Masa Depan Yang Nentuin Adalah Kita Sendiri

Ayo Membaca1413 Dilihat

Pernah nggak sih kalian berada di posisi dimana kalian selalu menjadi pembicaraan orang-orang di sekitar kalian dan membahas bagaimana kalian ke depannya, seperti kalian akan menjadi apa nantinya, kalian akan mendapat apa saja ke depannya, dan sebagainya. Dan secara tidak langsung mereka sedikit mencampuri hidup yang kalian punya dan menilai bagaimana masa depan kalian nantinya.

Secara tidak langsung, mereka juga menuntut kita untuk menjadi apa yang mereka inginkan, impikan, dan juga harapkan. Padahal ini adalah hidup kita sendiri. Mereka, orang-orang yang hanya berbicara tanpa berpikir itu hanya bisa menggonggong tidak jelas. Pasti nantinya mereka akan menganggap kita bodoh, masa depan kita jelek, kita salah, jika kita tidak sejalan dengan mereka.

Nasihat, saran, dan kritikan itu memang berperan penting dalam setiap hidup manusia. Dengan itu kita bisa mengidentifikasi serta mendiagnosa apa saja kelemahan dan kekurangan yang kita punya. Kelemahan itu bukan untuk ditindas, tapi untuk dikembangkan agar bisa menciptakan masa depan yang cerah untuk kita sendiri. Begitu juga dengan masa depan. Mungkin orang lain selalu menilai bagaimana rencana masa depan kita nanti, dan nilai mereka tidak sejalan dengan kita. Mereka juga memaksa kita untuk menuruti apa yang mereka katakan, padahal yang mereka katakan juga belum tentu benar seutuhnya. Meskipun rencana masa depan kita punya banyak kelemahan, tapi itu bukan untuk ditindas dan bukan untuk dilepaskan lalu kita menyerah dengan rencana masa depan yang sudah kita susun sedemikian rupa. Kita harus tetap memegang teguh rencana masa depan itu, jangan biarkan orang lain mengubah seenaknya dengan kata-kata mereka.

Baca Juga : Ini dia! Tips How to Study Smarter, Not Harder ala Maudy Ayunda

Percaya atau tidak, masa depan kita yang nentuin ya kita sendiri. Orang lain di sekitar kita itu, termasuk teman, kerabat, saudara, keluarga, guru itu hanyalah seperti peran pendukung di dalam hidup kita. Mereka memang berhak memberikan kita saran dan nasihat untuk kemajuan hidup kita di dunia. Tapi mereka tidak berhak untuk menjelek-jelekkan rencana masa depan kita. Kalau kita besoknya pengen jadi dokter, ya sudah, kita harus berusaha untuk menggapai harapan kita itu. Jangan sampai orang lain bilang, “Apa sih, kamu kok pengen jadi dokter. Besok kalau udah nikah mau ninggalin keluargamu terus, gara-gara kamu sibuk terus di rumah sakit?” Padahal sebenarnya para dokter juga pastinya punya manajemen waktu yang baik dan akan meluangkan sedikit waktunya untuk bertemu dan menghabiskannya bersama keluarga yang ia sayangi.

Percayalah dengan diri sendiri. Tidak usah mendengarkan apa kata orang lain, hanya dengarkan apa nasihat dan saran mereka. Kalian juga tidak harus menerima semua nasihat dan saran dari orang-orang di sekitar kalian. Pertimbangkan dan ambil keputusan sebaik mungkin apakah kalian mau mengambil dan menyetujui saran mereka atau tidak.

Baca Juga : Penentu Masa Depan Anda Ialah Diri Anda Bukan Orangtua Anda

Ingatlah, masa depan yang nentuin kalian sendiri. Allah pernah bilang jika hambanya ingin mengubah takdirnya, maka ia harus berusaha lebih keras untuk mengubahnya sendiri. Tetaplah fokus ke tujuan hidup kalian, target mimpi kalian, rencana masa depan kalian, dan percayalah pada diri sendiri. Biarkan orang lain berkata tentang kalian sesuka hati mereka. Kalau mereka bilang, “eh, rencana masa depanmu kok berbahaya sih, kayak racun ular,” kalian tinggal jawab, “Biarin, aku nggak takut racun.”