Budaya Gotong Royong Luntur Akibat Adanya Pandemi Covid-19

Essay Geografi620 Dilihat

Corona Virus atau bisa disebut covid-19 muncul pertama kali pada tahun 2019.  Covid-19 pertama kali muncul di Wuhan China pada akhir tahun 2019, kemudian virus ini semakin lama semakin tidak terkontrol dan terkonfirmasi menjalar ke berbagai belahan dunia dunia, termasuk salah satunya, di Indonesia.

WHO (2020) menyatakan bahwa penyebaran virus corona sangat berkembang dengan pesat. Hal tersebut dibuktikan dengan penyebaran virus yang menambah hampir ke seluruh dunia. Sudah hampir 2 tahun pandemi covid berada ditengah-tengah masyarakat Indonesia. Segala upaya telah dilakukan untuk dapat mencegah dan meminimalisir penyebaran covid. Mulai dari kegiatan karantina atau bisa disebut juga lockdown yang menyebabakan hampir semua kegiatan dilakukan dari rumah, lalu diadaknnya kegiatan PSBB Jawa-Bali dan kegiatan PPKM yang dampaknya sangat besar dan menurunkan angka dengan lumayan drastis terkait penyebaran virus covid. Akibat pandemi covid-19 menjadikan masyarakat melakukan pembatasan aktivitas sosial. Kegiatan atau aktivitas yang biasanya dapat dilakukan secara langsung mau tidak mau harus dilakukan dengan online atau daring.

Berbagai aktivitas sosial yang sebelumnya dapat kita lakukan dengan lebih leluasa, kini harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan dan juga selalu dibatasi. seperti acara hajatan, syukuran,  ibadah dan lain sebagainya terpaksa dihentikan. Dengan kondisi yang seperti ini menyebabkan munculnya kebiasaan hidup yang berbeda dari kehidupan sebelumnya. Dengan istilah lain pandemi covid ini secara tidak langsung menyebabkan munculnya budaya masyarakat yang baru untuk menanggapi kebijakan pemerintah tentang pembatasan aktivitas sosial yang ada.

Dengan adanya wabah pandemi covid-19 ini tentunya dapat mengubah nilai-nilai sosial dan budaya bagi masyarakat, berdampak pada perubahan mindset, pandangan, dan kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari hari untuk menjalankan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, selalu mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer, tidak berkerumunan, menjaga jarak, dan menghindari sentuhan fisik secara langsung. Dampak pandemi ini dirasakan oleh semua pihak dan kalangan, siapapun tidak bisa menolak keberadannya hanya bisa menghindarinya. Sayangnya lagi, dampak pandemi covid-19 ini juga menyerang beberapa sektor-sektor penting, baik dari sektor perekonomian maupun bidang pendidikan. Kegiatan jual beli di pasar tradisional yang sebelumnya bebas dan leluasa untuk bertransaksi, namun sekarang banyak pedagang yang sulit mendapatkan pembeli dan kadang banyak juga yang gulung tikar. Kegiatan belajar mengajar di sekolah maupun perguruan tinggi terpaksa dilakukan dengan cara pembelajaran jarak jauh atau yang biasa disebut PJJ dengan memanfaatkan teknologi modern yang ada. Tidak hanya pembelajaran saja yang dilakukan secara online, pekerja kantoran pun harus menjalankan pekerjaannya secara online atau yang biasa disebut WFH (Work From Home).

Kondisi-kondisi seperti ini lah yang menjadikan hubungan manusia sebagai makhluk sosial menjadi berbeda dari kehidupan sebelumnya. Bagaimana tidak? manusia sebagai makhluk sosial yang selalu hidup bersama dan selalu membutuhkan bantuan orang lain untuk melakukan segala hal, namun kini karena adanya pandemi memaksa mereka menjadi manusia yang individualis, yang hanya memikirkan dan mementingkan diri sendiri dan orang terdekatnya untuk bertahan hidup. Dampak dari pandemi covid 19 tidak hanya itu saja, Pandemi COVID-19  telah memengaruhi hampir setiap aspek dalam kehidupan, termasuk aktivitas harian masyarakat. Bagaimana tidak akibat pandemi ini kegiatan sosialisasi dan interaksi antar seorang di masyarakat tidak berjalan dengan normal salah satunya budaya gotong royong yang semakin luntur akibat pandemi covid 19 ini.

Budaya gotong royong ini semakin luntur karena pandemi ini yang tidak membolehkan masyarakat untuk berkerumun. Seperti halnya kegiatan-kegiatan sosial yang dulunya dilakukan secara non virtual bergeser ke arah budaya masyarakat virtual, yakni masyarakat yang aktivitas sosialnya dilakukan secara virtual dengan menggunakan media sosial. Faktor ini lah yang mengakibatkan banyak orang menjadi ‘gila sosial media’ dan kadang menyebabkan beberapa individu menjadi cenderung cuek terhadap lingkungan sekitar. Tapi pengguanaan internet atau media sosial tidak hanya mereka gunakan untuk mengupdate informasi, namun juga untuk kepentingan sekolah kuliah dan pekerjaan.

Mungkin memang budaya gotong royong yang biasanya kita lakukan secara langsung seperti kegiatan-kegiatan kemasyarakatan belum dapat terlaksana karena adanya pandemi. Namun, karena adanya pandemi ini kita dapat menemukan budaya gotong royong yang lain, yaitu dengan kita semua seluruh masyarakat Indonesia menaati peraturan pemerintah dengan tujuan untuk terhindar dan membantu mengurangi angka penyebaran virus covid 19. Namun demikian, adanya pandemi juga mengajarkan banyak hal. Terganggunya kehidupan dan aktivitas sosial masyarakat saat ini harus kita sikapi secara positif.

Karena bagaimanapun, yang terpenting adalah kita mampu mensyukuri apa yang terjadi dengan selalu menjaga kesehatan agar terhindar dari virus corona yang kini melanda. Karena sampai saat ini pandemi global dan virus corona belumlah hilang dari kehidupan kita, yang bisa dilakukan adalah kita sebisa mungkin hidup berdampingan dengan virus ini tanpa menyentuhnya dan mencoba untuk menerima keadaan dengan selalu menerapkan protokol kesehatan dan berharap pandemi global segerai usai, sehingga kehidupan sosial budaya masyarakat dapat kembali ke tatanan sebelumnya bahkan bisa berubah menjadi tatanan masyarakat yang lebih baik lagi