Hai sahabat geografi ketika membahas tentang manfaat tanah atau materi tanah pasti kalian akan membahas Perbedaan lahan potensial dengan lahan kritis dan harus bisa membedakan secara spesifik.
Lahan potensial adalah lahan yang secara fisis kimiawi dan ekonomi cukup menguntungkan, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Sedangkan lahan kritis adalah lahan yang sudah tidak berfungsi lagi sebagai media pengatur tata air dan unsur pertanian yang baik.
Faktor penyebab terjadinya lahan kritis antara lain meluasnya lahan kritis atau degradasi lahan di permukaan bumi yaitu akibat proses alam dan perilaku manusia dalam memanfaatkan lingkungan.
Faktor penyebab lahan kritis sebagai akibat proses alam
- erosi,
- tanah longsor,
- pencucian tanah. sedangkan
Baca juga : Perbedaan Desa Swadaya Swakarya dan Swasembada
faktor penyebab lahan kritis sebagai akibat perilaku manusia
- perusakan hutan,
- pertanian sistem ladang berpindah,
- kegiatan pertambangan terbuka,
- sistem pertanian di pegunungan yang tidak menggunakan terassering (sengkedan).
Ciri-ciri lahan kritis;
- penutup vegetasinya kurang dari 25%,
- tingkat kemiringan lebih dari 15%,
- terjadi gejala aerasi lembar (sheet erosion),
- terjadi gejala erosi parit (gully erosion).
Dampak degradasi lahan terhadap kehidupan
- akibat proses erosi yang merupakan penyebab lahan tanah menjadi tidak subur, karena lapisan top soil hilang,
- produktivitas pertanian menurun sehingga pendapatan petani berkurang,
- terjadi banjir,
- menurunnya kemampuan lahan untuk menyerap air tanah,
- terganggunya ekosistem makhluk hidup.
Itu sedikit tentang perbedaan antara Lahan Potensial Dan Lahan Kritis coba menurut kamu bagaimana mengatasi lahan kritis ? coba tulis komentar di bawah ya !
Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Lahan Kritis
- Reboisasi atau penghijauan adalah penghutanan kembali tanah-tanah hutan yang gundul dengan ditanami tanaman keras. Tujuan reboisasi yaitu memulihkan kembali daya serap tanah terhadap air, sehingga proses aerosi dapat diperlambat.
- Penghijauan adalah penanaman kembali tanah yang gundul. Jenis tanaman yang digunakan dalam progam penghijauan misalnya: turi, cengkeh, jambu monyet, petai, kayu manis, nangka , kluwih, karet dan durian.
- Sistem penanaman searah garis kontur (countur ploughing) adalah penanaman tanaman yang searah atau sejajar dengan garis kontur. Menurut R.L. Cook (1962) menyatakan bahwa penanaman secara kontur sangat sesuai bagi tanah-tanah yang memiliki kemiringan 3–8% akan tetapi kurang efektif pada tanah yang memiliki kemiringan kurang dari 3% atau lebih dari 8% sampai 25%.
- Sistem terassering atau sengkedan. Cara ini digunakan untuk mengurangi laju air yang mengalir di permukaan bumi.
- Lahan yang kemiringannya lebih dari 450 harus dijadikan areal hutan lindung.
- Pembuatan lorak-lorak mati berupa lubang pada akhir guludan tanah agar air mengalir tertampung pada lubang itu dan meresap ke dalam tanah, sehingga proses erosi dapat dihindari.
- Pergiliran tanaman (croprotation) adalah suatu sistem bercocok tanam pada sebidang tanah yang terdiri dari beberapa macam tanaman yang ditanam secara berturut-turut pada waktu tertentu.
Lihat juga : bentuk lahan AEOLIAN maulida
cari materi geografi kelas 10, 11, 12 dan Geografi Umum bisa download di link di bawah ini
1. Download materi Geografi Kelas 10
2. Download materi Geografi kelas 11
3. Download materi Geografi kelas 12
4. Download Materi Geografi Umum
Silahkan Download Materi di atas dan semoga bermanfaat.
Atau mau latihan soal geografi online bisa kerjakan di bawah ini.




