Sembunyikan Dapurmu, Tunjukkan Daftar Menumu

Ayo Membaca1477 Dilihat

Bacaan Sore kali ini dengan judul Sembunyikan Dapurmu, Tunjukkan Daftar Menumu, Dalam rangka membaca Indonesia pun juga termasuk dalam rangka membaca kehidupan, membaca sosial dan membaca hal di luar diri. Salah satu tanda yang bisa kita rasakan kali ini adalah fenomena berebut benar. Banyak orang, kalangan, golongan, kelompok yang terlalu yakin dengan kebenarannya sendiri, apalagi lantas kebenaran itu dibenturkan-benturkan dengan konsep kebenaran orang, kelompok, golongan lain.

Memang kemungkinan sangat berat menahan hasrat untuk memamerkan, mengunggulkan kebenarannya. Apalagi jika namanya, nama kelompoknya disebut dan disinggung bahkan dituding salah. Pasti akan bereaksi menyerang balik dengan ganti menuduh salah, begitu saja terus sampai yang tidak paham apa yang diributkan menganggap itu sebagai sirkus atau hiburan gratis. Ditayangkan lagi di berita televisi. Tayangan itu membuat kelompok-kelompok baru lagi dengan prasangka-prasangka baru yang diciptakan sendiri mengenai kebenaran. Lalu berkomentar layaknya seorang pengamat. Tetap dengan ciri khas menganggap dirinya benar dan menyalahkan kelompok atau orang lain.

Sebenarnya ketika dilogika, jika orang berani menyalahkan orang lain, maka ia tahu dan paham betul apa itu yang benar. Jika ia sampai yakin merasa benar dan benarnya sendiri yang paling benar, maka ia juga yakin bahwa Tuhan pasti menyetujui dan megiyakan konsep kebenarannya. Bahkan lebih parahnya ia mengambil haknya Tuhan untuk menghakimi dan menghukumi seseorang, serta menganggap kebenarannya maha benar. Ia lupa bahwa manusia sama sekali tidak ada hak, tidak ada wewenang, tidak ada kapasitas untuk menghakimi sesamanya. Apalagi sampai tahu dan menghakimi benar dan salah, dosa dan pahala, surga dan neraka, muslim maupun kafir. Kok seenak jidatnya mengatakan “kafir” seseorang, padahal ia membuat satu orang masuk Islam saja tidak mampu. Padahal sebenarnya kita saja belum berani menyebut diri kita “muslim”, karena hakikatnya hanya Tuhan yang tahu siapa yang benar-benar muslim. 

Baca dulu juga boleh : Danau Vulkanik Terbesar Di Indonesia – Danau Toba

Menyebut diri sendiri Muslim saja kita tidak berhak. Kita hanya berusaha menjadi Muslim yang baik, namun hasilnya benar-benar berpredikat “muslim” atau tidak itu haknya Allah semata. Apalagi dengan penuh percaya diri sampai menyebut “kafir” kepada saudaranya seiman. Ini sudah sangat tidak beradab kepada Tuhan. Itu di wilayah keimanan dan aqidah.

Di wilayah yang lain pun juga seperti itu. Perbedaan madzhab, aliran atau sebatas ormas saja bisa bikin ribut dan ruwet keadaan masyarakat. Yang NU, yang Muhammadiyah, dan ormas Islam yang lain bukan waktunya untuk memperebutkan kebenaran, namun saatnya berlomba-lomba dalam berbuat baik, menebarkan kebermanfaatan kepada alam dan umat manusia.

Jika engkau punya warung atau tempat makan, pasti memiliki resep dan bahan-bahan yang lengkap, namun ditaruh di dapur sebab proses masaknya di sana. Dan di mana pun restaurant atau warung, letak dapur selalu di belakang, dan hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk. Maka letak bahan-bahannya sepeti jahe, lengkuas, kunir, kencur, garam, gula, cabe, bawang merah, bawang putih dan lain sebagainya diletakkan di dapur.

Tidak pernah bahan-bahannya di dapur yang diadukan, dipertunjukkan dan disuguhkan dalam daftar menu. Saat ada pembeli yang masuk warung, pertama yang terlihat dan memang sengaja dipertunjukkan adalah makanan yang telah siap saji seperti soto ayam, gado-gado, sate ayam, gulai kambing, nasi goreng, dan menu-menu yang lain. Dapurnya tidak terlihat dan tidak diperlihatkan. Bahkan jika kokinya harus senang dan gembira itu ketika sajiannya, masakannya dinikmati dan diterima orang, bukan bahan-bahan mentah, resep dan dapurnya yang dinikmati orang. Bagi seorang koki dan pemilik warung, dapur, bahan-bahan dan resep makanan merupakan piranti dan perangkat untuk memproduksi dan menciptakan sajian makanan.

Maka jika menjelaskan tentang “kebenaran” melalui ilustrasi dapur, warung, dan sajian, kita akan lebih mudah memahami bahwa kebenaran itu untuk di simpan di dapur saja. Tidak perlu ditunjukkan, dipertontonkan, diunggul-unggulkan, dipamerkan bahkan dibenturkan dengan milik warung lain. Kebenaran bisa diibaratkan resepnya, bahan makanannya, bumbu dan rempahnya dan sebagainya.

Maka sajian makanan yang tersusun dalam daftar menu dan siap untuk dipesan pembeli dan disajikan, itu adalah bentuk perbuatan baik, kebajikan, kejujuran, pelayanan terbaik dan apapun namanya itu yang merupakan produk dari kebenaran. Jadi yang perlu dipertunjukkan dan dinampakkan di luar adalah produk dari kebenaran. Seperti halnya di warung bahwa yang disajikan adalah makanan yang siap saji dan siap santap (produk kebenaran/perbuatan baik), lantas untuk bumbu, bahan mentah, resep dan dapurnya (kebenaran) disembunyikan saja. Kalau ditunjukkan dan dipamerkan, maka akan berbenturan dengan kebenaran-kebenaran orang/kelompok/warung yang lain. Semoga bisa dipahami.

Baca juga tentang : Dampak Negatif Akibat Meremehkan Pola Hidup Sehat bagi Remaja di masa Pandemi

Jadi dapur, adalah rahasia koki dan pemilik warung saja. Sajian menunya yang tersusun dalam daftar menu yang perlu dikemas sedemikian rupa, semenarik mungkin, seindah dan sebermanfaat mungkin, sehingga semakin banyak yang berkunjung ke warung untuk menikmati sajian masakan dari koki. Maka akan banyak orang yang mendekati pribadi kita, untuk menikmati keindahan perilaku dan perbuatan baik kita, merasakan kemanfaatannya, dan lain-lain. Kira-kira ilustrasinya seperti itu.

Semoga semakin banyak warung-warung yang pengelolanya waras, sehingga menaruh dapur dan semua bahannya rapat-rapat di belakang agar tidak mengganggu para pembeli yang sedang makan menikmati sajian. Dan semoga semakin sedikit bahkan tidak ada yang mulai aneh menaruh bahan mentah, resep dan seluruh isi dapurnya untuk dipamerkan dan diunggul-unggulkan ke hadapan orang banyak, sehingga berpotensi terjadinya ketersinggungan warung lain, kesombongan pengelola warung bahkan saling berbenturannya para keras kepala beberapa pengelola warung.

itu lah tulisan sore ini dengan judul Sembunyikan Dapurmu, Tunjukkan Daftar Menumu Nantikan tulisan kami tiap harinya di website geovolcan dan jangan lupa share tulisan ini di sosial media kalian. Terima kasih, semoga bermanfaat.