EROSI

erosi

Hai sahabat geovolcan kali ini kita akan membahas apa itu erosi ? erosi juga bisa disebut dengan pengikisan, pada materi kali ini termasuk dalam tenaga eksogen pembentuk muka muka bumi pada materi geografi bab litosfer kelas 10 SMA/MA.

Pengertian Erosi

Pengikisan atau erosi adalah proses pelepasan dan pemindahan massa batuan secara alami dari satu tempat ke tempat lain oleh suatu tenaga yang bergerak di atas permukaan bumi. Erosi bisa di artikan juga dengan peristiwa pindahnya atau terangkutnya tanah atau bagian bagian tanah dari suatu tempat ke tempat lain oleh media alami (aliran air, angin, atau es).

Pada peristiwa erosi, tanah atau bagian-bagian tanah dari suatu tempat terkikis dan terangkut yang kemudian diendapkan pada suatu tempat lain.

Ada empat jenis erosi bila dilihat dari zat pelarutnya, yaitu sebagai berikut.

Ablasi

Ablasi adalah erosi yang disebabkan oleh air yang mengalir. Air yang mengalir menimbulkan banyak gesekan terhadap tanah yang dilaluinya. Gesekan akan semakin besar jika kecepatan dan jumlah air semakin besar. Kecepatan air juga akan semakin besar jika gradien (kemiringan) lahan juga besar.

Gesekan antara air dengan tanah atau batuan di dasar sungai dan gesekan antara benda benda padat yang terangkat air oleh tanah atau batuan di bawahnya dapat menyebabkan terjadinya pengikisan. Pengikisan oleh air sungai yang terjadi secara terus menerus dapat mengakibatkan terbentuk v, jurang atau ngarai,aliran deras, dan air terjun.

Faktor-faktor tersebut terdiri atas curah hujan, erodibilitas tanah (kepekaan tanah terhadap erosi), panjang lereng, kemiringan
lereng, tutupan vegetasi dan manajemen penggunaan lahan

Erosi yang disebabkan oleh air yang mengalir dibagi dalam beberapa tingkatan, sesuai dengan tingkatan kerusakannya, yaitu sebagai berikut,

Erosi percik (Splash Erosion)

Erosi percik yaitu proses pengikisan yang terjadi oleh percikan air. Percikan tersebut berupa partikel tanah dalam jumlah yang kecil dan diendapkan di tempat lain. Biasanya disebabkan oleh percikan air hujan. Erosi ini terjadi ketika butiran air hujan mengenai permukaan tanah.

Butiran air yang menumbuk permukaan tanah bercampur dengan tanah dan menjadi lumpur. Lumpur tersebut kemudian terlepas dari permukaan tanah dan terlempar menjauh. Proses ini terjadi terus-menerus selama hujan sehingga banyak butiran tanah yang terlepas dan berpindah ke tempat lain.

Baca Juga :

Pelapukan Biologi Atau Organik | Tenaga Eksogen dan Pengaruhnya
Struktur Lapisan Kulit Bumi | Dinamika Litosfer terhadap kehidupan
Materi Geografi Profil Tanah | Geovolcan | Materi Geografi kelas 10

Erosi lembar (Sheet Erosion)

Erosi lembar yaitu proses pengikisan tanah yang tebalnya sama atau merata dalam suatu permukaan tanah

Erosi alur (Rill Erosion)

erosi
gambar erosi alur, Sumber https://www.gesi.co.id/

Erosi alur terjadi karena air yang mengalir berkumpul dalam suatu cekungan,sehingga di cekungan tersebut terjadi erosi tanah yang lebih besar. Aluralur akibat erosi dapat dihilangkan dengan cara pengolahan tanah biasa.

Erosi parit (Gully Erosion)

erosi
Gambar. Erosi parit di Samogybabod, Hungaria, sumber: http://www.panoramio.com/photo/

Proses terjadinya erosi parit sama halnya dengan erosi alur, tetapi salurans aluranyang terbentuk telah dalam, sehingga tidak dapat dihilangkan dengan pengolahan tanah biasa.

Abrasi

Abrasi yaitu erosi yang disebabkan oleh air laut sebagai hasil dari erosi marine.Tinggi rendahnya abrasi dipengaruhi oleh besar kecilnya kekuatan gelombang. Abrasi merupakan pengikisan di pantai oleh pukulan gelombang laut yang terjadi secara terus-menerus terhadap dinding pantai. Bentang alam yang diakibatkan antara lain cliff (tebing terjal), notch (takik), gua di pantai, wave cut platform (punggungan yang terpotong gelombang), tanjung, dan teluk.

Eksarasi

Eksarasi yaitu erosi yang disebabkan oleh hasil pengerjaan es. hal ini hanya terjadi pada daerah yang memiliki musim salju atau di daerah pegunungan tinggi. Proses terjadinya diawali oleh turunnya salju di suatu lembah pada lereng atau perbukitan.

Lama kelamaan salju tersebut akan menumpuk pada lembah, sehingga menjadi padat dan terbentuklah massa es yang berat. Berkat gaya gravitasi, massa es tersebut akan merayap menuruni lereng pegunungan atau perbukitan.

Deflasi

hanya menerbangkan pasir dan debu, tetapi kedua benda tersebut dijadikan senjata untuk menghantam batuan yang lebih besar, sehingga akan mengikis batuan tersebut.

Penjelasan bisa lihat video di bawah ini :

Avatar
Sebuah website guru geografi untuk berbagi materi Geografi untuk SMA/MA untuk kelas 10, 11, 12 dan Umum.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.