarikan budaya Indonesia di masa pandemi covid-19 dan dapat diterapkan bergantung pada situasi yang lingkungan masing-masing. Adapun hal penting yang perlu diperhatikan sebelum upaya diwujudkan adalah meningkatkan pengetahuan diri mengenai budaya Indonesia dan memahami tujuan serta makna budaya tersebut.

Melalui kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia dan adanya digitalisasi kebudayaan, maka budaya sebagai identitas diri dapat dengan mudah disebarluaskan, baik dalam lingkup nasional bahkan bisa juga dalam lingkup internasional. Dengan ini dapat dikatakan bahwa kehadiran internet dan media digital yang baru akan mempengaruhi komunikasi antarbudaya di era digital, salah satunya dengan adanya pertunjukan online yang sekarang diharuskan bagi seluruh pelaku seni agar tetap bisa menjalankan pekerjaannya.

Masyarakat juga secara tidak langsung menjadi pelaku seni yang diharuskan memiliki nilai-nilai fungsi dan peran penting masyarakat dalam melestarikan budaya di negara kita sendiri. Kepedulian generasi muda terhadap budaya Indonesia merupakan hal yang penting. Peran penting masyarakat terutama generasi muda bagi kebudayaan di Indonesia dapat dimulai dengan kegiatan mempromosikan budaya-budaya bangsa dengan memanfaatkan platform, seperti YouTube ataupun TikTok untuk memperkenalkan tarian, adat istiadat, busana, dan kebudayaan lainnya yang ada di Indonesia. Dengan peduli terhadap budaya Indonesia mereka turut membantu pelestarian budaya Indonesia yang hampir terancam hilang. Dari aksi tersebut kita dapat merasakan adanya keberadaan digitalisasi sehingga masyarakat bisa terus mengembangkan kebudayaan Indonesia.

Manfaat dari melestarikan budaya Indonesia adalah terjaganya jati diri serta kepribadian negara dan hal ini harus diteruskan dari generasi ke generasi. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi generasi muda sebagai penerus bangsa untuk peduli dan turut serta menjaga pelestarian budaya Indonesia.