Lika-Liku Menjadi Anak Tengah : Merasa Tak Dianggap dan Kurang Perhatian

funfact1243 Dilihat

Menjadi anak pertama, tentu saja punya tanggung jawab dan tantangan yang besar, begitu juga dengan anak tengah. Terkadang, mereka harus mengalah karna kasih sayang orang tua yang terbagi untuk si sulung dan si bungsu saja.

Mereka mengira kalau diri mereka seakan tidak mempunyai kelebihan apapun, sehingga tak pantas untuk diperhatikan oleh orang tuanya. Pikiran seperti itu harus segera dihilangkan. Orang tua harus berperan adil dalam menyayangi anak-anaknya, tidak dibeda-bedakan apalagi dikecualikan. Karna jika pemikiran itu tetap ada dalam kepala si anak, maka itu akan merusak psikologinya.

Berbicara tentang lika-liku si anak tengah, ini dia beberapa lika-liku yang harus ditanggung oleh anak tengah.

1. Berada di Antara Bayang-bayang Kakak dan Adiknya

Anak tengah, biasanya memendam ketakutan yang cukup banyak. Ia takut kalau perannya sebagai anak tengah terlupakan, ia takut kalau ia tidak punya peran penting dalam keluarga karna sudah diambil oleh kakak dan adiknya. Karna berada di antara bayang-bayang adik dan kakaknya, ia merasa kalau dirinya seperti paling rendah diantara keduanya, hingga ia takut terasingkan.

Baca Juga : Derita si Sulung, Anak Pertama yang Juga Butuh Didengar

Namun di sisi lain, anak tengah merasa senang karna kehidupannya tidak harus diatur oleh kedua orang tuanya yang banyak memperhatikan adik dan kakaknya. Kehidupannya cukup bebas tanpa ada tekanan dan ekspektasi tinggi dari kedua ortunya mengenai dirinya ataupun masa depannya.

2. Menjadi Penengah dan Selalu Mengalah

Sesuai namanya, anak tengah juga tak jarang harus bisa menjadi penengah ketika ada perselisihan antara adik dan kakaknya. Ia tidak pernah memihak siapapun, karna sejak kecil dirinya sudah terbiasa adil alias dituntut adil oleh keadaan, membuatnya mahir menyelesaikan masalah dalam perselisihan.

Anak tengah juga sering harus mengalah kepada adik dan kakaknya. Ia harus mengerti kalau kakaknya adalah prioritas utama dan adiknya yang harus selalu dituruti keinginannya. Itulah yang membuat mereka merasa dianaktirikan karna kurangnya perhatian. Namun di sisi lain, anak tengah menjadi pribadi yang baik hati, adil, dan mudah mengikhlaskan sesuatu.

3. Menanggung Kesalahan Adik dan Kakaknya

Percaya atau tidak, anak tengah juga sering kena imbas kesalahan yang diperbuat oleh si sulung dan si bungsu. Padahal ia tidak melakukan apa-apa atau bahkan tahu apa-apa, tapi ia selalu kena imbas perbuatan kakak dan adiknya. Kalau kakaknya berbuat kesalahan, ia harus selalu membantu memperbaikinya. Kalau adiknya melakukan perbuatan yang salah, ia juga harus menanggung kesalahan itu karna dianggap tidak becus mengajari dan membimbing adiknya. Serba salah ya.

4. Rentan Terkena Middle Child Syndrome

Middle Child Syndrome atau sindrom anak tengah adalah perasaan, keyakinan bahwa anak tengah diasingkan atau diabaikan karna urutan kelahirannya. Mirip dengan lika-liku yang pertama, sindrom ini membuat anak tengah merasa dirinya paling rendah di antara kakak dan adiknya sehingga ia merasa seakan dikucilkan. Padahal, ia harus tahu kalau orang tua pasti menyayangi semua anaknya, karna itu adalah anugerah dari Tuhan untuk mereka rawat.

Baca Juga : Tak Hanya Pengertian, Ini 5 Karakter Anak Tengah Ketika Menjalin Hubungan

Jadi anak tengah itu tidak selamanya penuh lika-liku dan penuh dengan kesendirian, karna nyatanya, itu akan membentuk karakter dan pribadi yang lebih baik bagi mereka. Ini dia karakter si anak tengah :

  • Mandiri
  • Penyayang
  • Punya tingkat kepekaan yang tinggi
  • Adil atau Netral
  • Suasana hati cenderung stabil
  • Perfeksionis
  • Pembawa damai

Setiap orang tua pasti menyayangi semua anak-anaknya tanpa memandang urutan kelahiran. Menjadi anak tengah tidak harus merasa kalau dirinya diasingkan. Itu malah akan membuat anak tengah menjadi pemberontak demi mendapatkan perhatian orang tuanya. Tak luput dari peran orang tua, mereka juga harus berlaku adil dan menyayangi semua anak-anaknya. Tidak ada yang dibeda-bedakan, itu semua demi masa depan sang anak.