Perbedaan Meteorologi dan Klimatologi

Atmosfer2668 Dilihat

Hai Sahabat geografi kalian sudah tahu belum perbedaan Meteorologi dan Klimatologi, Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, dikemukakan bahwa meteorologi adalah ilmu yang mempelajari tentang cuaca, dan klimatologi adalah ilmu yang mempelajari tentang iklim sedangkan ketika kita melihat Perbedaan Meteorologi dan Klimatologi menurut Undang-Undang Nomor 31 tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika :

Meteorologi adalah gejala alam yang berkaitan dengan cuaca.

Klimatologi adalah gejala alam yang berkaitan dengan iklim dan kualitas udara.

Meteorologi dan Klimatologi

Mengambil materi dari Pusdik Meteorologi berasal dari bahasa yunani yang terdiri dari dua kata yaitu “meteoros” dan “logos” Meteoros sendiri berasal dari kata “meteor”. Meteoros artinya jauh tinggi di udara, sedangkan logos berarti pembahasan, dan meteor itu merupakan benda-benda langit, seperti hidrometeor, optik meteor, dan yang mencakup angin, halilintar, pelangi dan sebgainya yang terjadi akibat adanya peristiwa fisika di udara. Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut diatas, jika disimpulkan maka meteorologi merupakan suatu pembahasan berbagai proses fisika yang berlangsung di atmosfir pada saat tertentu. Atau dengan kata lain meteorologi yaitu ilmu yang mempelajari tentang keadaan lapisan udara yang menyelimuti bumi pada saat tertentu.

Ilmu tentang cuaca disebut meteorologi dan ilmu tentang iklim disebut klimatologi, meteorologi dan klimatologi merupakan dua ilmu fisika yang membahas tentang proses dan gejala serta penyebarannya menurut ruang dan waktu yang terjadi di atmosfer bumi.

Perbedaan antara Meteorolgi dengan klimatologi yaitu meteorologi membahas tentang berbagai proses fisik yang berlangsung di atmosfir yang merupakan unsur-unsur cuaca/iklim seperti suhu, kelembaban udara, curah hujan, kecepatan dan arah angin, lama penyinaran matahari, awan dan sebagainya. Sedangkan klimatologi mempelajari keadaan rata-rata serta penyebaran berbagai unsur cuaca/iklim tersebut menurut waktu dan tempat.

Meskipun kedua cabang ilmu ini terlepas satu sama lain, tetapi keduanya sulit dipisahkan. Meteorologi lebih menekankan pada proses terjadinya cuaca (kenapa terjadi hujan lebat, suhu ekstrim,awan), sedangkan klimatologi lebih menekankan pada penyebaran dan hasil proses tersebut (misalnya penyebaran suhu udara, curah hujan, frekuensi terjadinya banjir, dan kekeringan) baik harian maupun tahunan.

Dari aspek sains dan teknologi, pembidangan sains meteorologi dan klimatologi dijabarkan sebagai berikut (International Meteorological Vucabulary, WMO)

Bagan Pembidangan Meteorologi

Bagan Pembidangan Klimatologi

Baca Juga : Bagaimana pengaruh iklim terhadap kehidupan

Proses terjadinya cuaca dan iklim, secara garis besar dipengaruhi oleh :

  • Perbedaan derajat garis-garis lintang, garis hujan, permukaan tanah dan permukaan air, adanya gunung, serta keadaan topografi.
  • Keadaan atmosfer secara menyeluruh seperti angin, massa udara, serta adanya pusat-pusat tekanan udara yang agak permanen.

Klimatologi, adalah pengetahuan yang berusaha menerangkan atau menjelaskan keadaan iklim, bagaimana perubahan dari satu tempat ke tempat lainnya, serta bagaimana hubungannya dengan aktivitas kehidupan manusia.

Klimatologi, dapat diartikan lebih luas, yaitu segala kegiatan yang ada hubungannya dengan iklim, artinya dapat berupa penelitian, hubungan-hubungan, analisa pengolahan dan pelayanan, bahkan dapat berbentuk prakiraan iklim atau prakiraan musim.

Pemahaman tentang cuaca dan iklim lebih lanjut, memerlukan pendekatan dari berbagai aspek, antara lain aspek fisika, aspek geografi, aspek topografi-orografi, aspek struktur dan orientasi kepulauan.