Hedgehog’s Dilemma (Dilema Landak) : yang Dekat yang Menyakiti

funfact1530 Dilihat

Manusia adalah makhluk sosial yang pastinya tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan dari orang lain. Korelasi yang saling menguntungkan itu membuat sesama manusia menjadi dekat layaknya sanak saudara sendiri. Mereka berteman dan menjalin hubungan yang sangat dekat. Di tengah-tengah hubungan tersebut, salah satu dari mereka merasakan kejanggalan yang membuat hubungan kian melemah.

Semakin bertambahnya umur, lingkup sosial pertemanan kita akan kian mengecil. Benar begitu? Kalian merasakan hal tersebut bukan? Hal itu membuat kita sedikit merasakan guncangan konsekuensi dari masa remaja menuju masa dewasa. Belum lagi, tekanan pendidikan dan bayangan masa depan yang selalu menghantui.

Karena lingkup pertemanan yang kian mengecil, yang biasanya kita membutuhkan beberapa teman atau orang untuk mendapat energi sosial, sekarang kita hanya bisa memperolehnya dari satu orang saja. Nggak paham? Jadi gini. Misal, dulu kita punya banyak temen buat curhat, ngerjain tugas bareng, main bareng, atau sekedar belanja bareng, sekarang, kita hanya bisa melimpahkannya ke satu atau dua orang saja yang tetap bertahan di lingkup pertemanan kita.

Memang sih, melimpahkan utilitas ke sedikit orang itu bisa menjadi penyebab intensitas dan frekuensi hubungan makin meningkat dibandingkan saat kita melimpahkan ke banyak orang. Kenapa kok gitu? Ibaratnya gini GeoFriends. Kalian temenan sama banyak orang, maka kalian membagikan energi pertemanan kalian itu dengan banyak orang sehingga setiap orang dapat sedikit energi itu. Bandingkan dengan kalian temenan sama satu atau dua orang aja, mereka bakal dapat persentase energi pertemanan yang banyak kan daripada kalian temenan sama lima sampai sepuluh orang. Satu atau dua orang itu tadi, akan merasa kalau hubungan pertemanan kalian itu spesial dan mungkin hubungan kalian bisa mencapai hubungan pacaran.

Sekarang, aku tanya ke kalian, apakah hal tersebut akan membuahkan keuntungan bagi hubungan kalian entah itu persahabatan maupun pacaran? Nah, pertanyaan ini, dulu sempat terpikirkan oleh para pemikir zaman dulu, salah satunya adalah filsuf dari Jerman bernama Arthur Schopenhauer. Dan ia memakai istilah hedgehog’s dilemma untuk mencoba menjawab pertanyaan tersebut.

Baca Juga : Kiat Hidup Minimalis Ala Orang Jepang

Apa Itu Hedgehog’s Dilemma?

Menurut Wikipedia, hedgehog’s dilemma atau biasa diartikan dengan dilema landak yang diceritakan oleh Arthur adalah sebuah analogi tentang hubungan manusia. Analogi ini dideskripsikan sebagai situasi di mana sekumpulan landak sedang mencari kehangatan saat musim dingin. Mereka akan mencari pasangan landak lain untuk didekati agar menjalin korelasi, yaitu memperoleh kehangatan. Namun, apakah dengan mendekatkan diri satu sama lain benar-benar akan memberikan keuntungan tersebut? Belum tentu. Sekalipun mereka benar-benar mendapatkannya, mereka akan merasa tersakiti.

Jadi gini. Landak kan punya duri, jika mereka mendekatkan diri satu sama lain untuk saling menghangatkan, maka mereka akan saling melukai dengan duri-duri itu. Sehingga di sini mereka punya dua pilihan. Pertama, mereka terpaksa tetap saling mendekat walau harus saling terluka dan melukai. Kedua, mereka tidak bisa berdekatan sehingga mereka tidak akan memperoleh kehangatan bahkan mereka juga akan merasakan kesendirian. Sulit kan?

Ironisnya, dilema tersebut benar-benar ada dalam kehidupan kita dan tak sedikit pula yang pernah mengalaminya walau hanya sekali. Tanpa kita sadari, pasti kita pernah secara tidak sengaja melukai atau dilukasi ole partner, teman, atau pacar kita karna terlalu dekat. Biasanya sih, berupa privasi ya. Dengan kita terlalu dekat dengan seseorang, privasi kita seakan tidak bisa bebas dan merasa sedikit tertekan. Apalagi kalau waktu curhat, semuanya disuruh mengungkapkan. Padahal kan beberapa dari itu bisa jadi privasi kita sendiri. Itulah kenapa, judul artikel ini, yang dekat yang menyakiti. Karna dilema ini menjawab bahwa orang yang paling bisa memberikan rasa nyaman kepada kita, bisa jadi dia adalah orang yang memberikan rasa sakit paling parah kepada kita.

Pelajaran Tentang Dilema Landak

Dilema ini membatasi manusia untuk mencapai kata sempurna dari sebuah hubungan. Memang, manusia nggak bisa hidup sendiri. Tapi setiap hubungan manusia harus tetap diberi batasan yang jelas. Itulah mengapa, bisa dibilang, duniamu dengan dunia sahabatmu, duniamu dengan dunia pacarmu, itu berbeda dan mungkin tidak akan pernah bisa benar-benar bersatu. Yah, jadi keinget lirik lagunya Isyana Sarasvati berjudul “Tetap Dalam Jiwa” bagian “Tak bisa tuk teruskan, Dunia kita berbeda ….”

Baca Juga : Hedgehog’s dilemma

Tapi tenang saja, bukan berarti kalian tidak bisa melanjutkan hubungan kalian. Menarik garis batas teritori privasi menjadi hal yang penting dalam sebuah hubungan. Setiap orang punya privasi masing-masing dan itu harus sangat dihargai. Ada beberapa hal yang mungkin bisa kita bagikan kepada semua orang, tapi ada juga hal yang tidak bisa kita bagikan kepada mereka. Kenapa privasi berpengaruh? Karna privasi bagi kita adalah ruang kecil yang memberi kebebasan terhadap diri sendiri tanpa dihantui oleh tuntutan dan penilaian dari orang lain. Sekalipun tuntutan itu dari orang yang paling dekat dengan kita, itu bisa menjadi “duri” kalau kita terus berdekatan.

Bukan hanya itu, ekspektasi yang kita pasang dalam hubungan kita dengan orang lain, jika tidak bisa terealisasikan, juga bisa menjadi “duri” yang bisa menyakiti diri sendiri dan meruntuhkan hubungan kita. Kok gitu? Gini. Kalian lagi deket sama doi, deket banget, sampai-sampai kalian tuh berekspektasi kalau hubungan ini bakal berlanjut terus. Tapi ketika ekspektasi itu nggak bisa direalisasikan, maka kalian akan kecewa banget, bahkan kalian bisa putus sama doi. Gitu.

Dilema landak mungkin tidak bisa dihindari, tapi yang dapat kita lakukan agar tidak ada yang terluka maupun melukai adalah membangun wilayah atau garis privasi yang harus saling dihargai. Jangan bilang sulit ya kalau belum dicoba!