Seperti yang diketahui, ditahun 2019 lalu ketika covid-19 mulai masuk ke Indonesia mengakibatkan tak hanya sedikit perubahan yang terjadi. Tentu bukan hanya berdampak pada aspek kesehatan saja, budaya di Indonesia pun menjadi dampak serius yang timbul karena pandemi covid-19 ini. Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah juga sudah dilakukan demi mencegah penularan virus mematikan ini. Salah satunya ialah melakukan pembatasan sosial (social distancing). Meski hal ini menjadi kebijakan pemerintah dalam situasi covid-19, pembatasan social (social distancing) yang dilakukan mengakibatkan budaya yang berada di Indonesia yang dimana pada umumnya dilakukan oleh banyak orang namun, saat ini hal tersebut terpaksa diberhentikan sementara.
Tentunya sebagai masyarakat yang baik sudah seharusnya dapat menyesuaikan diri dengan keadaan seperti ini. Dengan masuknya Covid-19 ini, membawa beberapa dampak pada budaya di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, budaya-budaya Indonesia mulai luntur semenjak aturan protokol kesehatan diterapkan. Perbedaan pendapat pun terjadi, sebagian masyarakat menerima dan tak sedikit dari mereka menolak kebijakan tersebut. Hal ini dikarenakan pola pikir masyarakat yang tidak hanya satu. Perbedaan-perbedaan kali ini tidak menutup kemungkinan dapat membuat pertengkaran antar berbagai pihak. Pertengkaran inilah yang sudah semestinya masyarakat cegah agar tidak terjadi perpecahan kesatuan.
Baca juga : PANDEMI, BAGAIMANA NASIB LITERASI?
Jika diperhatikan budaya di Indonesia saat ini, sulit dilakukan karena faktor pembatasan sosial (social distancing). Masyarakat yang terbiasa menjalankan tradisi budaya secara bersama kini mendapat aturan untuk melakukan secara individu. Tak sedikit masyarakat yang beranggapan bahwa hal ini dapat menghilangkan rasa kebersamaan dan juga rasa kekeluargaan antar sesama. Tuntutan untuk tetap menjaga jarak dan melakukan pembatasan social (social distancing) pada awalnya sulit diterima oleh masyarakat dikarenakan kebiasaan aktivitas masyarakat yang memang sudah dari dulu dilakukan beramai-ramai. Aktivitas yang dilakukan terus menerus sedari dulu hingga menjadi tradisi turun temurun sebut saja sebagai budaya.
Negara Indonesia sendiri dikenal dengan keanekaragaman budayanya. Dimana setiap provinsi memiliki budaya yang berbeda namun dari perbedaan-perbedaan inilah yang dapat menyatukan seluruh warga Indonesia. Tanggapan negara lain terhadap budaya Indonesia pun sangat baik. Sebagian diantara mereka ingin mengetahui secara langsung bagaimana keragaman budaya di Indonesia dapat disatukan. Tentunya sebagai masyarakat Indonesia, sudah seharusnya bangga terhadap hal ini. Masyarakat pun bertugas menjaga keanekaragaman budaya Indonesia dan tidak membiarkan budaya-budaya di Indonesia hilang termakan perkembangan zaman. Meskipun sulit dilakukan saat pandemi covid-19 seperti ini namun, tidak menutup kesempatan untuk tetap menjaga dan melestarikan budaya di Indonesia.
Baca juga : BUDAYA MUDIK DI INDONESIA PADA SAAT PANDEMI COVID-19
Kesulitan yang dihadapi masyarakat pada umumnya berasal dari aturan pembatasan sosial (social distancing). Dimana kegiatan-kegiatan masyarakat banyak dibatasi, diterapkannya aturan tanpa adanya solusi. Bukan hanya kesulitan perekonomian dimasa pandemi covid-19 ini yang patut diberi perhatian, budaya Indonesia juga seharusnya mendapat perhatian lebih guna mencegah hilangnya keanekaragaman budaya Indonesia. Mengingat bagaimana Indonesia dikenal dengan keanekaragaman budayanya, lunturnya atau hilangnya budaya Indonesia sudah seharusnya masyarakat Indonesia cegah.
Banyak hal yang dapat dilakukan guna tetap melestarikan budaya di Indonesia, apalagi dengan perkembangan teknologi saat ini. Dimana masyarakat dapat mendokumentasikan berbagai keanekaragaman budaya, dengan ini masyarakat tentunya dapat lebih mudah untuk mengenalkan keanekaragaman budaya yang terdapat di Indonesia pada dunia. Bersamaan dengan berkembangnya teknologi, masyarakat pun dapat memanfaatkan hal ini sebagai wadah pelestarian budaya. Tidak hanya itu, pembatasan sosial (social distancing) juga dapat menjadi wadah berkreasi masyarakat karena tentu tidak semua budaya Indonesia harus dilakukan secara beramai-ramai atau berkelompok.
Dimana seharusnya tidak ada alasan untuk berhenti mempelajari nilai-nilai budaya yang ada. Meski kegiatan yang bisa dilakukan saat ini terbatas atau bahkan sulit untuk melakukan kegiatan diluar rumah. Namun, seiring berkembangnya teknologi saat ini untuk mendapatkan informasi bukanlah hal yang sulit didapatkan. Kesadaran masyarakat tentu sangat diharapkan dalam situasi covid-19 seperti ini. Mengingat bahwa pandemi covid-19 ini tidak bisa jika hanya dihadapi oleh salah satu pihak saja. Kerjasama seluruh masyarakat Indonesia menjadi hal yang sangat diperlukan guna melawan pandemi virus berbahaya ini.
Baca juga : Pola Hidup Sehat bagi Remaja di masa Pandemi
Aturan-aturan protokol kesehatan dan juga kebijakan pemerintah seperti pembatasan sosial (social distancing) yang sudah dilakukan masyarakat Indonesia secara terus menerus dalam waktu yang tidak sebentar menjadikan sebuah kebiasaan baru pada masyarakat. Hal ini merupakan suatu hal yang patut diwaspadai, karena dikhawatirkan munculnya budaya baru yang membuat nilai-nilai budaya lama akan hilang. Kesadaran masyarakat untuk dapat memilah budaya-budaya yang muncul pun diharapkan guna menjaga nilai-nilai keanekaragaman budaya Indonesia yang sudah sejak dulu menjadi ciri khas Negara.
Pentingnya kesadaran masyarakat Indonesia agar tetap menjaga kelestarian budaya yang ada, tentu dengan berbagai cara yang dapat dilakukan. Masyarakat Indonesia untuk tidak menjadikan pandemi covid-19 ini sebagai alasan berhenti mempelajari dan melestarikan budaya Indonesia. Karena pada kenyataannya, mendapatkan atau mencari tahu segala informasi dunia dapat dengan mudah masyarakat lakukan saat ini, dimana dengan segala kemudahan teknologi saat ini masyarakat dapatkan. Masyarakat hanya perlu pandai memilah informasi yang didapat guna mencegah hilangnya nilai-nilai kebudayaan yang ada di Indonesia. Tentu dengan berbagai pertimbangan, karena pengaruh teknologi tetap harus dipilah demi menghindari adanya pengaruh buruk yang masuk.





