Selama hampir setahun belakangan ini, seluruh negara di dunia dihadapkan dengan adanya pandemi virus covid-19. Berdasarkan data yang diambil dari website resmi .banyak sekali aspek aspek dalam kehidupan yang terdampak oleh adanya covid-19, salah satunya dalah kebudayaan di bali. Bali dikenal dengan kebudayaan yang beragam. selama ini,kebudayaan Bali telah menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara, disamping keindahan alam yang dimiliki oleh Pulau Dewata Bali. Warisan leluhur yang menyangkut unsur seni, agama, tempat bersejarah, bahasa daerah, hingga kegiatan-kegiatan utama menjadikan Kebudayaan Bali begitu diminati. Namun, pandemi Covid-19 mengharuskan pembatasan kegiatan-kegiatan dimasyarakat, termasuk kegiatan yang berkaitandengan Kebudayaan Bali.
Dalam kondisi pandemi ini, Bali merupakan salah satu provinsi yang menjadi sorotan, pasalnya provinsi Bali merupakan penyumbang devisa yang besar untuk negara. Provinsi Bali menyumbang 40% devisa pariwisata nasional. Hal ini tentu mempengaruhi pendapatan devisa negara serta kondisi perekonomian di daerah Bali sendiri. Terpuruknya ekonomi Bali akibat pandemi Covid-19 berakar pada ketergantungan Bali terhadap sektor pariwisata dibandingkan dengan sektor- sektor alternatif lain misalnya pertanian dan perikanan, konstruksi, dan jasa pendidikan/kesehatan yang tidak dikelola dengan baik. Penutupan akses masuk bagi wisatawan sekaligus penutupan tempat wisata itu sendiri, telah menyebabkan terhentinya berbagai jenis usaha yang berhubungan langsung atau pun tidak langsung dengan sektor pariwisata seperti perdagangan besar dan eceran, penyediaan akomodasi, makanan, dan minuman , industri pengolahan, industri jasa, hingga transportasi dan yang lainnya.
Dikutip dari website kemenkeu.go.id, Jumlah kunjungan wisman turun hingga 99,99% dari yang semula sebanyak 552.403 wisman di bulan Desember 2019 menjadi hanya 22 orang saja di bulan Agustus 2020. Tempat-tempat wisata sudah tidak ada pengunjung yang datang. Otomatis seluruh kios di tempat wisata pun tutup. Tanpa penghasilan, daya beli masyarakat turun drastis. Hal ini berlangsung dalam waktu yang lama, setidaknya hingga akhir tahun 2020. Itu pun, belum ada tanda-tanda pandemi akan berakhir.
Sebelum pandemi, ekonomi Bali berjalan cukup baik. Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,63% di tahun 2019, lebih tinggi daripada nasional yang sebesar 5,02%. Sebelum pandemi, ekonomi Bali berjalan cukup baik. Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,63% di tahun 2019, lebih tinggi daripada nasional yang sebesar 5,02%. Komponen yang diharapkan mampu mendongkrak ekonomi saat ini yaitu belanja Pemerintah, khususnya Pemerintah Pusat. Sayangnya, APBD Pemda di Bali sendiri juga mengalami defisit mengingat mayoritas Pendapatan Asli Daerah (PAD) berasal dari sektor pariwisata. Oleh karena itu, kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sejak pertengahan tahun 2020 sangat berarti bagi Bali. Setidaknya, dapat membantu masyarakat Bali untuk bertahan sambil berusaha untuk bangkit kembali.
Kasus pertama di Bali tercatat pada Maret 2020. Virus diduga dibawaoleh seorang turis wanita berumur 53 tahun. Sejak itu, banyaknya orang yang tercatat positif virus corona semakin meningkat.Tradisi di Bali tidak semata-mata hanya sebuah acara ataupun upacara adat biasa, akan tetapi keyakinan orang Bali terhadap tradisi sangatlah serius, unik dan beragam.
Masyarakat, khususnya Bali memiliki keyakinan, ketika tradisi tersebut dilaksanakan akan mendatangkan sesuatu yang baik pada kehidupan ke depan atau masa yang akan datang, dan akan terjadi musibah jika tradisi tersebut tidak dijalankan. Selama pandemivCOVID-19 ini, cenderung terjadi banyak perubahan yang terjadi pada kebudayaan Bali saat ini.
Baca Juga :
BANGKITNYA KESENIAN JARANAN DARI SEKARAT WABAH COVID-19
BUDAYA BARU MENGHADAPI COVID-19
Dilansir melalui Kumparan, pada September 2020, Pemprov Bali bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali mengeluarkan surat edaran yang berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan saat melakukan kegiatan ritual adat dan budaya. Pada surat edaran itu, berisi imbauan untuk membatasi kegiatan adat dan budaya yang menyebabkan keramaian.Dalam pelaksanaannya, Pecalang selaku satuan pengamanan adat bersama tokoh-tokoh desa adat menjadi garda terdepan dalam mengontrolpenerapan protokol kesehatan. Kepatuhan wargaterhadap aturan adat dan tokoh adatnya menjadi kunci dalam mengatasi wabah mematikan inti kegiatan adat yang biasanya memerlukan banyak orang untuk berkumpul dibatasi keramaiannya hingga ada yang dibatalkan. Seperti halnya Pesta Kesenian Bali(PKB) yang dibatalkan untuk meminimalisir rantai penyebaran COVID-19 di Bali.Selainitu, pelaksanaan upacara adat juga dianggapmenyebabkan naiknya angka kasus positif COVID-19 di Pulau Dewata.Akibat dari pandemic Covid-19 ini banyak sekali kebudayaan Bali yang terganggu keberjalanannya.
Perayaan-perayaan yang identik dengan keramaian hampir semuanya dihentikan sejenak. Semua kegiatan adat yang melibatkan banyak orang, misalnya pasangkepan,patedunan, dan beberapa kegiatan adat yangsejenis diputuskan untuk ditunda. Apabila memang harus dilakukan dan tidak bisa diundur harus dilaksanakan dengan jumlah peserta yangdibatasi.
Adat galungan dan kuningan yang biasanya dilakukan secara bersama-bersama, dikeadaan seperti ini jadi dilakukan di rumahmasing-masing. Biasanya masyarakat Bali menjalankan adat galungan bersama dengan keluarga besar namun sekarang harus dibatasi jumlahnya. Di masa pandemi seperti ini, tidak dapat dipungkiri bahwa kondisi pariwisata dan ekonomi Bali menurun drastis. Namun kehidupan budaya di Bali tidak akan pernah mati karena budaya Bali adalah budaya yang memiliki nilai luhur yang mempengaruhi kehidupan manusianya. Kebudayaan Bali akan terusberjalan di masa pandemi ini namun dengan menerapkan beberapa protokol kesehatan.
DiBali, otoritas pemerintahan sudah mengeluarkansurat edaran, imbauan, instruksi, hingga pembentukan Satuan Tugas Gotong Royong Penanganan Covid-19 berbasis Desa Adat. Suratedaran ini juga bekerjasama dengan PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) dan Majelis Desa Adat (MDA).
Lihat Juga : Materi Mitigasi Bencana | Pengertian Bencana





