Hai sahabat Geografi kali ini kita akan belajar tentang perbedaan desa swadaya swakarya dan swasembada termasuk dalam materi kelas 12 di pola keruangan desa dan kota.
Berdasarkan UU No 6 tahun 2014 tentang desa, desa didefinisikan sebagai kesatuan masyarakat umum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat ketempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/ atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Klasifikasi Desa Berdasarkan Tingkat Perkembangannya
| Swadaya | Swakarya | Swasembada |
| Sebagian besar kehidupan penduduknya masih menggantungkan pada alam | Mata pencaharian mulai beragam | Mata pencaharian penduduk sebagian besar di bidang jasa dan perdagangan |
| Hasil usaha digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari | Adat istiadat mulai longgar | Pola pikir masyarakat lebih rasional |
| Administrasi belum dilaksanakan dengan baik | Administrasi desa sudah berjalan | Pengelolaan administrasi sudah dilanksanakan dengan baik |
| Lembaga-lembaga desa belum berfungsi dengan baik | Lembaga sosial dan Lembaga pemerintahan sudah berfungsi | Lembaga sosial dan pemerintahan sudah berfungsi dengan baik |
| Tingkat Pendidikan dan produktivitas penduduknya massih rendah | Sudah ada hubungan dengan daerah sekitar | Sarana dan prasarana desa lengkap |
| Belum mampu menyelenggarakan urusan pemerintahan sendiri | Sudah mampu menyelenggarakan urusan pemerintahan sendiri | Sudah mampu menyelenggarakan urusan pemerintahan sendiri |
Baca Juga :
Faktor Pendorong dan Penarik Penduduk Desa dan Kota
Ciri-ciri Desa :
- Perbandingan lahan dengan penduduk. Jumlah penduduk desa bisa dikatakan lebih sedikit apabila dibandingkan dengan penduduk yang tinggal di kota sehingga lahan di desa lebih luas dan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lain seperti pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan lain-lain.
- Lapangan pekerjaan dominasi di bidang pertanian. Sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagia petani. Pengaruh teknologi belum terlalu besar. Ini disebabkan karena minimnya tingkat Pendidikan, tidak tersedianya lahan pekerjaan lain, lahan yang tersedia untuk pertanian masih luas, dan kemampuan turun menurun di bidang pertanian.
- Hubungan kekerabatan masih erat. Kehidupan masyarakat desa masih berdasar asas kekerabatan dan kekeluargaan.
- Tradisi yang berlaku masih dianut dengan teguh. Tradisi ini dipandang penting karena dianggap sebagai pedoman hidup dan bersikap dan berprilaku.
Itulah sedikit penjelasan tentang perbedaan desa swadaya swakarya dan swasembada semoga bermanfaat



