Terlalu Sedih, Netizen Perbincangkan Toko Buku Gunung Agung yang Akan Tutup

Ayo Membaca1603 Dilihat

Beberapa hari yang lalu, warga Indonesia sempat dihebohkan dengan kabar akan tutupnya semua outlet/toko dari toko buku Gunung Agung. Padahal sebelumnya toko buku tersebut terlihat baik-baik saja dan merupakan toko buku yang cukup terkenal. Tak heran jika banyak yang mengaku sedih ketika kabar tersebut beredar.

Dilansir dari detik finance, perusahaan yang menaungi toko buku tersebut, PT. GA Tiga Belas telah memutuskan untuk menutup semua outlet/toko mereka dengan alas an banyak kerugian yang mereka dapatkan semenjak pandemic covid di tahun 2020 datang, dan kurangnya keuntungan untuk menutupi kerugian tersebut. Bahkan manajemen PT. GA Tiga Belas juga sempat memberikan pernyataan resmi bahwa mereka akan menutup semua outlet/toko yang tersisa di akhir tahun 2023, setelah saat covid-19 semakin menjadi-jadi mereka menutup outlet yang tersebar di beberapa daerah seperti Surabaya, Semarang, Gresik, Magelang, Bogor, Bekasi, dan Jakarta.

Toko buku gunung agung tutup, netizen sedih
Sumber : pixabay.com

Kabar itu kini sudah beredar di seluruh sosial media sampai sempat trending di twitter selama beberapa saat. Banyak netizen Indo yang mengaku sedih atas kabar itu lantaran toko tersebut sudah menjadi toko langganan banyak orang.

Banyak warga twitter memperbincangkan kenangan-kenangan mereka selama berbelanja di toko buku gunung agung.

Baca Juga : Pengaruh Perubahan Iklim Global

“Dulu waktu tinggal di Sumatera, tiap kali ke Jakarta nemenin bokap beli alat-alat lukisan di sini. Sampai sekarang, tiap butuh alat Lukis pasti disuruh cari di sini.” Tulis salah satu akun di tweet balasan.

“Dulu pas jaman sekolah paling seneng windows shopping di Gunung Agung, walau Cuma belanja alat tulis doang (atau bahkan nggak beli apa-apa) tapi kelilingnya bisa berjam-jam.”

“Pernah dapat diskon karyawan, karna pake jersey real madrid. Soalnya abangnya madridista juga, wkwkwk.”

Toko buku gunung agung tutup, netizen sedih
Sumber : detik.com

Bukan hanya itu, beberapa dari mereka juga sempat memperbincangkan alasan lain dari tutupnya toko buku tersebut, seperti minat membaca zaman sekarang yang kurang, banyaknya e-book yang beredar hingga melupakan buku fisik, banyaknya buku bajakan yang beredar, murahnya buku yang dijual di online shop, sampai perkara kalah saing dengan toko buku lain.

“Generasi usia produktif sekarang pada ga belanja di toko lagi apa ya? Sayang banget banyak yang tutup begini.”

“Anak sekarang buku LKS udah ga ada ya? E-book semua? Terus anak pedalaman gimana? Kurikulum merdeka malah buat toko buku gulung tikar.”

Baca Juga : Pentingkah Manejemen Waktu Untuk Pelajar?

“Banyak banget buku bajakan. Kebetulan saya juga jualan buku di marketplace, tapi buku seken jadul-jadul gitu, jadi sering liat yang versi bajakan banyak & harganya emang jauh banget dari yang ori bisa lebih murah 80%.”

Begitulah beberapa respon dan komenan warga twitter tentang penutupan semua outlet toko buku Gunung Agung yang akan dimulai di akhir tahun ini. Apapun keputusan mereka, kita hanya bisa berharap semoga apapun yang terbaik.