Bayangkan saja, kalian akan melakukan wawancara perekrutan karyawan atau lebih sederhananya lagi wawancara perekrutan anggota organisasi di sekolah kalian. Sudah dari jauh-jauh hari kalian menyiapkan diri sebaik mungkin untuk wawancara tersebut. Tapi saat menunggu antrean dipanggil di tempat, kalian sudah berpikir kalau kalian tidak akan lolos wawancara tersebut karna kalian lebih rendah daripada orang lain. Itulah salah satu contoh inferiority complex.
Secara tidak sadar, kita semua pasti pernah mengalami inferiority complex, setidaknya satu atau dua kali seumur hidup. Berbeda dengan insecure, inferiority complex ini lebih parah dibandingkan dengan sekedar minder dan merasa kurang dari orang lain di sekitarnya.
Apa Sih Sebenarnya Inferiority Complex?
Inferiority complex atau kompleks inferioritas adalah keadaan di mana seseorang selalu merasa kurang percaya diri setiap melihat orang lain yang merasa lebih baik darinya, bahkan ia menganggap kalau kualitas dirinya lebih rendah dari orang lain di dunia. Apa bedanya dengan insecure? Orang yang punya rasa insecure masih punya usaha untuk menutupi perasaan tersebut dengan menampilkan dan menunjukkan kelebihan dalam dirinya, sedangkan orang dengan inferiority complex sudah menyerah untuk melakukan hal itu. Mereka hanya terdiam saja sembari berulang kali mengatakan kalau mereka lebih rendah dari orang lain dalam segi apapun. Mereka juga cederung menyerah sebelum berusaha saat ingin melakukan sesuatu atau mencoba hal baru.
Baca Juga : Mari Berdamai dengan Sisi Anak-anak dalam Diri Kita
Kebiasaan Orang dengan Inferiority Complex
- Mudah menyerah sebelum berusaha terlebih dahulu
- Suka menjauhkan diri dari lingkungan sekitarnya dengan tidak bersosialisasi dengan orang lain
- Memiliki perspektif yang kurang terhadap diri sendiri
- Sering membandingkan diri sendiri dengan orang lain bahwa kualitas dirinya sangat rendah jika dibandingkan dengan orang lain di sekitarnya
- Kurangnya bersyukur dan banyaknya insecure yang semakin parah
- Selalu menghindari hal-hal yang bersifat kompetitif dan sangat sensitif dengan kitikan atau saran dari orang lain
- Cenderung menutup dirinya dari orang lain
Apa Sih Penyebabnya?
Penyebab orang mengalami inferiority complex itu cukup sederhana. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan inferiority complex seperti lingkungan yang kurang suportif, suka dibandingkan-bandingkan oleh orang tua, kondisi ekonomi keluarga yang buruk, keadaan sosial, pengalaman masa kecil yang buruk, faktor standar sosial, dan lain sebagainya. Itulah mengapa pentingnya suportif orang tua kepada buah hati mereka agar kedepannya, mereka punya semangat untuk terus berkembang dan menjadi orang yang terbuka.
Cara Mengatasi Inferiority Complex
Jika ada yang bertanya apakah hal ini bisa diatasi atau tidak, tentu saja masih bisa diatasi. Ada beberapa cara agar kita bisa menghadapi inferiority complex dan membuangnya jauh-jauh dari kehidupan kita.
Baca Juga : Sekedar Insecure atau Jangan- Jangan ComplexInferiority ?
- Terapkan mindset bahwa memang kita tidak bisa lebih baik dari orang lain, tapi kita akan selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk diri kita sendiri
- Jangan memendam semuanya sendirian, ceritakan apapun keluhanmu kepada teman, kerabat, ataupun orang tua. Jika tidak punya orang terdekat, cobalah untuk journaling agar tetap bisa mengeluarkan keluhan dalam hatimu
- Kurangi atau bahkan hilangkan kebiasaan membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Semua orang hebat versi mereka masing-masing
- Fokus pada diri sendiri, carilah hobi atau keahlian dan tunjukkan keahlianmu itu untuk mengembangkan diri menjadi lebih baik
- Apresiasi dirimu untuk seluruh upayamu dalam memperbaiki diri
- Jika dirasa tidak bisa menanganinya sendiri, carilah bantuan profesional dari psikolog
Selalu percayalah kalau semua orang punya kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Mereka yang berhasil sukses, adalah mereka yang pernah melewati masa-masa sulit mereka untuk memperbaiki diri sendiri menjadi lebih baik, bukan hanya berdiam saja sedangkan banyak orang yang mati-matian berprogress di luar sana. Jangan lupa untuk terus bersyukur kepada Tuhan YME atas semua yang telah diberikannya kepada kita.






