Hai sahabat Geografi ketika kita belajar pada Bab Hidrosfer ada pembahasan tentang penyebab pencemaran perairan laut. Pernahkah kalian bermain ke pantai ? atau jalan-jalan ke pantai? pernah tidak melihat sampai atau laut tercemar oleh ulah manusia? kali ini kita coba bahas tentang apa saja penyebab pencemaran perairan laut.
Pencemaran laut yakni peristiwa masuknya partikel kimia, limbah industri, pertanian serta perumahan, kebisingan, ataupun penyebaran organisme invasif( asing) ke dalam laut, yang berpotensi berikan dampak berbahaya. Banyak bahan kimia yang beresiko berbentuk partikel kecil yang setelah itu diambil oleh plankton serta hewan dasar, yang sebagian besar merupakan pengurai maupun filter feeder( menyaring air). Dengan cara ini, toksin yang terkonsentrasi dalam laut masuk ke dalam rantai makanan. Semakin panjang rantai yang terkontaminasi, bisa jadi semakin besar pula kandungan toksin yang tersimpan. Sebagian besar sumber pencemaran laut berasal dari daratan, baik tertiup angin, terhanyut ataupun lewat tumpahan.
Berikut beberapa hal yang menyebabkan air laut tercemar :
Pencemaran oleh minyak

Pernahkan kalian melihat berita di tv atau sosial media kalian tentang Kecelakaan kapal tanker mengangkut minyak mentah dalam jumlah besar? seperti gambar di atas kita bayangkan apabila kapal tersebut pecah atau tenggelam, bisa mengakibatkan tercecernya atau tumbahnya minyak dilautan dengan jumlah yang sangat besar. Setiap tahun apabila terjadi pencemaran minyak dilautan, akan mengakibatkan minyak mengapung di atas permukaan laut yang akhirnya terbawa arus dan terbawa ke pantai.
Pencemaran minyak mempunyai pengaruh luas terhadap hewan dan tumbuh-tumbuhan yang hidup di suatu daerah yang terdampak pencemaran dan berakibat fatal terhadap ekosistem di laut dan wilayah pesisir pantai. Pencemaran minyak ini juga berdampak pada penghasilan para nelayan dan pariwisata yang di daerah pantai apa bila tumpahan minyak terbawa ombak sampai ke bibir pantai.
Baca juga : EFEK RUMAH KACA
Pencemaran oleh logam berat

Logam berat ialah benda padat atau cair yang mempunyai berat 5 gram atau lebih untuk setiap cm , sedangkan logam yang beratnya kurang dari 5 gram adalah logam ringan. Logam berat, seperti merkuri (Hg), timbal (Pb), arsenik (As), kadmium (Cd), kromium (Cr), seng (Zn), dan nikel (Ni), merupakan bentuk materi anorganik yang sering menimbulkan berbagai permasalahan pada perairan.
Penyebab terjadinya pencemaran logam berat pada perairan biasanya berasal dari masukan air yang terkontaminasi oleh limbah buangan industri dan pertambangan.
Pencemaran oleh sampah

Kurang lebih 80% dari sampah di laut merupakan plastik. Plastik serta turunan lain dari limbah plastik yang ada di laut beresiko buat binatang liar serta perikanan. Jaring ikan yang dibuat dari bahan plastik, kadangkala dibiarkan ataupun lenyap di laut. Jaring ini sangat membahayakan lumba- lumba, penyu, hiu, dugong, burung laut, kepiting, serta makhluk yang lain. Plastik yang membelit menghalangi gerakan, menimbulkan cedera serta peradangan, serta membatasi hewan kembali ke permukaan buat bernapas.
Baca Juga : Bagaimana Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Kehidupan
Pencemaran oleh pestisida
Pencemaran yang diakibatkan oleh pestisida akan bersifat akumulatif. Pestisida sengaja ditebarkan dengan tujuan buat mengontrol hama tumbuhan ataupun organisme- organisme lain yang tidak diinginkan. Bisa bahan-bahan atau sisa pestisida yang terbawa dari daratan terbawa ke laut.
Sebagian pestisida yang dipakai berasal dari suatu kelompok bahan kimia yang disebut Organochloride. Pestisida tipe ini termasuk golongan yang memiliki jalinan molekul yang sangat kokoh dimana molekul- molekul ini mungkin bisa bertahan di alam hingga beberapa tahun semenjak mulai dipergunakan. Perihal itu sangat beresiko sebab dengan digunakannya golongan ini secara terus menerus bakal terjadi penumpukan di lingkungan dan akhirnya mencapai suatu tingkatan yang tidak bisa ditolerir lagi serta beresiko untuk organisme yang hidup.
Pencemaran akibat proses Eutrofikasi

Peristiwa Eutrofikasi adalah kejadian peningkatan/pengkayaan nutrisi, biasanya senyawa yang mengandung nitrogen atau fosfor, dalam ekosistem. Hal ini dapat mengakibatkan peningkatan produktivitas primer (ditandai peningkatan pertumbuhan tanaman yang berlebihan dan cenderung cepat membusuk). Efek lebih lanjut termasuk penurunan kadar oksigen, penurunan kualitas air, serta tentunya menganggu kestabilan populasi organisme lain. Muara merupakan wilayah yang paling rentan mengalami eutrofikasi karena nutrisi yang diturunkan dari tanah akan terkonsentrasi.
Pencemaran akibat polusi kebisingan
Kehidupan laut dapat rentan terhadap pencemaran kebisingan atau suara dari sumber seperti kapal yang lewat, survei seismik eksplorasi minyak, dan frekuensi sonar angkatan laut. Perjalanan suara lebih cepat di laut daripada di udara. Hewan laut, seperti paus, cenderung memiliki penglihatan lemah, dan hidup di wilayah yang sebagian besar ditentukan oleh informasi akustik.
Lihat Juga :
Belerang Kawah Ijen Banyuwangi Jawa Timur






