Hai sahabat geovolcan kali ini mari belajar tentang proses vulkanisme dan pengaruhnya terhadap kehidupan, di daerah tempat tinggal kalian adakah gunung atau bukit yang bisa kalian lihat? atau kalian bertempat tinggal di pegunungan ? ada yang tau bagaimana gunung itu terbentuk? kali ini kita akan membahas tentang proses vulkanime sampai manfaaat dari adanya proses vulkanisme yang kita rasakan sehari-hari.

Proses Vulkanisme

Vulkanisme diartikan sebagai suatu gejala atau akibat adanya aktivitas magma di dalam litosfer hingga keluar ke permukaan bumi. Peristiwa vulkanisme berhubungan dengan pembentukan gunungapi, yaitu pergerakan magma dari dalam litosfera yang menyusup kelapisan yang lebih atas atau sampai ke permukaan bumi. Di dalam litosfer, magma menempati suatu kantong yang dinamakan dapur magma (Batholit).

Kedalaman dan besar dapur magma itu sangat bervariasi. Ada dapur magma yang letaknya sangat dalam dan ada pula yang dekat dengan permukaan bumi. Perbedaan letak ini merupakan penyebab perbedaan kekuatan letusan yang terjadi. Pada umumnya, dapur magma yang dalam menimbulkan letusan yang lebih kuat daripada yang letaknya dangkal.

Magma dapat diartikan sebagai bahan-bahan silikat pijar yang terdiri atas bahan padat (batuan), cairan, dan gas yang berada di dalam lapisan kulit bumi (litosfer). Berbagai macam gas yang terkandung dalam magma antara lain uap air,Oksida Belerang (SO2), Gas Hidrokarbon atau Asam Klorida (HCL), Gas Hidrosulfat atau Asam Sulfat (H2SO4). Aktivitas magma disebabkan oleh tingginya suhu magma dan banyaknya gas yang terkandung di dalamnya.

Ada dua bentuk gerakan magma yang berhubungan dengan vulkanisme, yaitu intrusi dan ekstrusi magma

Instrusi Magma

Proses penerobosan magma melalui rekahan-rekahan (retakan) dan celah pada lapisan batuan pembentuk litosfer, tetapi tidak sampai ke permukaan bumi. instrusi magma bisa mengangkat lapisan kulit bumi menjadi cembung hingga membentuk tonjolan berupa pegunungan.

Secara rinci, adanya instruksi magma menghasilkan bermacam-macam bentuk yaitu:

  1. Batolit adalah batuan beku yang terbentuk di dalam dapur magma, sebagai akibat penurunan suhu yang sangat lambat. Intrusi ini sebenarnya adalah dapur magma yang membeku.
  2. Lakolit adalah magma yang menyusup di antara lapisan batuan yang menyebabkan lapisan batuan di atasnya terangkat sehingga menyerupai lensa cembung, sementara permukaan atasnya tetap rata
  3. Keping intrusi atau sill adalah sisipan magma yang membeku diantara dua lapisan litosfer, relatif tipis, melebar, dan sejajar dengan bidang perlapisan.
  4. Diatrema adalah batuan yang mengisi pipa letusan, berbentuk silinder, mulai dari dapur magma sampai ke permukaan bumi.
  5. Intrusi korok/gang/ dike adalah batuan hasil intrusi magma memotong lapisan-lapisan litosfer dengan bentuk pipih atau lempeng.
  6. Apolisa (aphophyse) adalah semacam cabang dari intrusi gang yang bercabang-cabang banyak (seperti menjari).
  7. Lopolith, yaitu batuan beku intrusi yang mendesak lapisan diatas dan dibawahnya menjadi bentuk bikonveks.
  8. Pacolith, yaitu jenis batuan beku intrusi yang mendesak lapisan dibawahnya sehingga membentuk suatu bentukan lensa datarcembung.

Ektrusi Magma

Ekstrusi magma, yaitu proses keluarnya magma dari dalam bumi sampai di atas kepermukaan bumi. Materi hasil ekstrusi magma dapat berupa:

  1. Lava, yaitu magma yang keluar sampai ke permukaan bumi dan mengalir ke permukaan bumi.
  2. Lahar, yaitu material campuran antara lava dengan materi-materi yangada di permukaan bumi berupa pasir, kerikil, debu, dan lain-lain denganair sehingga membentuk lumpur.
  3. Eflata dan piroklastika yaitu material padat berupa bom, lapili, kerikil,dan debu vulkanik.
  4. Ekhalasi (gas) yaitu material berupa gas asam arang seperti fumarole (sumber uap air dan zat lemas), solfatar (sumber gas elereng), dan mofet (gas asam arang).

Ekstrusi identik dengan erupsi atau letusan gunungapi yang dapat di bedakan menjadi dua, yaitu erupsi efusif dan erupsi eksplosif.

  1. Erupsi efusif, yaitu erupsi berupa lelehan lava melalui retakan atau rekahanatau lubang kawah suatu gunungapi.
  2. Erupsi eksplosif, yaitu erupsi berupa ledakan dengan mengeluarkan bahanbahan padat (Eflata/Piroklastika) berupa bom, lapili, kerikil, dan debu vulkanik bersama-sama dengan gas dan fluida.

Menurut tempat keluarnya magma, erupsi dapat dibedakan menjadi tiga, yakni:

1) Erupsi linear, yaitu peristiwa keluarnya magma melalui celah atau retakan yang memanjang, sehingga membentuk deretan gunungapi.

2) Erupsi areal, yaitu letusan yang terjadi jika letak magma dekat dengan permukaan bumi, kemudian magma membakar dan melelehkan lapisanbatuan yang berada di atasnya sehingga membentuk lubang yang besardi permukaan bumi.

3) Erupsi sentral, jika letusan yang terjadi keluar melalui sebuah lubang yang membentuk gunungapi yang terpisah-pisah.

Erupsi sentral menghasilkan tiga bentuk gunung api, yaitu sebagai berikut:

Gunung api kelpulauan hawaai | Sumber gambar : usatoday.com
  1. Gunungapi perisai (Shield Volcanoes), yaitu sebuah gunung api yang beralas luas dan berlereng landai, merupakan hasil erupsi efusif magma yang cair. Contohnya, gunungapi yang tersebar di kepulauanHawaii.
Ranu Bedali | Sumber gambar : Kompasiana

2.Gunungapi maar,
Dibangun oleh erupsi dahsyat yang menghempaskan sebagian besar tubuh gunung, namun erupsi selanjutnya lebih dominan gas yang mengikis batuan membentuk lubang besar. Nama maar berasal dari nama danau kawah di daerah pegunungan eifel, jerman, yang diameternya 2 km. Contohnya di indonesia Ranu Grati, Ranu Klakah, Ranu Bedali, dan banyak lagi di lereng gunung Lamongan.

3.Gunungapi strato atau kerucut
merupakan hasil campuran, efusif dan eksplosif yang berulang kali. Gunungapi ini berbentuk kerucut dan badannya berlapis-lapis. Akibat erupsi yang berpindah-pindahpusatnya, menyebabkan di sana sini terbentuk kerucut-kerucut gunung-api, sehingga bentuk gunungapi tersebut tidak teratur. Sebagian besargunungapi di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Malukuter masuk gunungapi kerucut. Contoh Gunung Api Strato: Gunung Kerinci, Merapi, Ciremai, Semeru, Batur, Tangkuban Perahu, dan Gunung Fujiyama di Jepang.

Baca Juga Materi Selain Vulkanisme:

Batuan beku | Geovolcan | Batuan Pembentuk Lapisan Litosfer
Batuan Sedimen | Geovolcan | Batuan Pembentuk Lapisan Litosfer
√BENTUK LAHAN VULKANIS – Mitigasi Bencana | Geografi Kebencanaan

Berdasarkan kekentalan magma, tekanan gas, kedalaman dapur magma, dan material yang dikeluarkannya,

letusan gunung api atau vulkanisme dibedakan menjadi beberapa tipe, yaitu:

a) Letusan Tipe Hawaii

Tipe hawaii terjadi karena lava yang keluar darikawah sangat cair, sehingga mudah mengalir ke segala arah. Sifat lava yang sangat air ini menghasilkan bentuk seperti perisai atau tameng. Contoh: Gunung Maona Loa, Maona Kea, dan Kilauea di Hawaii.

b) Letusan Tipe Stromboli

Letusan tipe ini bersifat spesifik, yaituletusan-letusannya terjadi dengan interval atau tenggang waktu yang hampir sama. Gunung api stromboli di Kepulauan Lipari tenggang waktu letusannya ± 12 menit. Jadi, setiap ±12 menit terjadi letusan yang memuntahkan material, bom, lapili, dan abu. Contoh gunung api bertipe stromboli adalah Gunung Vesuvius (Italia) dan Gunung Raung (Jawa).

c) Letusan Tipe Vulkano

Letusan tipe ini mengeluarkan material padat ,seperti bom, abu, lapili, serta bahan-bahanpadat dan cair atau lava. Letusan tipe inididasarkan atas kekuatan erupsi dan kedalaman dapur magmanya. Contoh: Gunung Vesuvius dan Etna di Italia, serta Gunung Semeru di Jawa Timur.

d) Letusan Tipe Merapi

Letusan tipe ini mengeluarkan lava kental sehingga menyumbat mulut kawah. Akibatnya, tekanan gas menjadi semakin bertambah kuat dan memecahkan sumbatan lava. Sumbatan yang pecah-pecah terdorong ke atas dan akhirnya terlempar keluar. Material ini menuruni lereng gunung sebagai ladu atau gloedlawine. Selain itu, terjadi pula awan panas (gloedwolk) atau sering disebut
wedhus gembel. Letusan tipe merapi sangat berbahaya bagi penduduk di sekitarnya.

e) Letusan Tipe Perret atau Plinian

Letusan tipe ini sangat berbahaya dan sangat merusaklingkungan. Materialyang dilemparkan pada letusan tipe ini mencapai ketinggian sekitar 80 km. Letusan tipe inidapat melemparkan kepundan atau membobol puncak gunung, sehingga dinding kawah melorot. Contoh: Gunung Krakatau yang meletus pada tahun 1883 dan St. Helens yang meletus pada tanggal 18 Mei 1980.

f) Letusan Tipe Pelee

Letusan tipe ini biasa terjadi jika terdapat penyumbatan kawah di puncak gunung api yang bentuknya seperti jarum, sehingga menyebabkan tekanan gas menjadi bertambah besar. Apabila penyumbatan kawah tidak kuat, gunung tersebut meletus.

g) Letusan Tipe Sint Vincent

Letusan tipe ini menyebabkan air danau kawah akan tumpah bersama lava. Letusan ini mengakibatkan daerah di sekitar gunung tersebut akan diterjang lahar panas yang sangat berbahaya. Contoh: Gunung Kelud yang meletus pada tahun 1919 dan Gunung Sint Vincent yang meletus pada tahun 1902.

Dampak Negatif dan Positif Aktivitas Vulkanisme

Keberadaan gunung berapi di suatu daerah, selain menimbulkan dampaknegatif berupa bencana, seperti letusan, gas beracun dan tanah longsor yangselalu mengancam penduduk sekitarnya, ternyata dapat pula membawa dampak positif berupa manfaat yang sangat besar bagi kehidupan, antara lain sebagai berikut:

  1. Sebagai sumber energi, sebab sumber panas dari gunung berapi dapat dijadikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) seperti yang terdapat di Gunung Kamojang di Jawa Barat dan Gunung Dieng di Jawa Tengah.
  2. mineral dan bahan galian, seperti intan, timah, tembaga, belerang, dan batu apung.
  3. obyek wisata dan olahraga, misalnya hiking, climbing, layang gantung, dan bersepeda gunung.
  4. daerah pertanian yang subur, hal ini disebabkan material yang dikeluarkan oleh gunung berapi banyak mengandung unsur dan mineral yang dapat membuat tanah d sekitarnya menjadi subur dan mengalamiperemajaan.
  5. daerah hujan orografis, yaitu hujan yang terjadi karena adanya penghalang berupa gunung atau pegunungan, sehingga daerah gunungberapi merupakan tempat yang berfungsi hidrologis bagi daerah sekitarnya.
  6. sumber plasma nutfah, karena variasi ketinggian secara vertikaldari gunung berapi dapat mengakibatkan plasma nutfah yang hidup menjadi sangat bervariasi pula.

Terima kasih sekian materi tentang proses vulkanisme semoga bermanfaat !

Video Materi Proses Vulkanisme bisa di lihat dibawah ini !!

untuk penjelasan dan contoh2 tipe-tipe gunung api bisa di lihat di bawah.